Musik
Feral Stripes Ajak Kabur dari Bumi Lewat “Rocket Ride”
Bali, 2026 — Di tengah dunia yang terasa semakin bising, absurd, dan penuh keputusan yang kerap dibuat oleh orang-orang yang tidak tahu apa-apa, Feral Stripes memilih melihat ke arah lain: ke atas. Ke luar bumi. Ke ruang yang belum terjamah.
Band post-punk dan garage-rock asal Bali ini menghadirkan “Rocket Ride”, single terbaru yang menjadi bagian dari rangkaian rilisan mereka sepanjang tahun ini.
Feral Stripes terbentuk pada Agustus 2024 dari perjumpaan sejumlah “penjahat bunyi-bunyian skena independen lokal” di Bali. Saat ini, band digawangi oleh Rozi Enzia (vokal), Pasek Kamajaya (bass), Dwi Putra Negara (drum), dan Gesta Rangga (gitar).
“Rocket Ride” lahir dari kegelisahan sekaligus imajinasi Rozi Enzia yang dikenal sebagai rocket nerd. Lirik lagu ini, menurut Rozi, ditulis secara gamblang hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Sementara musiknya berkembang secara natural dari amunisi yang sudah dimiliki Pasek, Dwi, dan Gesta ketika mereka masuk studio.
Secara lirik, “Rocket Ride” berbicara tentang pelarian—bukan dalam arti menyerah, tetapi tentang mencari kemungkinan lain ketika dunia yang ditempati terasa semakin tidak masuk akal.
“Di dunia yang kelam dan suram, yang dipenuhi oleh orang-orang yang tidak tahu apa-apa, korup, berpikiran sempit dibiarkan dalam mengambil keputusan, kami merasa lega mengetahui bahwa sains dan semangat eksplorasi, keluar dari zona nyaman (bumi), akan terus ada. Mungkin suatu hari ada tatanan baru yang lebih baik kita bisa bikin di sana.”
Semangat tersebut kemudian dirangkum Feral Stripes dengan cara yang sangat sederhana: “JENGAH SAMA REZIM!!! :D”
Secara musikal, “Rocket Ride” juga menandai fase baru bagi Feral Stripes. Setelah perubahan formasi menjadi kuartet dan bergabungnya Gesta Rangga sebagai gitaris, band mulai mengeksplorasi karakter garage rock 90-an dengan pendekatan yang lebih minimalis.
Pendekatan tersebut sebelumnya sudah terdengar dalam single “Run Run Run”, dan kembali diterapkan dalam “Rocket Ride”. Alih-alih memperbesar produksi dengan berbagai lapisan suara, Feral Stripes justru memilih untuk memangkasnya.
Menolak ribet.
“Dari dua single terakhir, kita cuma pakai enam track di rekaman,” ungkap Feral Stripes.
Proses rekaman sendiri berlangsung di EXP International Studio Bali, dengan dukungan penuh dari proses recording, mixing hingga mastering. Seluruh proses tersebut diselesaikan kurang lebih dalam waktu satu minggu.
Menariknya, meski kredit lagu mencantumkan Lyrics by Rozi Enzia, serta aransemen oleh Pasek Kamajaya, Dwi Putra Negara, dan Gesta Rangga, proses kreatif Feral Stripes tidak berjalan secara individualistis.
Di dalam band, semua ide terbuka untuk dibicarakan dan diproses bersama. Mulai dari ide lagu, musik, aransemen hingga keputusan menuju produk akhir merupakan hasil diskusi bersama.
Bagi Feral Stripes, kultur tersebut memang menjadi bagian penting dari cara mereka bekerja.
Melalui “Rocket Ride”, mereka tidak ingin memberikan khotbah atau menawarkan jawaban. Mereka hanya ingin mengajak pendengar keluar sejenak dari tempatnya berdiri, melihat kemungkinan yang lebih luas, dan—dengan gaya khas Feral Stripes—membawa pulang sedikit harapan.
“Yuk keluar sana, kali aja bisa nanam sawit tanpa bakar yang udah ada.”
“Rocket Ride” merupakan bagian dari kampanye single Feral Stripes sepanjang tahun ini. Setelah rilisan tersebut, band berencana menghadirkan dua single berikutnya sebelum menutup tahun. Sementara itu, album kedua Feral Stripes ditargetkan hadir pada awal tahun depan.
Untuk aktivitas panggung, Feral Stripes juga telah menyiapkan sejumlah penampilan di Bali sepanjang Oktober.
Dan bagi mereka yang baru pertama kali berkenalan dengan Feral Stripes, tidak perlu deskripsi panjang.
Cukup satu kalimat:
“BAND UMKM Amanah dari Bali.”