Musik
AUFA Rilis Singel “Adakalanya” Menggabungkan Synth-Pop, New Wave, dan Disco
Proyek solo Aufa Kantadiredja yang dikenal dengan nama AUFA kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Adakalanya” yang dirilis pada 12 Agustus 2026. Singel ini menjadi medium bagi penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta tersebut untuk mengolah pengalaman personal tentang kesendirian, tekanan emosional, dan proses memahami kembali hubungan dengan diri sendiri melalui perpaduan unik antara synth-pop, new wave, dan sentuhan disco yang kaya.
Perpaduan Musik yang Lahir dari Kebetulan
Salah satu aspek menarik dari “Adakalanya” adalah bagaimana elemen disco masuk ke dalam komposisi lagu ini secara tidak sengaja. Sebelum mengerjakan singel tersebut, AUFA mengakui bahwa ia jarang terpapar dengan musik disco dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, sebuah momen sederhana mengubah perspektifnya terhadap genre tersebut. Ketika sedang melakukan shuffle playlist di Spotify, lagu “Super Trouper” dari ABBA muncul secara acak dan memberikan inspirasi yang tidak terduga untuk menggabungkan karakteristik synth-pop dan new wave dengan pendekatan disco.
Dari penemuan tersebut, AUFA melihat potensi besar untuk membawa kembali formula musik yang pernah digunakan oleh musisi-musisi legendaris pada era mereka. Ia merujuk pada sejumlah artis seperti Duran Duran, Human League, dan Michael Jackson yang pada masanya berhasil mempertemukan karakter pop elektronik dengan elemen disco secara harmonis. Namun, “Adakalanya” bukan sekadar peniruan dari formula lama tersebut. Sebaliknya, lagu ini merupakan percobaan AUFA sendiri untuk menghadirkan pendekatan musik tersebut melalui sudut pandang dan identitas musikal yang unik sesuai dengan konteks masa kini.
Keresahan Personal Menjadi Bahan Baku Kreatif
Lebih dari sekadar eksplorasi bunyi dan genre, “Adakalanya” berangkat dari pengalaman yang sangat personal dan intim bagi AUFA. Lagu ini diciptakan pada saat ketika penyanyi tersebut berada dalam fase kesendirian dan mengalami tekanan emosional yang cukup berat. Dalam situasi tersebut, AUFA menjadikan musik sebagai salah satu cara untuk mengolah dan memproses keresahan yang sedang dialaminya. Proses penulisan lagu berlangsung secara organik dan natural, namun justru ketika membaca kembali lirik yang telah ditulis, AUFA menyadari sesuatu yang mendalam tentang kondisi dirinya saat itu.
Kesadaran yang muncul dari proses kreatif ini cukup mengejutkan bagi AUFA sendiri. Ia baru menyadari bahwa dirinya sebenarnya tidak dalam kondisi baik-baik saja ketika membaca lirik-lirik yang telah ditulisnya. Melalui proses menulis dan menciptakan musik, AUFA menemukan pemahaman baru tentang pentingnya untuk menyayangi dan merawat diri sendiri. Kesadaran ini menjadi inti dari makna yang ingin disampaikan melalui “Adakalanya”.
Tema Self-Love dan Pentingnya Merawat Diri Sendiri
Makna mendalam dari “Adakalanya” berhubungan dengan bagaimana seseorang sering kali terlalu sibuk memprioritaskan kebutuhan dan kepentingan orang lain hingga lupa untuk memperhatikan dan merawat diri sendiri. AUFA melihat pola ini sebagai sesuatu yang umum terjadi dalam kehidupan modern, di mana banyak orang mengorbankan kesejahteraan pribadi mereka demi orang-orang di sekitar mereka. Lagu ini kemudian berfungsi sebagai pengingat personal bagi AUFA sendiri agar tidak kembali melupakan kebutuhan penting untuk menjaga diri ketika berada dalam titik terendah atau menghadapi tantangan hidup.
Secara keseluruhan, “Adakalanya” merupakan pertemuan yang harmonis antara eksplorasi musikal yang berani dengan pengalaman personal yang mendalam. Sentuhan disco yang muncul dari sebuah penemuan tak sengaja ini justru membawa proyek singel ke arah yang baru dan segar, sementara tema tentang kesendirian dan self-love membuat lagu terasa lebih dekat dan relatable dengan pengalaman sehari-hari pendengar.
Rencana Pertunjukan dan Ekspansi Artistik
Setelah meluncurkan “Adakalanya”, AUFA juga memiliki ambisi untuk membawa musiknya ke ruang pertunjukan yang lebih beragam dan berkualitas. Salah satu panggung yang menjadi target AUFA adalah Bagigs, sebuah venue yang menurutnya memiliki standar produksi yang tinggi serta karakter audiens yang menarik dan apresiatif. AUFA tertarik dengan dinamika unik di venue tersebut, di mana penonton tetap memberikan perhatian penuh kepada musisi meskipun mereka sebelumnya belum mengenal nama atau karya mereka. Hal ini menunjukkan komitmen AUFA untuk terus berkembang dan menjangkau audiens yang lebih luas melalui pertunjukan langsung yang bermakna.
Melalui “Adakalanya”, AUFA berhasil membuka ruang yang cukup personal sekaligus eksperimental dalam karya musiknya. Singel ini menjadi representasi sempurna dari pertemuan antara ketertarikan baru terhadap disco, karakter synth-pop dan new wave yang menjadi identitas musikal AUFA, serta proses yang lebih dalam dalam mengenali dan memahami diri sendiri melalui medium musik. Dengan pendekatan yang autentik dan berani bereksperimen, AUFA menunjukkan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk introspeksi dan pertumbuhan pribadi.