Uncategorized
MAUT Rilis Album Debut “EXTINCTION”: Death Metal sebagai Refleksi Kehancuran Peradaban
MAUT Rilis Album Debut “EXTINCTION”: Death Metal sebagai Refleksi Kehancuran Peradaban
Indonesia, 2026 — Terbentuk pada awal 2024 di Indonesia, MAUT merupakan band death metal yang diperkuat oleh Agung (vokal), Irriszka (gitar), Riyo (bass), dan Arief (drum). Berawal dari sebuah proyek yang lahir dari Komunitas Pangkalan Bun Metal Force dan kecintaan terhadap musik ekstrem, MAUT berkembang dengan satu visi: menyuarakan realitas kelam dunia melalui musik death metal yang brutal, agresif, dan penuh atmosfer.
Sebagai langkah awal memperkenalkan identitas musikalnya, MAUT merilis dua single perdana, “Venomous Dominion” dan “Mass Produced Salvation”. Kedua lagu tersebut menjadi fondasi karakter musik MAUT—riff-riff berat, permainan drum yang intens, vokal brutal, serta lirik yang mengangkat isu kemanusiaan dan kehancuran peradaban modern.
Setelah hampir satu tahun menjalani proses penulisan lagu, penyusunan konsep, dan pengembangan materi, MAUT akhirnya menyelesaikan album penuh pertamanya yang bertajuk EXTINCTION.
EXTINCTION bukan sekadar kumpulan lagu. Album ini merupakan sebuah konsep yang menggambarkan dunia yang perlahan menuju kepunahan akibat keserakahan manusia. MAUT mengangkat berbagai realitas yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia, mulai dari perusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, kepunahan spesies, kemiskinan, perbudakan modern, perang, hingga genosida.
Setiap lagu menjadi representasi dari sisi tergelap peradaban manusia—sebuah peradaban yang terus menghancurkan kehidupan demi kekuasaan dan keuntungan.
Melalui lirik yang tajam dan musik yang tanpa kompromi, EXTINCTION mengajak pendengar untuk menghadapi kenyataan yang sering diabaikan. Album ini menjadi refleksi sekaligus peringatan bahwa manusia sedang membangun kehancurannya sendiri.
Pertanyaannya bukan lagi apakah kehancuran akan datang, melainkan apakah masih ada waktu untuk menghentikannya sebelum semuanya benar-benar lenyap.
Seluruh lirik dalam album EXTINCTION ditulis oleh Priyanka Agung, yang menerjemahkan berbagai isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan menjadi narasi yang gelap, emosional, dan penuh kritik. Sementara visual artwork album dikerjakan oleh Hakami_SDT, menghadirkan ilustrasi yang merepresentasikan kehancuran, kematian, dan kepunahan sebagai simbol utama konsep album.
Dari sisi produksi, proses rekaman instrumen dilakukan di Kawitan Records Lab, dengan Irriszka sebagai Recording Engineer sekaligus menangani proses mixing untuk membangun karakter suara yang berat, padat, dan agresif. Proses vocal recording serta mastering dikerjakan di Incun Studio, menghasilkan kualitas audio yang tetap brutal namun jelas dan bertenaga.
Dengan EXTINCTION, MAUT menegaskan identitasnya sebagai band death metal yang tidak hanya menawarkan kebrutalan musikal, tetapi juga membawa pesan yang relevan terhadap kondisi dunia saat ini. Album ini merupakan representasi kemarahan, keputusasaan, dan peringatan bagi umat manusia yang terus bergerak menuju jurang kepunahan.
ALBUM CREDITS
MAUT
Agung — Vocals
Irriszka — Guitars
Riyo — Bass
Arief — Drums
Lyrics
Priyanka Agung
Artwork
Hakami_SDT
Recording Studio
Kawitan Records Lab
Recording Engineer & Mixing
Irriszka
Vocal Recording & Mastering
Incun Studio