Uncategorized

Theo Nugraha Rilis Album Bareng Eks Drummer Sepultura Iggor Cavalera

Published

on

SamarindaTheo Nugraha, seniman bunyi asal Samarinda, Kalimantan Timur, kembali membawa karyanya ke skena musik eksperimental internasional. Kali ini, Theo Nugraha terlibat dalam album 4-way split bertajuk “Prosthetic Reality” bersama sejumlah nama dari dunia musik ekstrem.

Album “Prosthetic Reality” dirilis melalui Drama Recorder, label independen yang berbasis di Zaragoza, Spanyol, pada 31 Agustus 2026. Rilisan tersebut mempertemukan empat nama dari berbagai latar belakang musik eksperimental dan ekstrem dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Spanyol, dan Indonesia.

Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam rilisan ini adalah Iggor Cavalera, mantan drummer sekaligus salah satu pendiri band metal Brasil, Sepultura. Iggor menyumbangkan karya berjudul “Present to be Absent” yang menempati sisi B1 album dengan durasi 10 menit 53 detik.

Selain Iggor Cavalera, Prosthetic Reality juga mempertemukan Black Leather Jesus dari Amerika Serikat dan duo Japanoise Incapacitants dari Jepang. Sementara itu, Theo Nugraha berkolaborasi dengan Savage Doctrine dalam karya berjudul “Distortion Storm”.

Bagi Theo Nugraha, keterlibatan dalam proyek tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan musik eksperimental yang selama ini dijalankannya secara independen dari Samarinda.

Album ini sekaligus memperlihatkan bagaimana jaringan musik bawah tanah dapat mempertemukan seniman dari berbagai negara tanpa harus bergantung pada pusat industri musik konvensional.

Theo Nugraha dan Empat Karya dalam “Prosthetic Reality”

Album Prosthetic Reality berisi empat karya dengan karakter bunyi yang berbeda dari masing-masing artis.

Sisi A1 diisi Black Leather Jesus dari Amerika Serikat melalui lagu “Manic Men” dengan durasi 09:46. Material tersebut melibatkan Sean E. Ramirez, Richard Ramirez, Thomas Puopolo, Anjilla Ulfhednar, Scott Kindberg, Kevin Novak, dan Domokos. Materi tersebut dimixing di Chestnut Ridge Foothills, Pennsylvania, pada 2026.

Sisi A2 kemudian diisi Incapacitants dari Jepang melalui karya “Release of Demon Rice” berdurasi 09:57. Incapacitants terdiri dari T. Mikawa pada elektronik dan vokal serta F. Kosakai pada elektronik dan vokal.

Sementara itu, Iggor Cavalera mengisi sisi B1 dengan karya “Present to be Absent” berdurasi 10:53. Karya tersebut dikomposisi dan direkam Iggor Cavalera di London pada Februari 2026. Proses mixing dan mastering dilakukan oleh BOT di Balance Mixing and Mastering.

Pada sisi B2 terdapat karya Theo Nugraha + Savage Doctrine berjudul “Distortion Storm” dengan durasi 08:00.

Karya tersebut menggabungkan elektronik dan field recording dari Theo Nugraha dengan pengolahan elektronik serta layered sound mix oleh Savage Doctrine. Keduanya terlibat dalam proses komposisi dan rekaman, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Savage Doctrine pada 2026.

Dari Samarinda ke Jaringan Musik Internasional

Keterlibatan Theo Nugraha dalam Prosthetic Reality menjadi contoh bagaimana seniman dari daerah dapat membangun koneksi langsung dengan jaringan musik internasional melalui jalur independen.

Produksi album ini dilakukan oleh Theo Nugraha dan Antonio Drama. Theo Nugraha juga mengerjakan desain artwork sampul depan album.

Pendekatan independen dan Do It Yourself atau D.I.Y. selama ini menjadi bagian penting dalam perkembangan skena musik eksperimental. Melalui jaringan komunitas, komunikasi langsung antarseniman, serta distribusi independen, karya yang diproduksi dari berbagai wilayah dapat terhubung dengan pendengar dan kolektor di negara lain.

Hal tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan Theo Nugraha yang menjalankan aktivitas musik eksperimental dari Samarinda.

Samarinda berada dalam frekuensi global,” menjadi salah satu semangat yang dibawa Theo dalam proyek tersebut.

Melalui Prosthetic Reality, aktivitas musik eksperimental dari Kalimantan terhubung dengan jaringan seniman dari Amerika Serikat, Jepang, Spanyol, Inggris, dan negara lainnya.

“Prosthetic Reality” Hadir dalam Format Vinyl dan Kaset

“Prosthetic Reality” tidak hanya dirilis dalam format digital. Drama Recorder juga memproduksi album tersebut dalam dua format fisik dengan jumlah terbatas.

Format pertama adalah 12-inch vinyl 180 gram Multi-Colored Marble Vinyl yang dicetak sebanyak 100 kopi.

Format kedua berupa handmade analog cassette C-40 Ferro yang diproduksi sebanyak 50 kopi.

Kehadiran dua format fisik tersebut memberikan dimensi lain bagi rilisan Prosthetic Reality, khususnya bagi kolektor musik eksperimental dan ekstrem yang masih mengapresiasi format analog.

Dengan jumlah produksi yang terbatas, rilisan fisik ini juga menjadi dokumentasi dari pertemuan empat proyek musik dari berbagai negara dalam satu album.

Album Theo Nugraha, Iggor Cavalera, Incapacitants, dan Black Leather Jesus tersebut kini dapat diakses melalui kanal resmi Drama Recorder di Bandcamp.

Detail Rilisan

Title: Prosthetic Reality
Label: Drama Recorder
Release Date: 31 Agustus 2026
Format: 12-inch Vinyl / Handmade C-40 Cassette
Producer: Theo Nugraha & Antonio Drama
Cover Artwork: Theo Nugraha

Official Bandcamp:
Drama Recorder – Prosthetic Reality

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version