Metal

Metal Hammer Merilis Daftar Lagu Metal Terbaik Edisi September 2026

Published

on

Waktu terus berjalan dengan cepat, dan industri musik metal dunia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Memasuki pertengahan bulan September, panggung musik global diramaikan oleh berbagai tur konser berskala besar dari nama-nama besar seperti Evanescence dan Spiritbox. Momentum ini juga membawa gelombang rilisan karya baru yang sangat dinantikan oleh para penggemar musik keras di seluruh dunia. Untuk membantu para pendengar menyaring banyaknya rilisan baru, majalah musik legendaris Metal Hammer kembali merilis daftar lagu metal terbaik mingguan mereka yang penuh dengan keragaman genre.

Sebelum membahas kurasi minggu ini, hasil pemungutan suara dari minggu lalu menunjukkan dinamika yang menarik di kalangan penggemar. Kembalinya Slipknot dengan karya teranyar mereka sempat mengejutkan banyak pihak karena berhasil menembus posisi tiga besar di tengah berbagai perdebatan hangat di komunitas. Sementara itu, Miss May I berhasil mengamankan posisi kedua lewat lagu “Highbrow Thieves”, dan posisi puncak berhasil direbut oleh kolaborasi apik antara Ando San dan Hype Man / Triggas. Minggu ini, kurasi yang dihadirkan tidak kalah menarik, mulai dari kembalinya veteran seperti Trivium dan Godflesh, hingga talenta baru yang sedang naik daun seperti Hulder dan Sable Hills.

Eksplorasi Rilisan Terbaru dari Para Raksasa Metal

Salah satu sorotan utama minggu ini adalah kembalinya Trivium lewat lagu terbaru mereka yang berjudul “Dead Inside Of Me”. Setelah sebelumnya sukses mengusung energi metal tradisional dalam album In The Court Of The Dragon dan What The Dead Men Say, band asal Orlando ini tampaknya sengaja melakukan eksplorasi arah musikal yang baru. Lagu ini menyuguhkan nuansa yang lebih berat dan lambat, mirip dengan gaya khas Machine Head, lengkap dengan dentuman bas yang tebal pada bait lagu serta bagian chorus yang megah dan meledak-ledak. Rilisan ini juga menjadi pemanas sebelum mereka memulai tur besar bersama In Flames pada tahun 2027 mendatang.

Di sisi lain, veteran industrial metal Ministry juga kembali menyapa pendengar lewat single “Singularity”. Lagu ini merupakan bagian dari album terakhir mereka yang bertajuk Hate To Go (Take Out Or Delivery) yang dijadwalkan rilis pada akhir Oktober. “Singularity” tetap mempertahankan ciri khas musik mereka selama empat dekade terakhir, yaitu atmosfer apokaliptik yang mekanis dan penuh kekacauan. Sayangnya, perilisan lagu ini sedikit diwarnai kekecewaan dari para penggemar karena penggunaan video musik berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai kurang maksimal.

Kabar kurang menyenangkan juga datang bagi para pencinta musik industrial metal secara umum, karena Godflesh yang digawangi oleh Justin Broadrick juga tengah bersiap menghadapi babak akhir perjalanan karier mereka. Lewat lagu “Master And Slave” yang diambil dari album mendatang mereka, Decay, Godflesh menyajikan musik yang sangat klaustrofobik dan kelam. Lagu ini memberikan sensasi seolah pendengar sedang ditarik masuk ke dalam mesin raksasa yang siap menghancurkan apa saja menjadi debu, sebuah ciri khas yang selalu berhasil mereka bawakan dengan sempurna.

Kebangkitan Metalcore dan Sentuhan Internasional

Dari belahan bumi Asia, band metalcore asal Jepang, Sable Hills, unjuk gigi lewat lagu “Homura” yang berkolaborasi dengan Fuki. Lagu ini dibuka dengan solo gitar yang sangat melodis dan megah, mengingatkan kita pada gaya power metal klasik. Namun, mereka berhasil mengemasnya tanpa terkesan berlebihan, melainkan memadukannya dengan elemen melodeath ala In Flames dan sentuhan musik tradisional Jepang yang modern. Album penuh mereka yang juga bertajuk Homura direncanakan rilis pada pertengahan November.

Masih dari Jepang, ada Zilqy yang merilis lagu berjudul “Run”. Lagu ini menampilkan ketukan utama yang sangat kuat dipadukan dengan chorus pop-metal yang dinamis. Struktur melodinya sangat khas Jepang namun tetap memiliki karakter unik yang membedakan mereka dari band lain. Lagu dramatis ini diambil dari album debut mereka, Birth Of Riot, yang akan segera dirilis pada awal Oktober.

Sementara itu, kolaborasi brutal tersaji dalam lagu “Hurt Me” milik Cabal yang menggandeng Justine Jones dari Employed To Serve. Lagu ini mengembalikan esensi metalcore ke era klub-klub bawah tanah yang kotor dan penuh keringat, jauh sebelum genre ini merambah ke panggung arena besar. Dengan riff gitar yang agresif dan saling sahut vokal yang intens, lagu ini diprediksi akan menjadi favorit saat kedua band ini menjalani tur bersama di Inggris pada bulan November mendatang.

Melengkapi jajaran ini, Waterlines menghadirkan lagu “Sinister” yang memadukan metalcore dengan elemen EDM. Berbeda dengan band lain yang menggunakan EDM untuk menciptakan suasana pesta yang menyenangkan, Waterlines justru menggunakan ketukan elektronik untuk mempertebal atmosfer gelap dan memberikan fondasi yang kokom bagi riff gitar mereka yang berat.

Kegelapan Black Metal dan Eksperimen Simfonik

Bagi para penggemar musik ekstrem yang merindukan dinginnya hutan Skandinavia di musim gugur, Hulder hadir membawa jawaban lewat lagu “…And We Will Sing”. Meskipun band ini sebenarnya berasal dari Washington, Amerika Serikat, pengaruh black metal Eropa Utara sangat terasa kuat dalam musik mereka yang penuh dengan kemarahan dan intensitas yang dingin.

Nuansa kegelapan yang berbeda juga ditawarkan oleh Evil Invaders melalui lagu “Dreamstate”. Band ini menyajikan musik yang sangat kental dengan pengaruh era Satanic Panic tahun 80-an. Memadukan kecepatan ala Slayer dengan teatrikal mistis ala Mercyful Fate, lagu ini dipenuhi dengan jeritan melengking dan permainan gitar yang cepat, sangat cocok untuk menyambut atmosfer Halloween yang akan datang.

Eksperimen menarik lainnya datang dari band asal Ukraina, Ignea, yang berkolaborasi dengan veteran industrial Combichrist dalam lagu “Prefab”. Lagu ini mengeksplorasi sisi musik Ignea yang jauh lebih berat dan apokaliptik dibandingkan karya-karya melodis mereka sebelumnya. Meski demikian, sentuhan keytar yang khas tetap memberikan sedikit ruang bagi melodi yang indah di tengah kegelapan lagu tersebut. Karya ini akan menjadi bagian dari album baru mereka, Monumental, yang rilis pada akhir Oktober.

Terakhir, ada Mental Cruelty dengan lagu “Frost” yang menyajikan perjalanan musik yang sunyi namun berat dari album Echoes of a Forlorn Land, serta proyek misterius Vesseles lewat lagu “Eternally Within Us (Reclaimed)”. Vesseles berhasil membawakan musik black metal simfonik bernuansa gotik yang liar tanpa terkesan berlebihan, menjadi jembatan yang sempurna menuju album debut mereka yang dijadwalkan rilis pada awal tahun 2027.

Keberagaman rilisan minggu ini membuktikan bahwa kancah musik metal global masih sangat hidup dan terus berevolusi. Dari eksperimen elektronik, sentuhan etnik, hingga kembalinya formula klasik yang agresif, para musisi ini terus mendorong batasan kreativitas mereka. Kini, keputusan berada di tangan para penggemar untuk menentukan lagu mana yang paling layak menduduki posisi puncak dalam tangga lagu mingguan kali ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version