Metal
Personel AC/DC Pernah Coba Memancing Monster Loch Ness Menggunakan Kembang Api
Banyak ide terbaik di dunia, dan tentu saja jauh lebih banyak ide terburuk, lahir di bawah pengaruh alkohol. Salah satu kisah paling menggelitik dalam sejarah musik rock melibatkan vokalis AC/DC, Brian Johnson, dan mendiang gitaris sekaligus pendiri band, Malcolm Young. Dalam sebuah wawancara, Johnson membagikan kisah konyol saat mereka berdua mencoba memburu monster legendaris Loch Ness di Skotlandia.
Kisah ini bermula saat AC/DC sedang menikmati masa istirahat dari jadwal tur dunia mereka yang padat. Brian Johnson menceritakan bahwa ia dan Malcolm Young memutuskan untuk melakukan perjalanan darat keliling Skotlandia bersama istri mereka masing-masing. Dengan mengendarai mobil Land Rover, mereka menjelajahi keindahan alam dataran tinggi Skotlandia yang terkenal mistis dan indah. Namun, perjalanan santai ini segera berubah menjadi petualangan malam yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Menurut ingatan Johnson, Malcolm Young sangat menyukai kembang api dan membawa satu kotak besar di dalam mobilnya. Pada suatu malam, setelah mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang cukup banyak di sebuah hotel yang terletak tepat di tepi danau Loch Ness, sebuah ide gila muncul di kepala Malcolm. Dengan penuh semangat, Malcolm mengajak Brian untuk pergi ke tepi danau dan memancing monster Loch Ness, yang akrab disapa Nessie, agar keluar dari tempat persembunyiannya menggunakan kembang api.
Tanpa berpikir panjang, kedua bintang rock legendaris ini langsung menuju ke tepi danau yang sangat dingin. Johnson menggambarkan bagaimana mereka berdua masuk ke dalam air yang membeku dengan mengenakan sepatu lengkap hingga setinggi lutut. Di bawah kegelapan malam, Malcolm memegang segelas minuman di satu tangan dan sekotak kembang api di tangan lainnya, mencoba menyalakan kembang api tersebut ke arah permukaan air danau. Mereka tertawa terbahak-bahak di tengah malam yang sunyi, menikmati momen konyol tersebut hingga akhirnya kembali ke hotel dalam keadaan kotor, penuh lumpur, dan rambut yang dipenuhi jerami.
Kegilaan Khas Bintang Rock ‘n’ Roll
Aksi nekat Brian Johnson dan Malcolm Young ini menjadi bukti nyata bagaimana kehidupan para bintang rock tidak pernah lepas dari hal-hal tak terduga dan penuh humor. Bagi para penggemar AC/DC, kisah ini memberikan sisi humanis dari sosok Malcolm Young yang dikenal sebagai otak kreatif dan disiplin di balik lagu-lagu hits band asal Australia tersebut. Malcolm, yang meninggal dunia pada tahun 2017 setelah berjuang melawan demensia, selalu dikenang sebagai sosok yang tidak hanya jenius dalam bermusik, tetapi juga memiliki jiwa petualang yang jenaka.
Meskipun AC/DC sering menulis lagu berdasarkan kejadian nyata yang mereka alami—seperti lagu “Whole Lotta Rosie” yang terinspirasi dari seorang wanita di Tasmania, atau “Bedlam in Belgium” yang menceritakan kerusuhan saat konser di Belgia—sayangnya mereka tidak pernah mengabadikan malam perburuan monster Loch Ness ini ke dalam sebuah lagu. Kisah ini hanya tersimpan sebagai memori indah yang sesekali diceritakan kembali oleh Johnson untuk menghibur para penggemar setianya.
Misteri Monster Loch Ness yang Melegenda
Loch Ness sendiri merupakan sebuah danau besar dan sangat dalam yang terletak di Dataran Tinggi Skotlandia. Selama berabad-abad, danau ini telah menjadi pusat dari berbagai mitos dan legenda mengenai keberadaan makhluk purba raksasa yang menyerupai plesiosaurus. Kisah tentang monster Nessie pertama kali muncul pada abad ke-6 dan terus berkembang hingga abad modern, menarik perhatian jutaan turis, ilmuwan, hingga pemburu monster amatir dari seluruh penjuru dunia.
Daya tarik mistis dari Loch Ness memang sangat kuat, terutama bagi mereka yang sedang berada di bawah pengaruh imajinasi kreatif. Bagi Malcolm dan Brian, misteri tersebut menjadi latar belakang yang sempurna untuk sebuah petualangan malam yang spontan. Meskipun pencarian mereka tidak membuahkan hasil apa pun selain pakaian yang basah kuyup dan tubuh yang kotor, momen tersebut tetap menjadi salah satu anekdot rock ‘n’ roll paling menghibur yang pernah ada.
Penghormatan Musik untuk Sang Monster
Meskipun AC/DC memilih untuk tidak menulis lagu tentang Nessie, rekan sesama musisi rock mereka, Judas Priest, justru melakukan hal yang sebaliknya. Band heavy metal legendaris asal Inggris tersebut menciptakan sebuah lagu epik berdurasi panjang yang didedikasikan khusus untuk monster legendaris tersebut dengan judul “Lochness”. Lagu yang masuk dalam album Angel of Retribution yang dirilis pada tahun 2005 ini menggambarkan sosok Nessie dengan lirik yang sangat dramatis dan penuh misteri.
Dalam lagu tersebut, vokalis Judas Priest, Rob Halford, menyanyikan bait-bait yang menggambarkan keagungan dan kengerian sang monster yang bersembunyi di kedalaman air yang gelap. Melalui melodi yang berat dan atmosferik, Judas Priest berhasil menangkap esensi dari legenda Loch Ness yang terus hidup dalam imajinasi masyarakat dunia. Kontras dengan pendekatan humoris yang dilakukan oleh personel AC/DC, Judas Priest memilih untuk memberikan penghormatan yang megah dan serius kepada makhluk mitologi tersebut.
Pada akhirnya, baik melalui petualangan konyol di tengah malam maupun lewat karya musik yang megah, legenda Loch Ness akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah musik rock dunia. Kisah perjalanan Brian Johnson dan Malcolm Young membuktikan bahwa di balik panggung-panggung megah dengan jutaan penonton, para legenda rock ini tetaplah manusia biasa yang menyukai petualangan konyol dan tawa bersama sahabat terdekat.