Jazz
B.A.E Tampil di Jazz in July 2026 Singapura, Bawa Jazz Instrumental Indonesia
Trio instrumental asal Indonesia bernama B.A.E, yang terdiri dari Barry Likumahuwa (bass), Andre Dinuth (gitar), dan Echa Soemantri (drum), telah dipilih sebagai salah satu penampil dalam Jazz in July 2026, festival jazz tahunan terkemuka yang diselenggarakan oleh Esplanade – Theatres on the Bay di Singapura. Grup ini akan mempertunjukkan keahlian mereka di DBS Foundation Outdoor Theatre pada tanggal 17 Juli 2026 dengan dua sesi pertunjukan, masing-masing dimulai pada pukul 19.15 dan 20.30 waktu setempat.
Pendekatan Musik yang Unik dan Inovatif
B.A.E telah dikenal luas di kalangan penggemar jazz Indonesia dan Asia Tenggara karena pendekatan musik mereka yang khas dan menarik. Trio ini menggabungkan elemen-elemen improvisasi jazz yang mendalam dengan groove yang kuat, riff bernuansa funk, dan energi rock yang eksplosif dalam sebuah dialog musikal yang mengalir dengan natural di atas panggung. Kombinasi unik ini menciptakan pengalaman mendengarkan yang dinamis dan interaktif bagi setiap penonton yang hadir.
Dalam deskripsi resminya, Esplanade menggambarkan pertunjukan B.A.E sebagai pengalaman yang sangat kaya dengan interaksi musikal. Permainan ketiga personel grup ini berkembang menjadi percakapan musikal yang bergerak dengan bebas dan organik, mulai dari ballad yang intim dan menyentuh hati hingga komposisi yang penuh dengan ledakan energi dan dinamika tinggi. Selain membawakan karya-karya orisinal yang telah mereka ciptakan, B.A.E juga menghadirkan interpretasi baru dan segar terhadap sejumlah repertoar instrumental yang telah dikenal luas oleh penggemar jazz di seluruh dunia.
Persiapan Matang Sebelum Tampil di Singapura
Kehadiran B.A.E di Singapura berlangsung hanya beberapa pekan setelah mereka tampil di Gedebage International Jazz Festival 2026 yang diselenggarakan di Bandung. Pada kesempatan tersebut, B.A.E juga berkolaborasi dengan saksofonis berbakat asal Jepang bernama Takahiro Miyazaki, sekaligus menjadikan panggung festival Bandung sebagai ajang penting untuk menguji dan menyempurnakan materi pertunjukan sebelum bertolak ke Jazz in July di Singapura. Strategi persiapan ini menunjukkan profesionalisme dan dedikasi trio dalam memastikan setiap pertunjukan mereka mencapai standar kualitas tertinggi.
Jazz in July 2026: Festival Jazz Terbesar dan Paling Inklusif
Jazz in July 2026 akan berlangsung sepanjang bulan Juli, dari tanggal 1 hingga 31 Juli, dan menghadirkan lebih dari 50 konser, lokakarya, dan sesi jam yang sebagian besar dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat umum. Festival yang telah memasuki edisi ke-19 ini telah diakui sebagai salah satu perayaan jazz paling inklusif dan demokratis di Singapura, dengan menghadirkan musisi lokal maupun internasional dalam berbagai spektrum gaya musik, mulai dari jazz tradisional, improvisasi bebas, samba, bossa nova, fusion, hingga eksplorasi elektronik yang eksperimental.
Penyelenggara festival mengusung semangat yang kuat bahwa “Jazz is Free. Fun. Dirty. Romantic. Rebellious. Classy. Chaotic.” – filosofi yang mencerminkan keinginan mereka untuk menunjukkan bahwa jazz bukanlah musik yang hanya diperuntukkan bagi penikmat lama atau kelompok eksklusif tertentu, melainkan ruang terbuka dan mengundang bagi siapa saja yang ingin mulai mengenalnya atau memperdalam apresiasi mereka. Setiap malam festival menawarkan warna dan karakter yang berbeda, sementara pada akhir pekan pengunjung dapat menikmati sesi jam interaktif, pertunjukan big band, serta penampilan musisi dari berbagai negara yang membawa perspektif unik mereka.
Program Beragam dan Nama-Nama Ternama
Selain rangkaian konser gratis yang menjadi daya tarik utama festival, program berbayar tahun ini juga menghadirkan nama-nama ternama dalam dunia jazz kontemporer, seperti Nilze Carvalho, Gabrielle Cavassa, Peter Evans Quartet, dan Bobby Sparks II. Kehadiran musisi-musisi ini merepresentasikan beragam wajah dan ekspresi jazz kontemporer, menunjukkan vitalitas dan keragaman genre musik ini di era modern.
Kontribusi Indonesia dalam Panggung Jazz Internasional
Partisipasi B.A.E di Jazz in July 2026 menjadi bukti nyata semakin seringnya musisi Indonesia hadir dan diakui dalam jaringan festival jazz internasional yang prestisius. Di tengah program festival yang didominasi oleh musisi Singapura dan tamu mancanegara dari berbagai belahan dunia, trio B.A.E membawa warna khas Indonesia melalui perpaduan unik permainan instrumental yang komunikatif, groove yang kuat dan menggugah, serta improvisasi yang menjadi ciri utama identitas musikal mereka. Hal ini menunjukkan bahwa musisi Indonesia memiliki kontribusi signifikan dalam perkembangan jazz Asia Tenggara dan dunia.
B.A.E merupakan salah satu talenta jazz Indonesia yang direpresentasikan oleh WartaJazz Agency, sebuah layanan dari WartaJazz yang didirikan khusus untuk membantu talenta musisi Indonesia mendapatkan kesempatan mengisi panggung-panggung berkelas dunia dan memperluas jangkauan internasional mereka. Bagi mereka yang kebetulan sedang berada di Singapura atau merupakan warga lokal, sangat disarankan untuk datang langsung ke Esplanade dan merasakan interaksi langsung dengan trio energik ini dalam pertunjukan mereka yang tak terlupakan.