Metal

Dave Mustcomplain Mengulas Album Archgoat Lewat Sudut Pandang Ayah Kolot

Published

on

Portal berita musik metal terkemuka, MetalSucks, kembali menghadirkan kolom ulasan jenaka yang sangat populer, “Disgruntled Dad Reviews” bersama karakter fiktifnya, Dave Mustcomplain. Kali ini, Dave mencoba mengulas album terbaru dari band black metal legendaris asal Finlandia, Archgoat, yang berjudul Nightbringer, Lightbringer. Namun, alih-alih memberikan analisis musik yang mendalam secara teknis, ulasan ini justru berubah menjadi panggung drama pribadi, keluhan keluarga, dan krisis spiritual yang sangat menggelitik bagi para pembaca.

Krisis Eksistensial dan Percobaan Menjadi Satanis

Dave memulai kolomnya dengan menceritakan masalah pribadinya yang cukup rumit dan penuh kekonyolan. Ia merasa frustrasi setelah upayanya untuk berbaikan dengan putrinya, Jessica, berujung pada penolakan yang sangat kasar. Kecewa karena merasa doanya tidak dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa, Dave menyimpulkan bahwa Tuhan mungkin tidak mendengarkannya, atau semua pengalaman spiritual yang ia rasakan sebelumnya hanyalah efek samping dari obat kolesterol Lipitor yang baru saja ia konsumsi. Obat tersebut diakuinya membuat pikirannya menjadi kacau dan tidak stabil.

Dalam kemarahannya yang tidak rasional, Dave memutuskan untuk mengambil jalan yang sepenuhnya berlawanan. Ia memilih untuk menjadi seorang murtad dan mencoba menyukai musik pemuja setan sebagai bentuk pemberontakan pribadinya. Di sinilah album terbaru dari Archgoat masuk sebagai bahan eksperimen spiritualnya yang kacau. Dave berharap musik ekstrem ini bisa menjadi pelarian, meskipun pada akhirnya ia harus menghadapi kenyataan bahwa telinga dan jiwanya tidak siap untuk menerima intensitas musik black metal.

Reaksi Kocak Terhadap Musik Ekstrem Archgoat

Ulasan lagu per lagu dimulai dengan trek pembuka berjudul “Invocation 666” yang awalnya terdengar menjanjikan bagi Dave yang sedang berpura-pura menjadi penganut satanis. Namun, antusiasme instan tersebut langsung runtuh saat ia memasuki lagu kedua, “Nightbringer, Lightbringer”. Dave menggambarkan vokal khas black metal yang berat, parau, dan dipenuhi geraman tersebut seperti suara mobil tua AMC Gremlin yang mogok dan sedang kesulitan untuk dinyalakan. Ia mulai mempertanyakan apakah dirinya harus menyukai musik buruk ini hanya karena ia sedang membenci Tuhan.

Ketidaknyamanannya semakin memuncak pada lagu “The Dawn to Armageddon”. Bukannya fokus pada ketukan drum yang cepat atau distorsi gitar yang pekat, Dave malah curhat tentang cucu-cucunya, Lilianne dan Connor, yang sudah tidak ia temui selama hampir enam tahun. Ia mengeluhkan bagaimana putrinya mendidik anak-anak tersebut dengan nilai-nilai modern yang tidak ia pahami. Dave juga merasa sedih karena seluruh keluarganya telah memblokir akun Facebook miliknya, sehingga mereka tidak bisa melihat gambar tangkapan layar dari cuitan aktor konservatif Kevin Sorbo yang sering ia bagikan.

Ketakutan Dave terhadap tema-tema gelap semakin terlihat nyata saat ia mengulas lagu “Blood of Jesus Spilling Upon the Earth” dan “Invocation 999”. Ia merasa visual seni album dan lirik yang disajikan terlalu eksplisit serta mengerikan untuk ukuran orang tua seperti dirinya. Ketika mendengar teknik rekaman suara terbalik (backward speech) pada lagu ketujuh, Dave langsung teringat pada kampanye sensor musik era 1980-an yang dipelopori oleh Tipper Gore dan PMRC (Parents Music Resource Center). Ketakutan akan dosa dan keselamatan jiwanya akhirnya membuat Dave menyesali keputusannya untuk berpaling dari keyakinannya.

Latar Belakang Archgoat dan Fenomena Satire Musik Metal

Archgoat sendiri merupakan salah satu pilar penting dalam kancah black metal bawah tanah yang dibentuk pada tahun 1989 di Turku, Finlandia. Musik mereka dikenal sangat agresif, mentah, dan sarat dengan tema-tema anti-Kristen yang sangat ekstrem. Bagi pendengar musik metal kasual atau orang awam seperti karakter Dave, musik Archgoat tentu saja terdengar seperti kebisingan tanpa arah yang menakutkan.

Kontras yang dihadirkan oleh MetalSucks melalui karakter Dave Mustcomplain ini dinilai sangat cerdas oleh para penggemar. Dengan membenturkan musik ekstrem yang penuh kegelapan dengan perspektif seorang ayah pinggiran kota yang konservatif dan penuh kecemasan sosial, ulasan ini berhasil menghibur sekaligus menyindir bagaimana sebagian masyarakat awam memandang musik metal ekstrem dengan ketakutan yang berlebihan. Dave bahkan sempat memberikan saran konyol agar Archgoat memperlambat tempo musik mereka dan merekrut Paul Rodgers, mantan vokalis band rock klasik Bad Company, untuk membuat lagu mereka lebih mudah diterima.

Pada akhirnya, Dave memberikan nilai mutlak 0 dari 5 bintang untuk album ini demi menyelamatkan jiwa abadinya dari siksa neraka. Ia menutup ulasan dengan tergesa-gesa, meminta istrinya, Doreen, untuk segera menyalakan mobil agar mereka bisa pergi ke gereja Lutheran setempat guna membersihkan diri dari pengaruh buruk musik tersebut. Dave bahkan berharap minggu depan ia bisa mengulas album dari Stryper, band heavy metal Kristen terkenal, untuk menebus dosa-dosanya. Kolom ulasan ini membuktikan bahwa musik metal tidak selalu harus ditanggapi dengan serius, dan humor satire tetap memiliki tempat yang istimewa di kalangan para pencinta musik keras.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version