Jazz
Dewa Budjana Wakili Indonesia di MoonJune Festival 2026 Italia
Italia akan kembali menjadi pusat pertemuan musisi progresif, jazz, fusion, dan world music melalui penyelenggaraan MoonJune Festival of Eclectic Music 2026 yang akan berlangsung pada 22-25 Juli 2026 di Kota Teramo, wilayah Abruzzo. Memasuki penyelenggaraan keempat, festival bergengsi ini akan menghadirkan 18 pertunjukan spektakuler, tiga sesi roundtable diskusi, MoonJune Awards, open jam session interaktif, serta sajian kuliner autentik khas Abruzzo dalam satu rangkaian acara yang komprehensif.
Dewa Budjana Mewakili Indonesia di Panggung Internasional
Bagi Indonesia, perhatian khusus tertuju pada kehadiran Dewa Budjana, gitaris berbakat yang juga dikenal luas sebagai anggota kelompok musik legendaris GIGI. Dewa Budjana telah lama menjadi bagian integral dari keluarga besar MoonJune Records, label rekaman yang didirikan oleh Leonardo Pavkovic. Kehadirannya di festival ini menandai komitmen berkelanjutan dari musisi Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam panggung musik progresif internasional yang semakin kompetitif dan prestisius.
Pada hari Kamis, 23 Juli, Dewa Budjana akan membuka penampilannya melalui sebuah duet eksklusif bersama Nicolas Meier, gitaris berbakat asal Inggris, di lokasi Largo Melatino. Pertunjukan ini akan menjadi momen spesial yang menampilkan dialog musikal antara dua gitaris dengan gaya dan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi. Tak lama setelah pertunjukan duet tersebut, Budjana akan kembali naik panggung sebagai bagian dari Beledo MoonUnity Band, sebuah proyek kolaborasi lintas negara yang mempertemukan musisi-musisi kaliber internasional dari berbagai belahan dunia.
Kolaborasi Internasional dalam Beledo MoonUnity Band
Beledo MoonUnity Band merupakan proyek ambisius yang menggabungkan talenta dari berbagai negara, termasuk Beledo dari Uruguay, Gilad Atzmon dari Inggris, Yaron Stavi dan Asaf Sirkis dari Israel, Boris Savoldelli dari Italia, serta Dewa Budjana dari Indonesia. Kolaborasi lintas benua ini menjadi salah satu pertunjukan paling dinantikan dalam festival karena menyatukan sejumlah musisi yang selama bertahun-tahun aktif dalam katalog MoonJune Records dan dikenal memiliki pendekatan musikal yang melampaui batas-batas genre konvensional. Setiap anggota band membawa pengalaman unik dan perspektif musikal yang kaya, menciptakan potensi untuk eksplorasi suara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Festival tahun ini akan menghadirkan jajaran nama-nama besar dunia dalam genre progressive rock, jazz fusion, dan experimental music. Diantaranya adalah Soft Machine bersama Gary Husband, Gong dengan Steve Hillage, Osanna featuring David Jackson, Gary Husband One, Diego Amador Flamenco Free Jazz Trio, Markus Reuter Truce, Stephan Thelen Fractal Trio, hingga Anton Roolaart Band yang turut menampilkan Beledo. Kehadiran musisi-musisi legendaris ini menunjukkan tingkat prestise dan kredibilitas yang tinggi dari MoonJune Festival di mata komunitas musik progresif global.
Lebih dari Sekadar Festival Musik
MoonJune Festival bukan sekadar rangkaian konser musik semata. Festival ini dirancang sebagai ruang diskusi dan pertukaran ide melalui tiga sesi roundtable yang akan membahas topik-topik penting dalam industri musik. Sesi-sesi tersebut akan membahas 25 Tahun perjalanan MoonJune Records, 60 Tahun sejarah Soft Machine, serta perjalanan karir Derek Shulman, mantan personel band Giant yang kemudian sukses sebagai eksekutif industri musik. Selain itu, festival akan ditutup dengan MoonJune Awards, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada sejumlah musisi yang selama ini berkontribusi signifikan dalam ekosistem MoonJune.
Pendiri MoonJune Records, Leonardo Pavkovic atau yang akrab disapa Mr. MoonJune, menyebut festival ini sebagai “festival of friends, for friends, and with friends.” Filosofi ini mencerminkan esensi sejati dari acara tersebut, di mana hampir seluruh penampil merupakan musisi yang selama ini menjadi bagian dari roster MoonJune Records maupun MoonJune Booking. Semangat persahabatan dan kolaborasi ini tercermin dari keberagaman peserta yang luar biasa. Musisi akan berasal dari 16 negara, mulai dari Indonesia, Inggris, Italia, Belgia, Brasil, Jerman, Iran, Israel, Meksiko, Uruguay, Amerika Serikat hingga Venezuela. Sementara penonton yang telah mengonfirmasi kehadiran datang dari 29 negara, menunjukkan daya tarik festival ini di kalangan penggemar musik progresif internasional yang tersebar di seluruh dunia.
Dokumentasi Profesional dan Komitmen Terhadap Warisan Musik
Seluruh konser akan direkam secara profesional dalam format audio dan video berkualitas tinggi, menegaskan komitmen MoonJune untuk mendokumentasikan setiap kolaborasi yang lahir selama festival berlangsung. Inisiatif ini penting untuk melestarikan momen-momen bersejarah dalam musik progresif dan memastikan bahwa warisan artistik dari festival ini dapat dinikmati oleh generasi musisi dan penggemar musik di masa depan.
Dalam pesan suara yang diterima oleh media musik, Dewa Budjana mengaku sangat antusias untuk kembali bermain di festival yang digagas Leonardo Pavkovic tersebut. Budjana mengatakan bahwa MoonJune Festival bukan sekadar festival musik biasa, tetapi merupakan tempat berkumpulnya teman-teman musisi dari berbagai negara yang selama ini saling mengenal dan berkolaborasi secara mendalam. Menurutnya, MoonJune memiliki karakter yang sangat berbeda dibanding festival musik pada umumnya karena dibangun atas hubungan pertemanan yang kuat sehingga suasananya terasa lebih akrab dan terbuka terhadap eksplorasi musikal yang berani dan inovatif.
Eksplorasi Tanpa Batas Genre dan Improvisasi Musikal
Apa yang membuat MoonJune Festival istimewa menurut Budjana adalah tidak adanya batasan genre yang ketat. Semua musisi datang dengan latar belakang musik yang berbeda-beda, lalu bertemu di atas panggung untuk saling mendengarkan dan berimprovisasi secara spontan. Pendekatan ini menciptakan pengalaman bermain yang unik dan tak terlupakan, di mana setiap pertunjukan memiliki potensi untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan belum pernah terjadi sebelumnya. Bagi Budjana, kesempatan tampil bersama Nicolas Meier maupun MoonUnity Band juga menjadi ruang untuk terus mengembangkan dialog musikal yang telah terjalin selama bertahun-tahun bersama para musisi MoonJune Records.
Hubungan MoonJune dengan Indonesia telah terjalin lebih dari satu dekade dengan hasil yang sangat memuaskan. Lewat label ini, karya-karya Dewa Budjana, Dwiki Dharmawan, Tohpati, Tesla Manaf, hingga sejumlah musisi Indonesia lainnya telah dikenal lebih luas di pasar internasional dan mendapatkan pengakuan dari komunitas musik progresif global. Kehadiran Budjana di MoonJune Festival 2026 kembali menunjukkan bahwa musisi Indonesia tidak hanya hadir sebagai tamu atau peserta tambahan, tetapi menjadi bagian penting dan integral dalam jaringan musik progresif dunia yang terus berkembang melalui kolaborasi lintas budaya dan eksplorasi musikal tanpa batas.