Metal

Steve Hackett Tampil dalam Video Musik Terbaru Kompendium Berjudul Lilly

Published

on

Gitaris legendaris eks-Genesis, Steve Hackett, tampil sebagai bintang utama dalam video musik terbaru dari proyek Kompendium yang dipimpin oleh Robert Reed. Video ini merupakan bagian dari promosi album Beneath The Waves – The Director’s Cut yang baru saja dirilis ulang melalui label Tigermoth Records. Hackett membawakan bagian gitar yang memukau dalam versi panjang dari lagu yang berjudul “Lilly”.

Kolaborasi Musisi Legendaris dalam Proyek Kompendium

Proyek Kompendium pertama kali meluncurkan album Beneath The Waves pada tahun 2012 silam. Proyek ambisius ini tidak hanya melibatkan Steve Hackett, tetapi juga mengumpulkan deretan musisi papan atas dari kancah progressive rock dunia. Beberapa nama besar yang ikut berkontribusi antara lain Gavin Harrison (drummer Porcupine Tree dan King Crimson), Nick Barrett, Jakko Jakszyk, Francis Dunnery, Chris Fry, John Mitchell, Nick Beggs, Troy Donockley, Mel Collins, Steve Balsamo, hingga Angharad Brinn.

Selain para solois dan instrumentalis tersebut, album ini juga diperkuat oleh kehadiran The English Chamber Choir yang dipimpin oleh konduktor Guy Protheroe. Tidak ketinggalan, London Session Orchestra yang diarahkan oleh Dave Stewart (dikenal lewat band Egg, Hatfield And The North, dan National Health) turut memberikan nuansa simfonik yang megah. Kehadiran penyanyi opera ternama seperti Rhys Meirion dan Shan Cothi semakin memperkaya dimensi vokal dalam album konsep yang luar biasa ini.

Steve Hackett, yang dikenal luas sebagai mantan gitaris grup progressive rock legendaris Genesis era 1970-an, membawa sentuhan magisnya ke dalam lagu “Lilly”. Permainan gitarnya yang emosional dan berkarakter memberikan warna tersendiri yang sangat kuat pada lagu tersebut. Kehadiran Hackett dalam video musik ini tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menegaskan kualitas musikalitas tinggi yang diusung oleh proyek Kompendium sejak awal pembentukannya.

Dedikasi Robert Reed Terhadap Musik Klasik Rock

Robert Reed mengungkapkan bahwa pembuatan album ini merupakan sebuah wujud kecintaan yang mendalam terhadap seni musik murni. Menurutnya, format pembuatan album rock klasik yang megah dan kolaboratif kini sudah mulai memudar di era modern. Reed terinspirasi oleh karya-karya monumental seperti album War Of The Worlds milik Jeff Wayne, di mana seorang komposer mengumpulkan penyanyi dan pemain sesi terbaik untuk menciptakan sebuah karya tanpa kompromi.

Robert Reed menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar musik dibuat menggunakan komputer dan berbagi file secara digital. Ia ingin segala sesuatunya terasa nyata dan mendapatkan manfaat langsung dari bakat luar biasa yang dibawa oleh setiap penyanyi dan pemain musik ke dalam studio. Proses rekaman album ini memakan waktu lebih dari tiga tahun dan penuh dengan momen bersejarah bagi seluruh tim yang terlibat.

Salah satu momen terbaik bagi Reed adalah saat merekam paduan suara yang sama dengan yang bernyanyi di album legendaris Rick Wakeman di Abbey Road Studios yang sangat terkenal di London. Selain itu, merekam orkestra gesek penuh di Angel Studios yang diaransemen oleh Dave Stewart juga menjadi pengalaman yang sangat luar biasa dan tidak terlupakan bagi dirinya sebagai seorang produser musik.

Alasan di Balik Peluncuran Versi Director’s Cut

Setelah album aslinya habis terjual dan tidak lagi dicetak, Robert Reed melihat adanya peluang emas untuk memperkenalkan karya ini kepada generasi pendengar yang baru. Melalui versi Director’s Cut ini, Reed juga berkesempatan untuk memperbaiki beberapa detail yang sebelumnya terpaksa dikompromikan karena keterbatasan waktu dan teknis pada saat proses produksi tahun 2012 silam.

Beberapa lagu yang sebelumnya belum selesai kini telah disempurnakan dan dimasukkan ke dalam album. Dalam versi terbaru ini, Reed juga mengajak beberapa musisi hebat lainnya untuk memberikan kontribusi tambahan, seperti Peter Jones dan Les Penning. Dengan aransemen yang lebih matang dan penambahan lagu-lagu baru, Reed meyakini bahwa versi ini adalah bentuk paling sempurna dari album tersebut yang pernah ia buat sepanjang kariernya.

Album Beneath The Waves – The Director’s Cut kini sudah tersedia untuk para penggemar musik progresif dalam format fisik CD digifile empat panel. Selain itu, tersedia juga edisi Deluxe yang sangat istimewa, dilengkapi dengan buku setebal 28 halaman berukuran 7 inci serta kartu pos dengan karya seni album yang ditandatangani langsung oleh Robert Reed selaku konseptor utama proyek ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version