Metal

Metallica Merilis Video Penampilan ‘Devil’s Dance’ Pertama dalam 18 Tahun

Published

on

Raksasa musik heavy metal asal Amerika Serikat, Metallica, resmi merilis cuplikan video profesional (pro-shot) dari penampilan mereka membawakan lagu langka “Devil’s Dance” di venue megah Sphere, Las Vegas. Lagu dari album Reload rilisan tahun 1997 tersebut dibawakan kembali secara langsung untuk pertama kalinya sejak tahun 2008 dalam rangkaian konser residensi mereka yang bertajuk “Life Burns Faster”. Penampilan spesial ini berlangsung pada pertunjukan kedua mereka di venue futuristik tersebut pada 3 Oktober lalu.

Aksi panggung ini semakin menegaskan tren menarik dari Metallica yang kerap membawakan lagu-lagu langka (deep cuts) selama menjalani residensi di Sphere. Para penggemar musik cadas di seluruh dunia kini dapat menyaksikan rekaman berkualitas tinggi tersebut melalui saluran resmi grup musik ini, yang menampilkan kombinasi performa energik dan tata visual mutakhir.

Kejutan Daftar Lagu dan Kembalinya Lagu-Lagu Langka

Konser Metallica di Sphere Las Vegas menjadi momen emas bagi para penggemar fanatik yang telah lama merindukan lagu-lagu legendaris yang jarang dibawakan di atas panggung. Sebelum membawakan “Devil’s Dance”, Metallica telah membuat kejutan pada pertunjukan pembuka mereka tanggal 1 Oktober dengan memainkan lagu “…And Justice For All” dari album berjudul sama rilisan 1988, yang terakhir kali mereka bawakan secara langsung pada tahun 2014.

Tidak berhenti di situ, konser tanggal 3 Oktober juga menandai kali pertamanya lagu “The Outlaw Torn” dari album Load (1996) dimainkan kembali sejak tahun 2019. Tren membawakan lagu-lagu langka ini memberikan warna tersendiri bagi konser bertajuk residensi tersebut, di mana daftar lagu yang bervariasi selalu dinantikan oleh ribuan penonton yang hadir setiap malamnya.

Selain “Devil’s Dance”, Metallica juga telah mengunggah rekaman video profesional untuk penampilan lagu “…And Justice For All” dan lagu instrumental ikonik dari album Ride the Lightning (1984), “The Call Of Ktulu”. Video penampilan “The Call Of Ktulu” bahkan telah ditonton lebih dari satu juta kali hanya dalam waktu lima hari setelah diunggah, membuktikan antusiasme luar biasa dari komunitas musik metal global terhadap aksi panggung terbaru James Hetfield dan kawan-kawan.

Teknologi Visual Canggih dan Kesuksesan Komersial di Sphere

Residensi Metallica yang diumumkan sejak Februari ini dijadwalkan berlangsung hingga bulan Maret mendatang. Dalam setiap pertunjukannya, Metallica tidak hanya menyuguhkan musik cadas yang mengguncang, tetapi juga menyajikan pengalaman visual yang sangat imersif. Tata visual mutakhir tersebut digarap oleh studio efek visual legendaris Industrial Light and Magic (ILM), berkolaborasi dengan tim animasi asal Inggris dan Amerika Serikat, Treatment Studios.

Kombinasi antara musik heavy metal yang bertenaga dan teknologi layar LED raksasa beresolusi tinggi di Sphere menciptakan standar baru dalam industri pertunjukan musik live. Penonton disuguhkan dengan visualisasi bertema surealis, grafis dinamis, serta efek pencahayaan yang disesuaikan secara presisi dengan alur setiap lagu. Hal ini menjadikan setiap konser di Sphere bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah pertunjukan seni audio-visual yang menyeluruh.

Secara komersial, residensi ini terbukti sukses besar. Seluruh tiket untuk jadwal pertunjukan yang telah diumumkan dilaporkan habis terjual (sold out). Kesuksesan ini membuktikan bahwa musik cadas memiliki daya tarik yang sangat besar untuk konser berskala besar dengan konsep teknologi mutakhir, sekaligus mematahkan anggapan bahwa venue seperti Sphere hanya cocok untuk musik pop atau rock arus utama.

Kontroversi Panggung James Hetfield dan Kritik Pedas Roger Waters

Meskipun meraih kesuksesan finansial dan pujian dari para penggemar, perjalanan residensi Metallica di Las Vegas tidak sepenuhnya lepas dari dinamika kontroversi. Pada pertunjukan tanggal 10 Oktober, vokalis sekaligus gitaris Metallica, James Hetfield, sempat menyuarakan pandangannya di atas panggung terkait keterlibatan musisi dalam isu-isu sosial dan politik. Hetfield menyampaikan kritik terhadap para figur publik atau “penghibur” yang dinilainya kerap memengaruhi audiens dengan sudut pandang pribadi mereka.

Meski Hetfield tidak menyebutkan nama secara spesifik, pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah insiden dicoretnya rapper Macklemore dari tur stadion Ed Sheeran akibat pernyataannya di atas panggung mengenai konflik geopolitik. Komentar Hetfield ini rupanya memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di industri musik, salah satunya adalah mantan vokalis dan bassis Pink Floyd, Roger Waters.

Dalam kemunculannya di acara The Katie Halper Show, Waters menyampaikan kritik yang sangat tajam terhadap Hetfield atas pandangannya tersebut. Perbedaan pandangan antara dua figur senior dalam industri musik rok dan metal ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan kritikus dan pencinta musik internasional.

Masa Depan Musik Heavy Metal di Venue Futuristik

Terlepas dari dinamika yang ada, Metallica telah mencatatkan sejarah sebagai band heavy metal pertama yang menggelar residensi di venue canggih Sphere Las Vegas. Keberhasilan ini membuka jalan baru bagi band-band cadas lainnya untuk menjelajahi potensi konser imersif di venue berteknologi tinggi.

Langkah Metallica ini diyakini akan diikuti oleh band cadas lainnya dalam waktu dekat. Pemain drum grup progressive metal Tool, Danny Carey, sempat mengungkapkan bahwa bandnya tengah mempertimbangkan potensi untuk menggelar pertunjukan serupa di Sphere pada tahun 2027 mendatang. Pencapaian Metallica ini menandai era baru bagi pertunjukan musik keras, di mana batas antara distorsi musik yang agresif dan keajaiban teknologi visual semakin menyatu harmonis di atas panggung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version