Metal

Rush Menyumbang 785 Ribu Dolar AS untuk Monumen Peringatan Neil Peart

Published

on

Grup band rock legendaris asal Kanada, Rush, telah mendonasikan dana sebesar 785.000 dolar AS (sekitar Rp12,4 miliar) guna memastikan pembangunan monumen peringatan permanen untuk mendiang drummer mereka, Neil Peart, di Lakeside Park, St. Catharines, Ontario. Sumbangan luar biasa ini secara resmi menggenapi target penggalangan dana sebesar 1 juta dolar AS yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh dua personel Rush yang tersisa, Geddy Lee dan Alex Lifeson, setelah mereka menyelesaikan rangkaian konser di kota asal mereka di Scotiabank Arena, Toronto.

Hubungan Emosional Neil Peart dengan Lakeside Park

Lakeside Park bukan sekadar taman biasa bagi Neil Peart maupun para penggemar Rush di seluruh dunia. Taman yang terletak di tepi pantai Port Dalhousie ini merupakan tempat di mana Peart menghabiskan masa mudanya, bekerja di musim panas, dan mencari inspirasi kreatif. Pengalaman masa kecil dan remaja di tempat ini begitu membekas di hati Peart, hingga akhirnya menginspirasi lahirnya lagu klasik berjudul “Lakeside Park” yang termuat dalam album ketiga Rush, Caress Of Steel, yang dirilis pada tahun 1975.

Kampanye untuk mendirikan monumen peringatan ini sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun 2020, sesaat setelah kabar duka mengenai wafatnya Neil Peart mengejutkan dunia musik. Sebuah petisi daring yang menuntut adanya patung atau plakat penghormatan untuk Peart di Lakeside Park berhasil mengumpulkan lebih dari 20.000 tanda tangan dari penggemar global. Sejak saat itu, pemerintah kota St. Catharines membentuk komite khusus, Neil Peart Commemorative Task Force, untuk merealisasikan aspirasi tersebut melalui penggalangan dana publik.

Sumber Dana dan Desain Monumen yang Megah

Keberhasilan penggalangan dana ini tidak lepas dari kepedulian mendalam para personel Rush dan dukungan setia dari komunitas penggemar. Sebagian besar dana sumbangan dari Rush dikumpulkan melalui hasil penjualan paket VIP selama tur mereka. Selain itu, sang basis dan vokalis, Geddy Lee, juga turut menyumbangkan 1 dolar AS dari setiap tiket yang terjual selama tur promosi buku autobiografinya yang bertajuk “My Effin’ Life” pada tahun 2023 lalu. Sinergi antara band dan penggemar ini membuktikan betapa besarnya pengaruh dan kecintaan publik terhadap sosok Neil Peart.

Monumen peringatan ini nantinya akan digarap oleh seniman patung ternama, Morgan MacDonald, dari Newfoundland Bronze Foundry. Desain monumen ini dirancang dengan sangat personal dan penuh makna, yang akan menampilkan dua patung perunggu Neil Peart dalam dua fase kehidupan yang berbeda. Patung pertama akan menggambarkan Peart sebagai musisi muda yang penuh ambisi, memegang buku dan stik drum—merepresentasikan kecintaannya pada sastra dan musik sejak usia dini. Sementara itu, patung kedua akan menampilkan sosok Peart di masa tuanya, sedang mendekap sebuah drum snare, melambangkan dedikasi seumur hidupnya terhadap dunia perkusi. Proyek seni publik yang monumental ini ditargetkan selesai dan diresmikan pada akhir tahun 2027.

Warisan Abadi Sang Profesor Drum

Bagi dunia musik internasional, Neil Peart bukan hanya seorang drummer dengan teknik permainan yang luar biasa rumit, melainkan juga seorang penulis lirik yang jenius. Julukan “The Professor” yang melekat padanya merujuk pada kecerdasan intelektualnya dalam merangkai kata-kata puitis yang menjadi fondasi lagu-lagu Rush. Kehadiran monumen ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat penghormatan bagi keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya berskala global.

Pemerintah kota St. Catharines meyakini bahwa monumen ini akan meningkatkan daya tarik Lakeside Park sebagai landmark budaya kelas dunia. Dengan adanya karya seni publik ini, para penggemar dari berbagai belahan dunia kini memiliki tempat fisik yang nyata untuk berkumpul, mengenang, dan merayakan warisan musik yang ditinggalkan oleh sang legenda. Keberadaan monumen ini akan memperkuat ikatan emosional antara lirik-lirik lagu Rush dengan tempat bersejarah yang menginspirasinya, memastikan bahwa kontribusi Neil Peart terhadap dunia seni akan terus hidup dan menginspirasi generasi musisi di masa depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version