Musik
Duo Billkiss Rilis Single Hipdut Terbaru “Wanna Be With My Bubu”
Duo musik asal Bogor, Billkiss, kembali mewarnai kancah musik tanah air dengan meluncurkan karya terbaru mereka yang berjudul “Wanna Be With My Bubu”. Single teranyar ini menjadi panggung eksperimen terbaru bagi duo yang digawangi oleh Helvi dan Maulin tersebut dalam mengarungi genre hipdut (hip-hop dangdut). Berbeda dari warna musik yang mereka bawakan sebelumnya, lagu ini secara khusus menyoroti sisi romantis dan penuh energi cinta yang menggebu-gebu dari para personilnya.
Eksplorasi Hipdut Original dan Respons Terhadap Tren Musik
Lagu “Wanna Be With My Bubu” kini sudah bisa dinikmati oleh para pencinta musik melalui berbagai platform pemutar musik digital. Kehadiran lagu ini menandai langkah berani Billkiss untuk menghadirkan sebuah karya bergenre hipdut sejak tahap awal penciptaannya. Berbeda dari sejumlah rilisan terdahulu mereka yang memanfaatkan format remix atau sentuhan nada koplo pada lagu lama, karya kali ini murni dirancang sebagai lagu hipdut original tanpa mengubah struktur karya terdahulu.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari dedikasi Billkiss dalam mencari warna musik baru tanpa harus terikat pada satu genre tertentu. Helvi, yang bertindak sebagai bassist sekaligus penulis lagu untuk Billkiss, mengungkapkan bahwa fenomena berkembang pesatnya genre hipdut di industri musik Indonesia menjadi salah satu pemantik utama lahirnya karya ini. Fenomena musik hipdut yang sedang digandrungi masyarakat luas dinilai menjadi momentum yang tepat bagi mereka untuk unjuk gigi.
Menurut Helvi, Billkiss yang sebelumnya pernah merilis lagu “25 Jam” serta “Tahta” dalam balutan versi remix dan koplo merasa sudah saatnya memiliki nomor hipdut original milik mereka sendiri. Keinginan untuk terus bereksperimen dan menemukan identitas musikal yang segar membuat mereka tidak ragu untuk terjun lebih dalam ke genre yang sedang naik daun tersebut, sekaligus membuktikan fleksibilitas mereka dalam bermusik.
Kisah di Balik Penciptaan Lagu dan Penyesuaian Karakter
Proses lahirnya “Wanna Be With My Bubu” memiliki latar belakang cerita yang cukup menarik. Lagu ini sebenarnya merupakan buah karya dari Ratu Mayang Sari, seorang sahabat dekat dari Helvi. Tertarik dengan potensi lagu tersebut setelah melihat unggahan sang sahabat di media sosial, Helvi merasa ada kecocokan yang sangat kuat jika karya tersebut diadaptasi ke dalam karakter musik khas Billkiss. Ratu sendiri menciptakan lagu ini di tengah rutinitasnya menulis berbagai lagu dengan ragam tema, mulai dari kisah galau, dinamika kehidupan, hingga perasaan jatuh cinta.
Awalnya, Ratu tidak menciptakan lagu tersebut secara khusus untuk dibawakan oleh Billkiss. Ia menyerahkan karyanya kepada siapa saja musisi yang merasa cocok dengan karakter vokal dan aransemen lagunya. Namun, ketika Helvi menyampaikan niatnya untuk membawakan lagu ini, Ratu menyambutnya dengan sangat baik karena menganggap Billkiss sedang berada dalam era musik yang centil dan penuh dengan nuansa kasmaran.
Meski ditulis oleh orang lain di luar grup, Billkiss tidak lantas membawakan lagu tersebut secara mentah-mentah. Untuk memastikan karya ini benar-benar menyatu dengan identitas Billkiss, dilakukan sejumlah penyesuaian kreatif pada beberapa bagian lirik dan aransemen musik. Beberapa penggalan lirik yang dinilai terlalu eksplisit diubah secara hati-hati atas persetujuan Ratu. Penyesuaian juga menyasar aspek musikalitas, terutama pada bagian intro serta refrain agar lagu terasa lebih dinamis, ceria, dan pas dengan karakter vokal Maulin serta iringan bass Helvi.
Sentuhan Produksi Handal dan Pesan Cinta Ceria
Dari sisi produksi musikal, lagu “Wanna Be With My Bubu” digarap secara matang di Lancar Jaya Studio dengan melibatkan M. Aditia Sahid, atau yang lebih populer dipanggil Acoy, sebagai produser. Sosok Acoy yang dikenal luas sebagai gitaris dari grup musik Rocker Kasarunk dan Band OmOm memberikan sentuhan profesional yang membuat struktur musik hipdut dalam lagu ini terdengar tebal namun tetap ramah di telinga pendengar. Proses pengerjaan di studio berlangsung dengan sangat lancar tanpa kendala teknis yang berarti bagi seluruh tim yang terlibat.
Secara naratif, “Wanna Be With My Bubu” mengangkat cerita sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni mengenai perasaan jatuh cinta yang mendalam serta keinginan untuk selalu menghabiskan waktu bersama pasangan. Nuansa musik yang riang, lirik yang jenaka, serta atmosfer romantis menjadikan lagu ini sangat cocok diputar oleh para pendengar yang sedang berada di fase hubungan yang manis atau biasa disebut sebagai butterfly era.
Visi Masa Depan: Album Kedua dan Tur Konser
Rilisnya single hipdut original ini tidak serta-merta membuat Billkiss membatasi diri pada satu genre saja di masa mendatang. Helvi menegaskan bahwa ruang eksplorasi musik bagi Billkiss akan selalu terbuka lebar. Keberanian untuk menjajaki berbagai genre baru dinilai sebagai kunci utama agar Billkiss dapat terus bertransformasi dan tetap relevan dengan perkembangan zaman di panggung musik nasional.
Peluncuran “Wanna Be With My Bubu” juga sekaligus menjadi bagian dari pijakan awal Billkiss untuk mencapai target-target besar yang telah mereka susun. Selain berambisi menembus angka pemutaran hingga jutaan kali di platform streaming digital, duo asal Bogor ini tengah memfokuskan energi mereka untuk merampungkan album kedua. Tak hanya itu, mereka juga berencana memperbanyak jadwal panggung secara langsung serta melangsungkan tur konser secara mandiri guna menyapa para penggemar mereka di berbagai kota di Indonesia.