Jazz
Nita dan Alexander Bawa Jazz Indonesia ke Lima Negara Eropa
Pasangan musisi Indonesia Nita Aartsen dan Alexander Aartsen akan menjalani rangkaian tur jazz Eropa yang ambisius sepanjang 2 Juli hingga 7 Agustus 2026. Dalam perjalanan selama lebih dari satu bulan ini, keduanya telah menerima 24 undangan pertunjukan yang tersebar di lima negara, yaitu Belanda, Jerman, Polandia, Republik Ceko, dan Luksemburg. Tur ini menegaskan posisi mereka sebagai duta jazz Indonesia di panggung internasional dan menunjukkan semakin kuatnya pengakuan terhadap musisi Indonesia di kancah musik dunia.
Perjalanan Tur Dimulai dari Belanda
Tur jazz Eropa ini akan dibuka di Giethoorn, Belanda pada 2 Juli 2026, sebuah kota yang terkenal dengan keindahan alamnya dan komunitas seni yang aktif. Sehari setelahnya, Nita dan Alexander akan tampil di Teatro Munganga di Amsterdam, salah satu venue jazz terkemuka di Belanda yang telah menjadi rumah bagi banyak pertunjukan jazz berkualitas tinggi. Amsterdam, sebagai pusat budaya dan seni di Belanda, menjadi lokasi strategis bagi mereka untuk memulai tur dengan penampilan yang akan menarik perhatian komunitas jazz lokal dan internasional.
Kehadiran mereka di Belanda bukan hanya sekadar pertunjukan biasa, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun jaringan dan memperkuat hubungan dengan musisi serta promoter jazz di Eropa. Belanda sendiri memiliki tradisi jazz yang kaya dan komunitas penggemar jazz yang sangat antusias, sehingga menjadi tempat yang ideal untuk memulai perjalanan tur internasional ini.
Penampilan Spektakuler di Jerman dan Kolaborasi Lintas Negara
Memasuki Jerman, Nita dan Alexander akan tampil di sejumlah venue jazz ternama seperti The Hat dan Badenscher Hof Jazzclub di Berlin, kota yang dikenal sebagai salah satu pusat jazz paling dinamis di Eropa. Salah satu penampilan penting mereka adalah membawakan program khusus berjudul “A Tribute to Ella & Frank” bersama Nita Aartsen Quartet, sebuah penghormatan kepada legenda jazz Ella Fitzgerald dan Frank Sinatra yang akan menampilkan interpretasi modern terhadap lagu-lagu klasik mereka.
Salah satu puncak tur ini adalah penampilan Nita Aartsen di klub jazz legendaris Berlin, B-Flat Jazz Club, pada 31 Juli 2026. Konser tersebut akan mempertemukan musisi dari berbagai negara dalam sebuah kolaborasi lintas budaya yang unik, menghadirkan Daigo Nakai dan Shinichi Nakajima dari Jepang, Kuba Skowroński dari Polandia, serta Alexander Aartsen dari Belanda. Kolaborasi semacam ini mencerminkan semangat universal jazz sebagai bahasa musik yang melampaui batas geografis dan budaya, memungkinkan musisi dari berbagai latar belakang untuk bersatu dalam ekspresi artistik.
Ekspansi ke Polandia, Republik Ceko, dan Luksemburg
Perjalanan tur akan berlanjut ke Polandia dengan penampilan di Globus Krakow, yang menjadi bagian dari Krakow Jazz Festival, salah satu festival jazz terbesar dan paling prestisius di Eropa Tengah. Festival ini menarik ribuan penggemar jazz dari seluruh dunia dan memberikan platform yang sangat berharga bagi musisi untuk memamerkan bakat mereka kepada audiens internasional. Setelah Krakow, Nita dan Alexander akan singgah di Poznań untuk berkolaborasi dengan musisi Polandia terkenal Kuba Skowroński, memperdalam hubungan artistik dengan komunitas jazz lokal.
Dari Polandia, pasangan ini akan melanjutkan tur ke Luksemburg melalui konser di Mirador, kemudian kembali ke Belanda untuk tampil di Landjuweel Amsterdam dan Jazz Café Dizzy di Rotterdam. Sebelum tur berakhir, mereka juga akan mengunjungi Republik Ceko dengan penampilan di Praha, serta menggelar konser penutup di Jazzclub Vogler, München, Jerman pada 6 dan 7 Agustus 2026. Rute tur yang mencakup lima negara ini menunjukkan bagaimana musik jazz telah menciptakan jaringan global yang menghubungkan musisi dan penggemar di berbagai belahan dunia.
Membangun Jejaring dan Mempromosikan Musik Indonesia
Selama lebih dari satu bulan tur, Nita dan Alexander tidak hanya tampil sebagai duo, tetapi juga secara aktif membangun jejaring kolaborasi dengan musisi Eropa dan Asia. Kehadiran mereka di berbagai festival, klub jazz, dan jam session menunjukkan bahwa musisi Indonesia terus mendapatkan pengakuan dan tempat yang layak di panggung jazz internasional. Pada awal Agustus, Nita Aartsen dijadwalkan menjadi tamu spesial pada Naked Jazz Jam Session di The Hat, Berlin, bergabung bersama Eric Vaughn Quintet dalam sebuah sesi improvisasi yang akan menampilkan kreativitas dan fleksibilitas musikalnya.
Bagi Nita Aartsen, yang sempat menetap di Belanda dan aktif mempromosikan musik Indonesia melalui medium jazz, tur ini menjadi kelanjutan dari misi jangka panjangnya untuk memperkenalkan musisi Indonesia kepada audiens Eropa yang lebih luas. Bersama Alexander Aartsen, mereka membuktikan bahwa karya berkualitas tinggi dan kolaborasi lintas budaya mampu menjembatani perbedaan geografis dan budaya, sekaligus memperkuat hubungan antar komunitas jazz di berbagai negara. Tur ini juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta musik yang dapat bersaing dan berkolaborasi dengan musisi kelas dunia, membuka peluang lebih besar bagi musisi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional dan memperluas jangkauan karya mereka ke pasar global.