Musik
Setelah 23 Tahun Tersimpan, Nara Hidupkan Kembali Kolaborasi Bersejarah Bersama Mendiang Yockie Suryoprayogo Lewat Single “Dirimu Bagi Diriku”
Jakarta — Ada lagu yang lahir pada waktunya. Ada pula lagu yang harus menunggu puluhan tahun hingga akhirnya menemukan jalan pulang kepada para pendengarnya.
Penyanyi sekaligus penulis lagu Nara resmi merilis single terbaru berjudul “Dirimu Bagi Diriku”, sebuah karya yang memiliki makna jauh melampaui sebuah lagu cinta. Di balik komposisi tersebut tersimpan kisah tentang hubungan seorang anak dengan ayahnya, sekaligus menjadi penghormatan bagi salah satu maestro musik Indonesia, Yockie Suryoprayogo.
Lagu ini sebenarnya mulai diciptakan dan direkam sekitar tahun 2003. Saat itu Nara membawa demo ciptaannya ke home studio sang ayah. Keesokan harinya, Yockie menelepon dan memberikan arahan yang kemudian menjadi titik penting perjalanan musik Nara.
“Lagu ini kamu saja yang nyanyi solo, jangan pakai band.”
Kalimat sederhana tersebut menjadi bentuk kepercayaan terbesar yang diterima Nara sebagai seorang musisi.
Tidak berhenti sebagai pemberi masukan, Yockie kemudian mengambil peran sebagai arranger sekaligus produser. Ia merekam sendiri lapisan keyboard, piano, aransemen strings, hingga beberapa bagian gitar akustik yang kemudian menjadi fondasi utama lagu tersebut.
Namun setelah proses rekaman berlangsung, proyek itu tidak pernah selesai dirilis. Lagu beserta seluruh master rekamannya tersimpan di dalam arsip digital selama lebih dari dua dekade.
Bagi Nara, penundaan itu bukan hanya persoalan teknis.
Kepergian sang ayah membuat dirinya membutuhkan waktu yang panjang untuk siap kembali membuka proyek tersebut. Di sisi lain, seluruh rekaman asli tersimpan di dalam media penyimpanan lawas yang mulai menua dan memiliki risiko kerusakan permanen apabila dipindahkan secara sembarangan.
Titik balik terjadi ketika produser Bayu Randu menemukan kembali arsip historis tersebut saat melakukan penelusuran data lama. Proses restorasi digital kemudian dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menyelamatkan setiap track asli permainan Yockie tanpa mengubah karakter maupun notasi yang pernah direkamnya lebih dari dua dekade lalu.
Seluruh track kemudian dipindahkan ke sistem produksi modern, sementara aransemen pendukung dibangun mengelilingi rekaman asli sehingga sentuhan musikal Yockie tetap menjadi pusat dari keseluruhan lagu.
Bagi Nara, momen pertama mendengar kembali permainan ayahnya setelah 23 tahun menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
“Momen ketika Papa meminta saya membawakan lagu ini secara solo adalah bentuk validasi terbesar dalam hidup saya sebagai musisi. Ketika hard disk lama itu berhasil diselamatkan dan saya kembali mendengar strings, keyboard, serta petikan gitar akustik yang Papa isi sendiri pada tahun 2003, rasanya sangat magis. Itu bukan sekadar mendengar rekaman lama, tetapi seperti merasakan kembali kehadiran, energi, dan restu Papa yang sempat tertunda melintasi waktu.”
Secara musikal, “Dirimu Bagi Diriku” hadir sebagai pop alternatif dengan balutan pop ballad dan sentuhan art rock yang megah namun tetap intim. Keputusan mempertahankan permainan instrumen asli dari era 2000-an dipadukan dengan kualitas produksi masa kini menciptakan karakter suara yang hangat, organik, sekaligus emosional.
Lebih dari sekadar perilisan sebuah single, lagu ini menjadi salah satu arsip kolaborasi paling personal antara Nara dan almarhum Yockie Suryoprayogo yang akhirnya dapat dinikmati publik untuk pertama kalinya.
Melalui karya ini, Nara ingin memperkenalkan sisi lain dari kejeniusan Yockie—bukan hanya sebagai pemain keyboard legendaris, tetapi sebagai seorang arranger dan produser yang mampu menerjemahkan lagu ciptaan putrinya menjadi sebuah karya yang penuh kedalaman emosional.
Di saat yang sama, “Dirimu Bagi Diriku” juga menjadi langkah baru bagi Nara untuk memperkenalkan dirinya sebagai solois dengan membawa karya orisinal yang lahir dari restu, kepercayaan, dan warisan musikal sang ayah.
Kredit Produksi
Judul: Dirimu Bagi Diriku
Penyanyi & Penulis Lagu: Nara
Arranger & Produser (2003): Almarhum Yockie Suryoprayogo
Restorasi, Produksi Akhir, Mixing & Mastering: Bayu Randu
Digital Distribution: Musicblast.id
SOraya
25 Juli 2026 at 7:17 am
sakses terusss