Metal
Majalah Prog Menghadirkan Karya Musik Progresif Terbaru Pekan Ini
Majalah musik ternama, Prog, kembali menghadirkan kurasi mingguan bertajuk “Tracks Of The Week” yang menampilkan tujuh karya musik progresif terbaru dan paling variatif dari berbagai penjuru dunia. Program mingguan ini menjadi wadah penting bagi para pencinta musik untuk menemukan rilisan terbaru tanpa harus mencari satu per satu di berbagai platform digital. Pada edisi sebelumnya, grup prog metal asal Wales, Godsticks, berhasil menduduki posisi puncak lewat video permainan gitar dan bas mereka untuk lagu “Hold Back”, disusul oleh Downes Braide Association dan Boss Kelod di posisi berikutnya.
Ragam Eksplorasi Musik Progresif Terbaru
Salah satu sorotan utama pekan ini datang dari Lonely Robot dengan video musik terbaru mereka untuk lagu “The River”. Lagu reflektif ini merupakan singel ketiga yang diambil dari album perpisahan mereka yang berjudul An Ending, dirilis melalui White Knight Records. Proyek yang dipimpin oleh musisi John Mitchell ini menandai akhir dari perjalanan enam album Lonely Robot. Mitchell mengungkapkan bahwa “The River” adalah kolaborasi penulisan lagu pertama dalam sejarah Lonely Robot, yang ia kerjakan bersama Jez Fielder. Kolaborasi ini mengangkat tema kenangan dan kehilangan yang terinspirasi dari pengalaman pribadi mereka berdua sebagai anak adopsi.
Dari ranah instrumental prog metal, duo asal Prancis bernama Ølyp memperkenalkan diri lewat karya terbaru mereka yang berjudul “Molden”. Terdiri dari Thibaud Lépicier dan David Annenkoff, duo ini siap merilis album debut mereka, I(m)MORTAL, pada akhir November mendatang melalui Klonosphere Records dan Season Of Mist. Musik mereka menggabungkan elemen biola, viola, dan selo untuk memperkuat nuansa sinematik. Melalui karya instrumental ini, Ølyp mencoba menggambarkan hubungan manusia yang semakin rusak dengan alam serta ancaman keruntuhan lingkungan tanpa menggunakan satu baris lirik pun.
Sementara itu, trio progressive rock asal Kansas, Amerika Serikat, Quivira, merilis video untuk singel ganda “The Turk/Follow The Wind”. Band ini menarik perhatian karena diperkuat oleh Jake Livgren, keponakan dari pendiri band legendaris Kansas, Kerry Livgren. Bersama John Baker dan pemain kibor Lisa LaRue, Quivira merilis album debut self-titled yang berfokus pada kisah sejarah Quivira, sebuah perkampungan penduduk asli Amerika yang dahulu diyakini menyimpan emas oleh penjelajah Spanyol, Coronado.
Kolaborasi Legendaris dan Sentuhan Nostalgia
Proyek Kompendium milik Robert Reed juga kembali mencuri perhatian dengan merilis video untuk lagu “Lilly” yang menampilkan permainan gitar legendaris dari Steve Hackett, mantan gitaris Genesis. Lagu ini merupakan bagian dari versi director’s cut untuk album Beneath The Waves yang pertama kali dirilis pada tahun 2012. Reed menjelaskan bahwa perilisan ulang ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan karya tersebut kepada pendengar baru, sekaligus menyempurnakan beberapa bagian lagu yang sebelumnya terpaksa dikompromikan karena keterbatasan waktu produksi pada masa lalu.
Eksplorasi artistik yang mendalam juga ditunjukkan oleh Giant Sky, proyek solo dari musisi Norwegia Erlend Viken. Melalui singel “Lifting Apples”, Viken menyuguhkan bagian dari album ketiganya, Giant Sky III, yang juga menampilkan kolaborasi dengan Stuart Braithwaite dari Mogwai. Viken menjelaskan bahwa album ini merupakan refleksi dari perjalanannya sebagai komposer selama 25 tahun terakhir. Di tengah gempuran musik yang diproduksi oleh kecerdasan buatan (AI) dan algoritma digital, Viken memilih jalan yang lebih lambat dan mengutamakan ketidaksempurnaan manusiawi agar musiknya dapat menemukan bentuknya sendiri secara jujur.
Grup instrumental asal Norwegia lainnya, The Samuel Jackson Five, turut membagikan singel “Temporary Happiness Revival” dari album mendatang mereka, A Passage to Elsewhere. Lagu ini memadukan alur bas yang terinspirasi dari James Jamerson, piano neoklasik, eksperimen pita kaset, serta tekstur synth khas era 80-an untuk menciptakan lanskap suara yang penuh nostalgia dan optimisme hangat.
Sentuhan Humor Gelap dan Relevansi Industri
Sebagai penutup kurasi pekan ini, band psych/prog rock asal Hastings, Ditch The Demon, hadir dengan singel bernuansa mistis dan sedikit mengerikan berjudul “Meat Honey”. Lagu ini digambarkan sebagai perjalanan roller coaster prog-rock tentang keserakahan iblis dalam memburu jiwa-jiwa baru. Inspirasi lagu ini terbilang unik, karena lahir setelah sang pemain bas membaca artikel tentang lebah pemakan bangkai, yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah sindiran jenaka terhadap obsesi musik rock terhadap sosok kegelapan.
Kehadiran berbagai rilisan baru ini membuktikan bahwa genre musik progresif tetap hidup dan terus berevolusi di era modern. Melalui kurasi mingguan seperti ini, para musisi independen mendapatkan ruang yang sangat dibutuhkan untuk menjangkau audiens global yang menghargai kompleksitas struktur lagu, kedalaman lirik, dan eksperimentasi instrumen yang melampaui batas-batas musik arus utama.