Metal
Steven Wilson Gaet Mantan Aktor Doctor Who di Album Barunya
Musisi ternama asal Inggris, Steven Wilson, mengungkapkan kisah menarik di balik pembuatan album solo kesembilannya yang bertajuk Requiem For A Village. Frontman dari band progressive rock ternama Porcupine Tree ini berhasil mengajak aktor kawakan David Tennant untuk menjadi pengisi suara narasi dalam proyek musik terbarunya tersebut. David Tennant sendiri dikenal luas oleh publik dunia melalui perannya yang sangat ikonik sebagai Dokter Kesepuluh dalam serial fiksi ilmiah populer Doctor Who pada rentang tahun 2005 hingga 2010.
Proses Pencarian Suara Karismatik yang Singkat
Dalam sebuah wawancara dengan media musik Prog, Steven Wilson menceritakan bahwa sejak awal perencanaan album, ia sudah membayangkan karakter suara tertentu untuk menyampaikan narasi dalam karya terbarunya. Ia menginginkan sosok pengisi suara dengan aksen khas Skotlandia atau Irlandia yang memiliki wibawa dan kedalaman rasa. Pada awalnya, pilihan pertamanya jatuh pada penyair sekaligus komedian asal Skotlandia, Ivor Cutler. Namun, Wilson kemudian menyadari bahwa Cutler telah wafat beberapa tahun lalu, sehingga rencana tersebut tentu saja tidak mungkin diwujudkan.
Setelah itu, Wilson sempat mencoba beberapa seniman pengisi suara profesional. Namun, ia merasa hasil rekaman mereka terdengar terlalu kaku, seolah-olah hanya membaca naskah tanpa meresapi jiwa dari cerita yang dibawakan. Album ini membutuhkan seseorang yang memiliki karisma, wibawa suara, serta kedalaman emosi yang kuat. Di tengah kebuntuan tersebut, Wilson mendadak teringat akan sebuah foto lama yang pernah ia lihat beberapa tahun silam. Dalam foto tersebut, David Tennant terlihat mengenakan kaus merchandise dari album solo Wilson yang rilis pada tahun 2013, The Raven That Refused To Sing.
Mengetahui bahwa sang aktor kemungkinan besar merupakan penggemar karya-karyanya, manajer Wilson segera menghubungi agen David Tennant. Respon yang diterima sangat luar biasa dan tidak terduga. Agen Tennant langsung memberi tahu bahwa sang aktor sangat antusias dan dengan senang hati menerima tawaran kolaborasi tersebut tanpa ragu sedikit pun.
Dedikasi Luar Biasa dari David Tennant
Proses pengerjaan narasi ini berjalan dengan sangat cepat dan efisien. Pada saat penawaran tersebut datang, Tennant sebenarnya sedang berada di luar kota untuk menjalani proses syuting proyek film lain. Steven Wilson kemudian menghubungi Tennant melalui sambungan telepon untuk menjelaskan konsep album serta mengirimkan naskah narasi yang perlu direkam.
Hanya dalam kurun waktu 24 jam setelah naskah dikirimkan, Tennant sudah menyelesaikan seluruh proses rekaman vokal dan mengirimkan hasilnya kembali kepada Wilson. Kinerja yang sangat cepat dan profesional ini membuat Wilson terkagum-kagum. Musisi yang juga dikenal memiliki etos kerja tinggi dalam industri musik tersebut mengaku sangat terkesan dengan tingkat dedikasi serta profesionalisme yang ditunjukkan oleh David Tennant.
Sentuhan Penulisan Andy Partridge dan Nuansa Folk Horror
Naskah narasi yang dibawakan oleh David Tennant dalam album Requiem For A Village tidak ditulis oleh Wilson sendiri, melainkan disiapkan oleh Andy Partridge. Partridge merupakan mantan frontman dari band new wave legendaris XTC yang juga kerap bekerja sama dengan Wilson dalam berbagai proyek musik sebelumnya.
Narasi tersebut berfokus pada sebuah desa misterius dan penuh rahasia yang menjadi pusat dari konsep utama album ini. Teks yang ditulis Partridge menggambarkan dinamika para penghuni desa yang aneh serta berbagai peristiwa janggal yang terjadi di sekitarnya. Wilson menjelaskan bahwa narasi ini berhasil merangkum seluruh esensi album, mulai dari rasa nostalgia, pertanyaan tentang eksistensi nyata desa tersebut, hingga atmosfer magis yang menyertainya. Musik dan narasi saling melengkapi untuk mengajak pendengar masuk ke dalam dunia yang indah, namun sekaligus menyimpan nuansa menakutkan dan aneh.
Inspirasi dari Serial Televisi Klasik Era 1970-an
Konsep cerita dalam album Requiem For A Village ini sebagian besar terinspirasi oleh serial televisi anak-anak bergenre folk horror dari era 1970-an yang berjudul Children Of The Stones. Serial tersebut berlokasi syuting di sekitar kawasan Avebury, Wiltshire, yang sangat terkenal dengan situs lingkaran batu megalitikum kunonya.
Wilson menggambarkan serial tersebut sebagai karya klasik yang sangat mengerikan pada zamannya. Jalan ceritanya berpusat pada seorang anak yang pindah ke sebuah desa terpencil bersama ayahnya, seorang arkeolog yang bertugas meneliti lingkaran batu tersebut. Seiring berjalannya waktu, terkuak bahwa seluruh warga desa memiliki ikatan aneh dengan lingkaran batu misterius yang ternyata berhubungan langsung dengan kehidupan luar angkasa.
Gagasan tentang sebuah desa kecil yang tampak tenang di pedesaan Inggris, namun ternyata menyimpan keanehan yang terisolasi dari dunia luar, menjadi daya tarik utama bagi Wilson. Menurutnya, konsep tempat misterius yang berdampingan dengan kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari adalah salah satu bentuk ketakutan yang paling mendalam.
Rencana Peluncuran dan Penampilan Panggung
Album Requiem For A Village dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada tanggal 6 November mendatang. Album ini diprediksi akan menjadi salah satu karya solo paling eksploratif dari Steven Wilson, mengingat penggabungan unsur folk horror, narasi teatrikal, serta tata musik khas komposer progressive rock tersebut.
Sebagai bagian dari promosi album baru ini, Steven Wilson juga telah menjadwalkan penampilan panggung spesial di gedung pertunjukan legendaris Royal Albert Hall di London pada tanggal 28 dan 29 Oktober. Penampilan langsung tersebut diharapkan dapat menyajikan pengalaman audiovisual yang imersif bagi para penggemarnya, menghidupkan kisah desa misterius ini di atas panggung megah sebelum albumnya resmi dilepas ke pasaran global.