Metal
Dirty Honey Mengumumkan Album Ketiga Bertajuk Catch My Butterfly
Grup rock yang sedang naik daun asal Los Angeles, Amerika Serikat, Dirty Honey, secara resmi telah mengumumkan detail mengenai peluncuran album studio ketiga mereka. Album yang diberi judul Catch My Butterfly ini dijadwalkan untuk rilis pada tanggal 15 Januari tahun depan di bawah naungan label Dirt Records. Sebagai tindak lanjut dari album sukses mereka di tahun 2023 yang bertajuk Can’t Find the Brakes, pengumuman ini langsung disambut hangat oleh para penggemar musik rock di seluruh dunia. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Dirty Honey juga merilis dua lagu pertama dari album ini, yaitu lagu berenergi tinggi “Lights Out” dan lagu yang lebih emosional serta reflektif berjudul “Butterfly”.
Eksplorasi Musikalitas Baru dan Makna Mendalam di Balik Lagu
Lagu pertama yang dirilis, “Lights Out”, digambarkan sebagai sebuah lagu kebangsaan rock yang menghentak dan penuh energi. Gitaris Dirty Honey, John Notto, mengungkapkan rasa puasnya terhadap proses pembuatan lagu ini. Menurutnya, “Lights Out” adalah salah satu momen langka di mana ia berhasil merekam permainan solo gitar yang sempurna langsung pada versi demo awal. Namun, Notto juga menekankan bahwa lagu ini hanyalah satu warna dari keseluruhan album, karena masih banyak variasi musik menarik lainnya yang akan disuguhkan dalam album Catch My Butterfly.
Di sisi lain, lagu “Butterfly” membawa pendengar ke dalam sisi yang jauh lebih kontemplatif dan emosional dari band ini. Vokalis utama, Marc LaBelle, berbagi kisah pribadi yang sangat menyentuh di balik penulisan lirik lagu tersebut. LaBelle mengungkapkan bahwa keluarganya sempat menghadapi masalah kecanduan, dan ia mencoba menulis lagu ini dari sudut pandang yang berbeda—baik dari perspektif seorang ayah yang memiliki anak pecandu, atau anggota keluarga yang harus menyaksikan perjuangan berat tersebut. Lagu ini menggambarkan kecemasan yang luar biasa tentang apakah orang yang dicintai masih hidup atau sudah tiada di setiap detiknya. Melalui metafora yang kuat, LaBelle ingin menyampaikan betapa sulitnya menyelamatkan seseorang yang tampak sangat indah namun sekaligus sangat hancur di dalam dirinya.
Sentuhan Produser John Feldman dan Kematangan Band
Proses produksi album Catch My Butterfly ini ditangani oleh produser ternama John Feldman, yang juga dikenal sebagai vokalis dari band punk legendaris asal Los Angeles, Goldfinger. Feldman bukanlah nama baru di industri musik global; ia sebelumnya telah sukses bekerja sama dengan deretan artis besar seperti Avril Lavigne, Yungblud, Blink-182, The Struts, hingga Biffy Clyro. Kehadiran Feldman di kursi produser diyakini memberikan sentuhan modern yang segar tanpa menghilangkan esensi rock klasik yang menjadi ciri khas Dirty Honey.
Marc LaBelle menyatakan rasa bangganya yang luar biasa atas ketekunan dan daya tahan band ini hingga mampu melahirkan album ketiga. Bagi sebuah band rock modern, berhasil bertahan dan merilis album ketiga adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah. LaBelle mengakui bahwa mereka telah melewati banyak proses belajar, mulai dari melakukan kesalahan di dalam studio rekaman, mengatasi penyesalan masa lalu, menjalani kehidupan dengan lebih dewasa, hingga akhirnya berkembang menjadi penulis lagu yang jauh lebih baik. Semua pengalaman hidup dan dinamika tersebut terakumulasi dengan indah di dalam album baru ini. Pemain bas Justin Smolian juga menambahkan bahwa album ini akan menunjukkan spektrum kemampuan mereka yang sangat luas sebagai musisi dan penulis lagu, membuktikan bahwa mereka bukanlah band yang hanya mengandalkan satu formula saja.
Perjalanan Karier dan Pengaruh Dirty Honey di Kancah Rock
Sejak terbentuk di Los Angeles pada tahun 2017, Dirty Honey telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Mereka merilis album debut self-titled mereka pada tahun 2021 yang langsung menarik perhatian para pencinta musik rock klasik. Kehadiran mereka seolah menjadi angin segar di tengah dominasi genre musik modern lainnya. Kualitas musik mereka yang solid membuat mereka dipercaya untuk menjadi band pembuka bagi legenda-legenda rock dunia, seperti Guns N’ Roses, The Black Crowes, The Who, Kiss, Rival Sons, hingga Alter Bridge. Pada tahun 2022, mereka juga sukses menggelar tur bersama Mammoth WVH dalam tajuk “Young Guns American Tour”.
Kehadiran album Catch My Butterfly diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi Dirty Honey sebagai salah satu pilar penting dalam kebangkitan musik rock generasi baru. Album ini kini sudah dapat dipesan melalui sistem pre-order. Berikut adalah daftar lengkap lagu yang akan mengisi album terbaru mereka:
- Lights Out
- If It’s Over
- Numb
- Wanderlust
- Good For You
- Butterfly
- Good Times Gone
- American Lies
- Poison
- Sweeter
- No Way Out
- New Blood
- Lullaby
- I Should’ve Known
Dengan total 14 lagu baru, album ini menjanjikan sebuah perjalanan musikal yang kaya akan emosi, energi, dan kedewasaan bermusik. Bagi para penggemar musik rock yang merindukan raungan gitar yang jujur dan vokal yang bertenaga, kehadiran album ini tentu menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan di awal tahun 2025 mendatang.