Jazz

Karimata dan Krakatau Bersanding di Jazz Goes To Campus Vol. 2

Published

on

Jazz Goes To Campus (JGTC) kembali menghadirkan rangkaian konser spesial melalui The City Series Vol. 2, yang akan digelar pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 19.00 hingga 21.00 WIB di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Setelah sukses membuka seri perdana pada April lalu bersama Bandung Jazz Orchestra, edisi kedua ini mempertemukan dua nama besar dalam sejarah jazz fusion Indonesia, Karimata dan Krakatau, dalam satu panggung yang sarat nilai historis dan musikal. Konser ini menjadi bagian dari perjalanan menuju dua momentum penting, yakni perayaan 50 tahun Jazz Goes To Campus serta 500 tahun Kota Jakarta.

Dua Ikon Jazz Indonesia dalam Satu Panggung

Melalui tema tersebut, JGTC tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga mengajak publik melihat bagaimana jazz Indonesia tumbuh, berkembang, dan terus berdialog dengan budaya serta dinamika kota yang menjadi rumahnya. Sebagai dua kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan jazz Indonesia sejak era 1980-an, Karimata dan Krakatau akan membawakan repertoar terbaik mereka dengan penuh semangat dan dedikasi.

Penonton juga akan disuguhkan sejumlah momen eksklusif yang hanya hadir dalam konser ini, mulai dari battle performance, kolaborasi lintas personel, hingga saling bertukar lagu yang menjadi ciri khas masing-masing grup. Pertemuan mereka di panggung yang sama terakhir kali terjadi pada tahun 1988, namun pertemuan kali ini berbeda karena mereka telah sempat berlatih di studio milik Donny Hardono, pemilik DSS Studio yang tersohor. Persiapan matang ini diharapkan akan menghadirkan pertunjukan yang lebih solid dan berkesan bagi seluruh penonton.

Karimata: Pelopor Jazz Fusion Indonesia

Karimata dikenal sebagai salah satu kelompok jazz fusion paling berpengaruh di Indonesia sejak pertengahan 1980-an. Dibentuk oleh Candra Darusman, Aminoto Kosin, Erwin Gutawa, Denny TR, dan Budhy Haryono, Karimata berhasil memadukan jazz, fusion, pop, dan unsur musik Indonesia dalam karya-karya yang hingga kini tetap menjadi referensi bagi banyak musisi. Kontribusi Karimata terhadap perkembangan jazz Indonesia sangat signifikan, karena mereka mampu menciptakan identitas unik yang menggabungkan kompleksitas harmoni jazz dengan melodi yang mudah diingat oleh publik luas.

Formasi Karimata mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Saat ini, grup ini beroperasi dengan formasi yang berbeda dari era awal, dengan Indro Hardjodikoro, Donny Koeswinarno, dan Kharis menggantikan beberapa personel lama. Meskipun demikian, semangat musikal Karimata tetap terjaga dan selalu mendapat sambutan hangat dari para penikmat jazz di seluruh Indonesia. Mereka terus membuktikan bahwa jazz fusion Indonesia memiliki daya tarik yang berkelanjutan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.

Krakatau: Eksplorasi Musik Tanpa Batas

Di sisi lain, Krakatau juga menjadi tonggak penting dalam sejarah jazz Indonesia dengan pendekatan yang berbeda namun sama kuatnya. Kelompok yang digawangi Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma, Gilang Ramadhan, dan Trie Utami ini dikenal dengan eksplorasi musik yang memadukan jazz, progressive rock, musik tradisi Nusantara, hingga world music. Krakatau memiliki filosofi musikal yang lebih terbuka terhadap berbagai pengaruh global sambil tetap menjaga akar budaya Indonesia dalam setiap komposisi mereka.

Seperti halnya Karimata, Krakatau juga mengalami perubahan personel dalam perjalanannya. Belakangan ini Pra Budi Dharma absen dan digantikan oleh Barry Likumahuwa, sementara Donny Suhendra yang telah berpulang perannya digantikan oleh Andre Dinuth. Perubahan ini menunjukkan bahwa Krakatau terus berkembang dan membuka peluang bagi musisi-musisi berbakat untuk berkontribusi dalam misi mereka mengeksplorasi musik tanpa batas. Dedikasi mereka terhadap inovasi musik membuat Krakatau tetap relevan dan terus menarik perhatian audiens baru dari berbagai generasi.

Pendukung Pertunjukan dan Penampil Tambahan

Tidak hanya menghadirkan dua ikon jazz tersebut, konser ini juga akan dimeriahkan oleh musisi-musisi berbakat lainnya seperti Ricky Basuki, Lydia Nursaid, dan Harvey Malaihollo. Kehadiran mereka akan menambah dimensi artistik dari pertunjukan dan memberikan variasi yang menarik bagi penonton. Acara akan dipandu oleh Indra Bekti dan Shinta Juju, yang diharapkan mampu membawa suasana hangat dan penuh nostalgia sepanjang pertunjukan berlangsung.

Signifikansi Pertemuan Dua Supergrup

Bagi para pencinta jazz, pertemuan Karimata dan Krakatau dalam satu panggung tentu menjadi kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan. Kedua grup telah melahirkan berbagai karya penting yang memberi warna pada perjalanan musik jazz modern Indonesia, sekaligus menginspirasi banyak musisi lintas generasi. Kontribusi mereka tidak hanya terletak pada musik yang mereka ciptakan, tetapi juga pada bagaimana mereka membuka jalan bagi musisi-musisi muda untuk mengeksplorasi jazz dengan cara yang lebih berani dan inovatif.

Melalui Jazz Goes To Campus – The City Series Vol. 2, penyelenggara kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem jazz Indonesia. Lebih dari sekadar konser nostalgia, acara ini menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, kreativitas, dan semangat regenerasi, memperlihatkan bahwa jazz Indonesia terus bergerak, menemukan audiens baru, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Dengan menghadirkan dua supergrup legendaris ini, JGTC memberikan kesempatan kepada publik untuk menyaksikan langsung bagaimana jazz Indonesia telah berkembang dan terus berinovasi dalam menghadapi tantangan era modern.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version