Connect with us

Musik

Paraleyes Rilis Single Spheres Usai Sempat Kehilangan Berkas Rekaman

Published

on

Grup musik asal Tangerang, Paraleyes, secara resmi merilis karya terbaru mereka yang berjudul “Spheres” pada 16 Oktober. Peluncuran lagu ini menjadi sebuah pencapaian krusial bagi grup tersebut setelah harus melewati serangkaian hambatan teknis dan finansial yang cukup berat. Paraleyes bahkan terpaksa mengulang seluruh proses produksi rekaman dari awal akibat kehilangan berkas data rekaman utama yang telah diselesaikan sebelumnya.

Perjuangan Mengulang Proses Rekaman dari Nol

Perjalanan produksi lagu “Spheres” tidak berjalan mulus sejak awal pengerjaannya. Paraleyes sempat mengalokasikan seluruh dana kas organisasi band untuk membiayai sesi rekaman awal di sebuah studio. Namun, hasil dari proses tersebut ternyata masih sangat jauh dari ekspektasi musik yang mereka impikan. Situasi menjadi semakin rumit ketika berkas master hasil rekaman tersebut secara tidak sengaja hilang, sehingga memaksa para personel untuk membuat ulang seluruh materi dari titik nol.

Kondisi finansial yang terkuras dan hasil yang belum memuaskan sempat membuat para anggota Paraleyes berada di titik terendah. Sang vokalis, Rayno, mengungkapkan bahwa mereka sempat berada di ambang keputusan untuk menyerah sebanyak dua kali. Selain itu, dinamika pencarian warna suara juga ditandai dengan beberapa kali pergantian mixing engineer demi mendapatkan karakter audio yang benar-benar selaras dengan visi artistik band.

“Kami sempat taruhin semua uang kas band untuk biaya rekaman awal, namun hasilnya jauh dari harapan. File rekaman kami bahkan sempat hilang hingga harus diulang dari nol. Kami sempat menyerah dua kali dan mengganti mixing engineer beberapa kali sampai akhirnya menemukan hasil sound yang pas,” ujar Rayno dalam keterangan resminya.

Keberlanjutan proyek ini akhirnya menemukan titik terang berkat kemitraan dan dukungan dari ekosistem musik lokal. Sebuah studio rekaman milik rekan dekat Paraleyes menawarkan bantuan dengan memberikan fasilitas pembayaran secara cicilan. Skema pembiayaan yang fleksibel ini memberi ruang bernapas bagi para personel untuk menyelesaikan proses produksi tanpa beban finansial yang terlampau menekan.

Makna Terjebak dalam Siklus Tanpa Akhir

Secara naratif, “Spheres” membawa pesan emosional yang mendalam mengenai dinamika hubungan antarmanusia. Penulisan lirik lagu ini berfokus pada gambaran relasi yang berjalan secara berulang, penuh kebingungan, serta sangat sulit untuk ditinggalkan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Pemilihan judul “Spheres” sendiri diambil dari metafora visual tentang seseorang yang terperangkap di dalam sebuah bola yang terus berputar tanpa ada jalan keluar yang jelas.

Lagu ini memotret situasi ketika kedua belah pihak yang berada dalam hubungan tersebut sebenarnya menyadari penuh bahwa pola interaksi mereka sudah tidak sehat. Keinginan untuk menyudahi dan keluar dari lingkaran tersebut terus bermunculan, namun pada akhirnya mereka tetap tertahan dan terseret kembali ke dalam pola yang sama secara terus-menerus. Paraleyes menegaskan bahwa konsep hubungan yang diangkat dalam karya ini berkarakter universal, mencakup spektrum hubungan antarmanusia secara luas dan tidak terbatas pada kisah asmara semata.

Eksplorasi Musikalitas dan Eksistensi di Skena Indie

Dari segi aransemen musikal, “Spheres” lahir dari sesi bermain musik secara spontan di dalam studio. Sebelum menemukan arah aransemen yang pasti, para personel Paraleyes sempat mengalami kebingungan dalam menentukan bentuk akhir dari komposisi lagu tersebut. Namun setelah struktur utama terbentuk, mereka sepakat untuk mengeksplorasi genre shoegaze dengan pendekatan yang lebih ekspresif, dinamis, dan kaya akan tekstur suara gitar.

Paraleyes sendiri diperkuat oleh formasi Rayno pada vokal, Veyron pada posisi gitar ritme, Adam sebagai pemetik gitar utama, dan Razi yang mengawal lini drum. Kolaborasi antarpersonel ini menghasilkan fondasi musik shoegaze yang padat dengan paduan vokal yang atmosferik serta lapisan efek gitar yang tebal, menegaskan identitas bermusik mereka di kancah musik independen tanah air.

Tantangan dan Kemandirian Musisi Independen

Kisah di balik pembuatan lagu “Spheres” mencerminkan dinamika nyata yang sering dihadapi oleh para musisi di skena independen. Keterbatasan anggaran produksi, masalah teknis seperti kehilangan data, hingga pencarian teknisi suara yang cocok merupakan ujian yang kerap menguji komitmen sebuah grup musik. Kemampuan Paraleyes untuk bangkit dan menyelesaikan karya ini menunjukkan ketahanan mental serta pentingnya solidaritas antar sesama pelaku industri musik lokal.

Dengan dirilisnya “Spheres”, Paraleyes tidak hanya menghadirkan sebuah karya audio yang matang bagi para pendengar musik independen, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan dapat diatasi melalui kolaborasi dan keteguhan visi artistik. Lagu ini diharapkan dapat menjadi jembatan emosional bagi para pendengar yang sedang mengalami situasi serupa dalam kehidupan relasional mereka.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik

Naluri Jiwa Vertikal Perkenalkan Album Perdana “Potensi Diri

Published

on

Jakarta, Indonesia — Penyanyi pendatang baru Naluri Jiwa Vertikal bersiap memperkenalkan album perdananya, Potensi Diri, yang dijadwalkan rilis pada akhir Oktober 2026. Berisi lima lagu dengan benang merah tema, suasana, dan karakter musikal yang saling terhubung, album ini akan diperkenalkan kepada publik secara bertahap melalui perilisan single demi single.

Berbeda dari strategi merilis album secara keseluruhan dalam satu waktu, Naluri dan tim produksi memilih pendekatan yang memberikan ruang bagi setiap lagu untuk bercerita dan menemukan pendengarnya masing-masing. Meski diperkenalkan secara terpisah, kelima lagu tersebut dirancang sebagai satu kesatuan yang merepresentasikan karakter dan arah musikal Naluri.

Album Potensi Diri memuat lima lagu, yaitu “Potensi Diri”, “Jadi Nyata”, “Diri Sendiri”, “Andai”, dan “Bukan Pahlawan”. Seluruh lagu ditulis oleh Osse Lopulalan, dengan tema yang bergerak di sekitar cinta, kehidupan, pencarian diri, hingga cara manusia memahami perasaan dan potensi yang ada dalam dirinya.

Bagi Naluri, pemilihan judul Potensi Diri memiliki kedekatan personal dengan perjalanan yang sedang ia jalani. Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat kembali kemampuan yang mungkin selama ini mereka miliki, tetapi belum sempat disadari.

“Yang ingin aku sampaikan di lagu ‘Potensi Diri’ ini adalah bagaimana kita bisa menemukan potensi kita yang bahkan kadang kita nggak sadar memilikinya. Maka dari itu aku mau mengajak kita semua untuk kulik potensi kita dengan cara yang paling sederhana, mungkin dari rumah, melakukan apa yang kita sukai, dengan apa yang kita punya juga.”

Menurut Naluri, judul tersebut bukan sesuatu yang dipilih secara jauh dari pengalaman pribadinya.

“Aku memilih ‘Potensi Diri’ karena mau meng-highlight sesuatu yang relate sama aku, dan berharap bisa menjadi pengingat buat kalian semua.”

Lima Lagu, Satu Benang Merah

Keputusan merilis Potensi Diri sebagai album berisi lima lagu berangkat dari kesamaan karakter yang ditemukan di antara seluruh materinya. Bagi tim produksi, lagu-lagu tersebut memiliki suasana dan arah tema yang cukup kuat untuk ditempatkan dalam satu karya utuh.

Karena itu, meskipun setiap lagu nantinya akan mendapatkan giliran untuk diperkenalkan sebagai single, album ini tetap dibangun dengan gagasan sebagai satu kesatuan. Setiap lagu membawa cerita yang berbeda, tetapi bersama-sama membentuk gambaran mengenai karakter Naluri sebagai penyanyi dan penutur cerita melalui musik.

Lagu “Potensi Diri” dipilih sebagai langkah pertama untuk memperkenalkan dunia musikal tersebut kepada publik. Sementara itu, “Jadi Nyata”, “Diri Sendiri”, “Andai”, dan “Bukan Pahlawan” akan melengkapi perjalanan album melalui cerita dan sudut pandang masing-masing.

Pendekatan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada pendengar untuk mengenal Naluri secara bertahap, sebelum akhirnya menikmati kelima lagu tersebut sebagai sebuah album.

Karakter Naluri di Mata Bayu Randu

Keterlibatan Bayu Randu sebagai produser menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter musikal album Potensi Diri. Dengan pengalamannya di industri musik, Bayu melihat Naluri sebagai pendatang baru yang memiliki pendekatan menarik dalam memilih materi dan menyampaikan cerita melalui lagu.

Menurut Bayu, salah satu kekuatan proyek ini terletak pada pertemuan antara karakter vokal Naluri dan penulisan lagu Osse Lopulalan yang lugas. Tema-tema yang diangkat terasa dekat dengan kehidupan, tetapi tidak selalu menjadi pilihan utama dalam musik populer.

“Gue sangat tertarik di proyek Naluri dengan lagu-lagu Osse ini karena menurut gue materinya otentik. Tema yang dibahas dan bahasa yang lugas itu sesuatu yang jarang dibahas orang, dan menurut gue sangat pas dengan karakter suara Naluri.”

Bagi Bayu, keunikan Naluri tidak semata-mata terletak pada cara ia bernyanyi, tetapi juga pada kepekaannya dalam memilih cerita yang ingin disampaikan. Meski secara musikal lagu-lagunya memiliki pendekatan yang mudah diterima pendengar, tema yang dibawanya memberikan warna tersendiri.

“Menurut gue, Naluri ini pendatang baru yang punya karakter. Secara musikal, lagu-lagunya mungkin mudah dinikmati, tetapi tema yang dia pilih punya sudut pandang yang menarik dan nggak selalu mainstream. Buat gue, kombinasi itu yang bikin Naluri punya identitas sendiri.”

Dari sejumlah lagu yang tersedia, “Potensi Diri” akhirnya dipilih sebagai single pembuka karena dinilai paling tepat untuk memperkenalkan karakter dan pesan yang ingin dibangun melalui album ini.

Kejujuran dalam Menyampaikan Cerita

“Potensi Diri” merupakan salah satu lagu yang ditulis oleh Osse Lopulalan, seorang penulis lagu yang menurut Naluri mampu menyampaikan cerita dengan jujur dan apa adanya.

Bagi Naluri, kejujuran dalam tulisan Osse membuat proses memahami dan membawakan lagu terasa lebih dekat. Ia tidak hanya menyanyikan lirik, tetapi juga berusaha menangkap perasaan yang ingin disampaikan oleh penciptanya.

“Om Osse adalah penulis yang baik, sangat baik. Lagu-lagu yang tertulis juga diceritakan dengan jujur, sehingga aku dengan mudah menangkap isi hatinya dan membawakannya dengan tulus untuk memberikan rasa yang sama dari penulis.”

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses Naluri menemukan identitasnya sebagai penyanyi. Setiap lagu memberinya kesempatan untuk memahami cerita yang berbeda sekaligus menerjemahkannya melalui karakter vokal yang ia miliki.

“Jadi Nyata” dan Cerita yang Tumbuh Bersama Pendengar

Di antara lima lagu dalam album Potensi Diri, Naluri secara khusus merekomendasikan “Jadi Nyata”. Baginya, lagu ini memiliki kemampuan untuk menghadirkan kembali perasaan jatuh cinta dalam berbagai keadaan, termasuk ketika seseorang sedang tidak berada dalam kondisi terbaiknya.

“Aku akan merekomendasikan ‘Jadi Nyata’, karena menurut aku pribadi lagu ini selalu menggiring perasaan untuk selalu jatuh cinta, bahkan mungkin di saat lagi nggak baik-baik aja. Lagu ini bekerja sangat baik, membuat pendengarnya selalu berseri-seri, entah yang memang sudah pasangan, yang single, atau bahkan yang lagi life after breakup.”

Naluri juga merasa bahwa pengalaman mendengarkan lagu tersebut dapat berkembang seiring waktu.

“Semakin didengar, semakin terasa seperti menyampaikan sesuatu. Dan aku pribadi nyaman ada di posisi tersebut.”

Bagi Naluri, musik tidak harus selalu berasal dari pengalaman yang benar-benar dialami seseorang untuk dapat menyentuh perasaan. Sebuah cerita yang disampaikan dengan baik dapat membawa pendengar memahami emosi yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka rasakan secara langsung.

“Nggak perlu, karena banyak cerita yang nggak perlu kita alami tapi kita bisa sampai ke perasaan itu. Dan betul, musik salah satunya. Aku berharap kami bisa menyampaikannya dengan baik.”

Musik sebagai Teman dalam Berbagai Kondisi

Melalui album Potensi Diri, Naluri berharap lagu-lagunya dapat hadir dalam berbagai bagian kehidupan pendengar. Ia membayangkan album ini dapat menemani pagi hari sebagai penyemangat, sekaligus menjadi penutup hari yang memberikan ruang bagi seseorang untuk melihat kembali hal-hal yang telah dilaluinya.

“Waktu terbaik untuk mendengarkan album ini pagi dan malam. Tentunya sebagai pembuka hari supaya lebih semangat, karena banyak afirmasi positif di dalamnya, dan sebagai penutup yang manis di malam hari karena kita jadi bisa selalu melihat hal yang sudah terselesaikan hari ini menjadi suatu hal yang romantis.”

Ketika ditanya siapa yang paling ingin ia temani melalui lagu-lagunya, Naluri justru teringat kepada orang-orang terdekatnya.

“Orang itu mungkin sahabat-sahabatku, karena di manapun mereka berada, aku sangat bangga dengan apa yang sudah mereka lalui. Bahkan mereka memiliki potensi yang luar biasa tanpa mereka sadari.”

Pernyataan tersebut kembali membawa pesan album ini pada gagasan tentang potensi, perjalanan personal, dan penghargaan terhadap diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.

Langkah Pertama Naluri 

Sebagai penyanyi pendatang baru, pengerjaan album Potensi Diri menjadi pengalaman penting bagi Naluri dalam membangun karya bersama tim produksi. Prosesnya tidak hanya berkaitan dengan rekaman, tetapi juga meliputi pembelajaran dalam memahami lagu, menemukan karakter, menerjemahkan cerita, dan menentukan arah musikal yang ingin ia bawa ke hadapan publik.

“Ini adalah pengalaman pertama saya, tentunya merasa senang karena jadi banyak belajar tentang banyak hal dalam proses album ini. Dan terima kasih kepada Om Bayu yang sudah sabar untuk mengarahkan dan membentuk aku.”

Melalui lima lagu yang memiliki benang merah karakter dan tema, Naluri Jiwa Vertikal memperkenalkan dirinya dengan pendekatan yang menempatkan cerita sebagai bagian penting dari musiknya.

Album Potensi Diri dijadwalkan hadir pada akhir Oktober 2026 melalui Greenland Indonesia, dengan distribusi oleh Musicblast.id. Kelima lagunya akan diperkenalkan secara bertahap melalui perilisan single, memberikan kesempatan bagi setiap cerita untuk tumbuh dan menemukan pendengarnya.

Pada akhirnya, Potensi Diri bukan hanya tentang menemukan kemampuan yang tersembunyi dalam diri, tetapi juga tentang memahami perasaan, menghargai perjalanan, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang layak untuk diceritakan.

CREDIT

Artist: Naluri

Album: Potensi Diri

Tracklist:

  1. Potensi Diri
  2. Jadi Nyata
  3. Diri Sendiri
  4. Andai
  5. Bukan Pahlawan

Songwriter: Osse Lopulalan

Label: Greenland Indonesia

Distribution: Musicblast.id

Producer: Bayu Randu

Mixing & Mastering: Musicblast.id

Instagram : https://www.instagram.com/naluri.jv?utm_source=ig_web_button_share_sheet&xtok=ZDNlZDc0MzIxNw==

Continue Reading

Musik

Numeron Bawa Atmospheric Black Metal Indonesia ke Live Session KEXP

Published

on

Band atmospheric black metal asal Tulungagung, Jawa Timur, Numeron, mencatatkan prestasi membanggakan dengan tampil dalam sesi penampilan langsung (live session) di kanal YouTube stasiun radio ternama asal Seattle, Amerika Serikat, KEXP. Video penampilan mereka diunggah secara resmi pada 21 Oktober 2026 dan langsung menarik perhatian para penikmat musik cadas di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi KEXP dan AXEAN Festival di Bali

Penampilan Numeron direkam pada 27 Agustus 2026 melalui program kolaborasi bertajuk Live on KEXP in Bali, yang merupakan hasil kerja sama antara KEXP dan AXEAN Festival. Berbeda dari sesi KEXP pada umumnya yang berlangsung di studio utama mereka di Seattle, proses pengambilan gambar kali ini bertempat di lokasi terbuka, yaitu Locca Sea House, Bali. Pemilihan tempat ini menghadirkan kontras visual yang menarik, memadukan lanskap tropis pesisir Bali dengan intensitas musik ekstrem yang dibawakan oleh Numeron.

Dalam sesi tersebut, Numeron membawakan lima lagu andalan mereka, yaitu “Triumph of Death”, “Cosmic Symphony”, “The Lost Twin Observer”, “Blood In My Vein”, dan “My Eternity”. Penampilan bertenaga ini disuguhkan oleh formasi lengkap mereka yang terdiri dari Agatha Tito Yohansah pada drum, Galih Prayogi dan Andro Amanusa pada gitar, Fatkurohhim Septianto pada bas, serta Luthfi Anshori sebagai vokalis. Melalui kombinasi melodi megah, tempo drum yang presisi, serta karakter vokal yang khas, Numeron berhasil menampilkan warna musik atmospheric black metal yang solid dan berkarakter.

Melalui akun Instagram resminya, Numeron menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kesempatan berharga ini. Momen tersebut dipandang sebagai pencapaian penting yang tidak hanya membawa nama band, tetapi juga mengangkat identitas musik dari daerah asal mereka, Tulungagung, ke hadapan khalayak global. Keikutsertaan dalam kanal KEXP menjadi bukti bahwa karya musik lokal memiliki daya saing yang tinggi di tingkat internasional.

Perkembangan Skena Musik Cadas Indonesia

Pencapaian Numeron menegaskan kembali keberagaman dan kekuatan skena musik independen di Indonesia, khususnya dalam genre musik ekstrem. Atmospheric black metal sebagai salah satu cabang dari musik metal mengandalkan pendekatan tekstur suara yang dalam, atmosfer yang luas, serta tempo dinamis yang mampu membangun suasana emosional bagi para pendengarnya. Kemunculan band berkualitas dari luar kota-kota besar menunjukkan bahwa potensi musikalitas di Indonesia tersebar merata di berbagai daerah.

Hadirnya KEXP di Indonesia melalui kolaborasi dengan AXEAN Festival menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan talenta musik Asia Tenggara ke panggung dunia. AXEAN Festival selama ini dikenal sebagai wadah pengembang dan showcase bagi musisi-musisi potensial dari kawasan regional. Selain Numeron, sesi penayangan Live on KEXP in Bali juga menampilkan musisi Indonesia lainnya, seperti unit surf rock asal Bandung, The Panturas, serta grup musik Basajan yang dijadwalkan tayang pada akhir Oktober 2026.

Dampak Positif bagi Ekosistem Musik Independen

Sorotan dari media musik bereputasi internasional seperti KEXP memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem musik independen Tanah Air. KEXP telah lama dikenal memiliki standar kurasi yang ketat dan menjadi rujukan bagi para penikmat musik dunia dalam menemukan talenta-talenta baru dari berbagai genre. Terpilihnya musisi Indonesia dalam program ini memperkuat posisi skena musik nasional dalam peta musik global.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan dorongan motivasi bagi para pelaku musik independen di Indonesia untuk terus konsisten berkarya dan memperluas jaringan internasional. Dengan kemajuan teknologi dan semakin terbukanya ruang kolaborasi lintas negara, peluang bagi karya musisi lokal untuk didengar oleh khalayak yang lebih luas kini semakin terbuka lebar.

Continue Reading

Metal

Phoebe Bridgers Ditunjuk Menjadi Headliner All Points East Festival 2027

Published

on

Musisi dan penyanyi-penulis lagu asal Amerika Serikat, Phoebe Bridgers, resmi diumumkan sebagai penampil utama atau headliner pertama untuk festival musik bergengsi All Points East 2027. Pertunjukan spektakuler ini dijadwalkan berlangsung di Victoria Park, London Timur, pada Jumat, 27 Agustus 2027. Konser ini dipastikan akan menjadi pertunjukan solo terbesar yang pernah dipimpin oleh musisi tersebut sepanjang kariernya.

Panggung Spektakuler dan Jajaran Pengisi Acara Pendukung

Penampilan Phoebe Bridgers di Victoria Park mendatang menandai pencapaian penting dalam perjalanan karier musiknya. Festival All Points East dikenal luas sebagai salah satu perhelatan musik tahunan paling bergengsi di Inggris yang kerap menghadirkan deretan musisi papan atas dunia di hadapan puluhan ribu penonton. Sebagai penampil utama, Bridgers diprediksi bakal membawakan setlist istimewa yang merangkum perjalanan bermusiknya.

Pada penyelenggaraan hari pertama tersebut, Bridgers tidak akan tampil sendirian. Pihak penyelenggara telah mengonfirmasi jajaran musisi pendukung berbakat yang siap memanaskan panggung, di antaranya Caroline Polachek, Kelsey Lu, Danielle Ponder, serta jasmine.4.t. Deretan nama ini dipastikan akan menambah keberagaman warna musik dalam festival tersebut, sementara nama-nama pengisi acara tambahan lainnya baru akan diumumkan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.

Sistem penjualan tiket untuk konser besar ini rencananya akan dibuka secara umum mulai 29 Oktober pukul 10.00 waktu setempat. Tingginya antusiasme penggemar diperkirakan bakal membuat tiket festival ini habis terjual dalam waktu singkat, mengingat basis penggemar Bridgers yang terus meluas secara global dalam beberapa tahun terakhir.

Pencapaian Album ‘Lost Weekend’ dan Eksplorasi Musik

Pengumuman manis ini melengkapi deretan kesuksesan yang diraih Phoebe Bridgers sepanjang periode belakangan ini. Pada musim panas lalu, Bridgers berhasil mencetak rekor pribadi yang mengesankan dengan meraih posisi puncak pertamanya di tangga lagu Britania Raya (UK Albums Chart). Album solo ketiganya yang bertajuk Lost Weekend sukses bertengger di posisi nomor satu segera setelah dirilis pada bulan Agustus.

Salah satu aspek menarik yang menjadi perbincangan dalam album Lost Weekend adalah hadirnya kolaborasi yang tidak terduga. Album ini menghadirkan penampilan musisi legendaris Justin Broadrick, yang dikenal sebagai pelopor genre musik industrial metal dan post-metal melalui band Godflesh. Keterlibatan Broadrick berawal dari kekaguman mendalam Bridgers terhadap proyek musik sampingan sang musisi, yaitu Jesu. Perpaduan lirik emosional khas Bridgers dengan eksperimentasi suara dari Broadrick memberikan dimensi estetika baru pada karya terbarunya.

Debut Akting dan Langkah Baru di Dunia Perfilman

Tidak hanya mengukir prestasi di ranah industri musik, Phoebe Bridgers juga secara resmi mulai mengepakkan sayapnya ke dunia seni peran. Pekan ini, sang seniman dijadwalkan untuk melangsungkan debut akting resminya dalam film drama produksi studio film ternama A24 yang berjudul Primetime. Film ini disutradarai oleh sutradara berbakat Lance Oppenheim dan menampilkan aktor papan atas Robert Pattinson sebagai pemeran utama.

Film Primetime sendiri dijadwalkan meluncur ke bioskop pada 30 Oktober. Selain unjuk kebolehan dalam berakting, Bridgers juga turut berkontribusi dalam mengisi lagu tema penutup (end title song) untuk film tersebut dengan meluncurkan karya terbaru berjudul On Video. Keterlibatannya dalam proyek layar lebar ini kian mempertegas posisinya sebagai salah satu seniman lintas disiplin paling dinamis di industri hiburan saat ini.

Tradisi Festival All Points East dan Harapan Mendatang

Festival All Points East yang berlangsung di Victoria Park memang dikenal memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam menghadirkan festival musik kelas dunia. Pada edisi tahun 2026 lalu, festival ini sukses menggelar pertunjukan berskala besar dengan menghadirkan jajaran penampil utama lintas genre, seperti Jorja Smith dan Tems, Lorde, Deftones, Tyler, The Creator, hingga grup Twenty One Pilots.

Dengan dipilihnya Phoebe Bridgers sebagai penampil utama pertama untuk edisi 2027, All Points East kembali membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman musik berkualitas tinggi bagi para penikmat musik di London dan sekitarnya. Pihak penyelenggara berjanji akan mengumumkan deretan nama besar lainnya yang akan menjadi *headliner* pada hari-hari berikutnya dalam beberapa pekan mendatang, yang diprediksi akan menjadikan festival All Points East 2027 sebagai salah satu agenda musik yang paling diantisipasi.

Continue Reading

Trending