Metal

Brian May Ungkap Solo Gitar Favorit Sepanjang Masa dan Karya Terbaiknya

Published

on

Gitaris legendaris dari band Queen, Brian May, membagikan pandangan pribadinya mengenai permainan gitar terbaik sepanjang masa. Meskipun lagu hits “Bohemian Rhapsody” sering kali dipuji sebagai puncak pencapaiannya, May justru memiliki pilihan lain dari katalog musik Queen yang ia anggap sebagai karya pribadi paling memuaskan.

“Killer Queen” dan Impian Membangun Orkestra Gitar

Pada tahun 2023, pembaca majalah Total Guitar menobatkan Brian May sebagai Gitaris Rock Terhebat Sepanjang Masa. Satu tahun sebelumnya, para pembaca majalah yang sama memilih solo gitar May dalam lagu ikonik “Bohemian Rhapsody” sebagai Solo Gitar Terhebat Sepanjang Masa. Meskipun merasa sangat terhormat atas penghargaan tersebut, May mengungkapkan bahwa solo favorit pribadinya jatuh pada lagu lain.

Dalam wawancara mendalam bersama editor Total Guitar, Chris Bird, May menyebut solo gitar pada lagu “Killer Queen” dari album klasik tahun 1974, Sheer Heart Attack, sebagai karya terbaik yang paling ia banggakan. Menurut May, lagu tersebut menghadirkan tingkat kerumitan teknis dan eksplorasi musikalitas yang sangat membekas dalam ingatan karirnya.

“Lagu ‘Killer Queen’ selalu menjadi favorit saya,” ungkap May. Ia menjelaskan bahwa solo gitar pada lagu tersebut merupakan sebuah petualangan dalam menyusun harmonisasi gitar yang kompleks. Baginya, solo tersebut merupakan langkah berani menuju sesuatu yang belum dikenal sebelumnya, dengan melodi unik yang berdiri sendiri dan tidak muncul di bagian lain dalam lagu.

May merefleksikan bahwa identitas utamanya sebagai gitaris dibangun dari impian untuk menjadikan gitar sebagai instrumen orkestra. Melalui lagu “Killer Queen”, ia berhasil mewujudkan impian tersebut secara penuh untuk pertama kalinya. Harmoni gitar yang ia rekam secara berlapis tidak hanya bergerak sejajar, melainkan saling berinteraksi secara dinamis layaknya permainan kelompok musik jazz kecil.

Kekaguman pada Eric Clapton dan Solo “Key To Love”

Di samping membicarakan karya-karyanya bersama Queen, Brian May juga mengungkapkan solo gitar milik musisi lain yang paling ia kagumi sepanjang masa. Tanpa ragu-ragu, May menunjuk permainan gitar Eric Clapton dalam lagu “Key To Love” dari album legendaris Blues Breakers with Eric Clapton karya John Mayall yang dirilis pada tahun 1966.

May menggambarkan permainan Clapton dalam lagu tersebut sebagai potongan musik paling membara dan penuh passion yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya. Ia mengaku bahwa kekagumannya terhadap trek tersebut tidak pernah pudar sejak pertama kali mendengarkannya hingga saat ini.

“Eric Clapton benar-benar membakar solo gitar itu. Seluruh trek seolah-olah berpusat pada momen tersebut,” tutur May. Ia menambahkan bahwa setiap kali memutar lagu tersebut, ia selalu menantikan saat di mana Clapton mulai meluncurkan nadanya dengan energi yang meluap-luap, memberikan sensasi yang sangat luar biasa dan mendalam.

Pengaruh Musikal dan Inovasi Harmoni Gitar Brian May

Pandangan Brian May memberikan wawasan berharga tentang bagaimana proses kreatif seorang virtuoso gitar berlangsung. Nada khas yang dihasilkan oleh May berasal dari gitar ikonik buatan tangannya sendiri, Red Special, yang digabungkan dengan penggunaan koin enam peni sebagai pemetik gitar untuk menciptakan karakter suara yang unik dan tajam.

Album Sheer Heart Attack sendiri menjadi titik balik penting bagi Queen sebelum mereka merilis album monumental A Night at the Opera pada tahun 1975. Penggunaan teknik perekaman pita multi-trek yang rumit pada era 1970-an memungkinkan May menumpuk berbagai lapisan suara gitar tanpa bantuan teknologi digital modern.

Pengakuan May terhadap pengaruh blues murni dari Eric Clapton menunjukkan bagaimana pengaruh musik blues klasik Inggris dapat melebur dengan elemen rock operatik khas Queen. Kombinasi antara apresiasi tinggi terhadap musisi lain dan dedikasi pada inovasi menjadikan Brian May salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah musik populer dunia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version