Musik

ZAT KIMIA URAI RACUN MASA LALU LEWAT SINGLE “KARSINOMA”

Published

on

Denpasar, Bali — Zat Kimia membuka perjalanan menuju album kedua melalui “Karsinoma”, single terbaru yang dirilis secara independen pada 2 Oktober 2026. Lagu ini menjadi karya pertama yang diperkenalkan setelah band alternative rock asal Bali tersebut menghabiskan sekitar dua tahun mengerjakan materi album terbarunya.

Melalui “Karsinoma”, Zat Kimia mengangkat berbagai hal yang dibiarkan tumbuh di dalam diri: luka lama, dendam, sakit hati, hingga ingatan yang tidak pernah benar-benar selesai. Mengambil istilah medis untuk kanker sebagai metafora, lagu ini berbicara tentang sesuatu yang tersembunyi, menetap, dan perlahan menggerogoti kehidupan seseorang.

“Kalau secara spesifik, ‘Karsinoma’ memang berbicara tentang kanker. Tapi secara umum, lagu ini juga tentang racun masa lalu, dendam, sakit hati, atau apa pun yang terus kita pendam. Kalau dibiarkan, hal-hal itu bisa tumbuh dan menggerogoti diri. Itu sebenarnya inti dari lagu ini,” jelas Ian Joshua Stevenson, vokalis sekaligus gitaris Zat Kimia.

Gagasan tersebut diperkenalkan sejak baris pembuka, “Di dalam diriku, ada yang sembunyi.” Lagu kemudian bergerak menuju gambaran tentang “sisa bisa masa lalu”—residu pengalaman yang terus bertahan dan berubah menjadi beban ketika dibiarkan mengendap.

Namun, “Karsinoma” tidak berhenti pada pengakuan akan luka. Kalimat “Saatnya kupegang kendali” menjadi titik balik yang membawa lagu dari kesadaran menuju tindakan. Kata-kata seperti “lepaskan”, “urai”, dan “leburkan” menggambarkan upaya menghadapi sesuatu yang telah lama tersimpan sebelum mengambil semakin banyak ruang dan akhirnya lepas dari kendali.

Pengulangan pada bagian reff memperkuat kesan afirmasi kepada diri sendiri. Dalam konteks ini, melepaskan masa lalu bukanlah tindakan yang selalu selesai dalam sekali langkah. Ia merupakan keputusan yang perlu terus diingat dan diperjuangkan.

Sembilan Keadaan Emosional sebagai Kerangka Album Kedua

“Karsinoma” dipilih sebagai single pertama karena merepresentasikan benang merah album kedua Zat Kimia. Materi album ini berangkat dari pengamatan terhadap pergulatan emosional, mental, dan spiritual manusia ketika menghadapi pengalaman berat yang mengguncang sekaligus mengubah hidup.

Dalam proses kreatifnya, Zat Kimia menggunakan sembilan keadaan emosional sebagai kerangka untuk menjaga arah penulisan setiap lagu. Kesembilan keadaan tersebut tidak diperlakukan sebagai tahapan yang harus dilalui secara berurutan, melainkan sebagai titik berangkat untuk memusatkan emosi dan gagasan dalam setiap materi.

“Setiap kali menulis lirik, aku biasanya memegang satu tema atau emosi sebagai titik bidiknya supaya arah lagunya tidak ke mana-mana. Emosi itu tidak harus menjadi cerita yang harfiah. Misalnya, kemarahan (Anger) bisa berkembang menjadi lagu tentang persoalan sosial dan politik. Jadi, yang aku ambil adalah daya dorong emosinya, lalu dari sana ceritanya bisa bergerak lebih luas,” ujar Ian.

Pendekatan tersebut memberi ruang bagi setiap lagu untuk berkembang melampaui emosi yang menjadi titik awalnya. Pergulatan personal dapat bertransformasi menjadi refleksi sosial, sementara pengalaman menghadapi perubahan besar dapat diterjemahkan menjadi cerita yang lebih luas dan terbuka terhadap interpretasi pendengar.

Dalam “Karsinoma”, pendekatan itu hadir melalui kesadaran bahwa sesuatu yang terus dipendam dapat tumbuh hingga perlahan mengambil kendali. Lagu ini menangkap momen ketika seseorang memutuskan untuk menghadapi, mengurai, dan melepaskan racun masa lalu sebelum ia menggerogoti dirinya lebih jauh.

Kembali dengan Identitas Alternative Rock

Secara musikal, “Karsinoma” tetap membawa karakter alternative rock Zat Kimia dengan jejak rock era 1990-an. Lagu ini direkam secara mandiri di home studio milik Ian, meneruskan pendekatan independen yang telah menjadi bagian dari perjalanan band sejak album perdana mereka, “Candu Baru”.

Zat Kimia mulai dirintis pada 2010. Setelah melalui proses pengerjaan yang panjang, “Candu Baru” dirilis pada 2017 dan kemudian memperoleh nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2018 dalam kategori Album Rock Terbaik.

Setelah sempat vakum sejak 2019, Zat Kimia kembali aktif melalui single “Mata Hari” pada September 2024. Kehadiran “Karsinoma” kini menandai langkah berikutnya sekaligus membuka fase baru perjalanan mereka menuju album kedua.

Dengan menjadikan pengalaman emosional sebagai pijakan kreatif, Zat Kimia menghadirkan “Karsinoma” bukan sekadar sebagai lagu tentang luka, melainkan juga tentang keputusan untuk mengambil kembali kendali atas diri sendiri.

“Karsinoma” dirilis secara independen pada 2 Oktober 2026 dan tersedia di berbagai layanan streaming digital.


TENTANG ZAT KIMIA

Zat Kimia adalah band alternative rock asal Bali yang mulai dirintis pada 2010. Formasi aktifnya terdiri dari Ian Joshua Stevenson (vokal dan gitar), Made Edy (bass), Bramestyo (gitar), serta Deny Surya (drum).

Album perdana mereka, “Candu Baru”, dirilis pada 2017 dan masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2018 dalam kategori Album Rock Terbaik. Setelah kembali aktif pada 2024 melalui single “Mata Hari”, Zat Kimia kini tengah mempersiapkan album kedua mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version