Jazz

Jeko Fauzy Ubah Kardus Bekas Jadi Seni tentang Manusia dan Alam

Published

on

Jeko Fauzy, seorang gitaris jazz berbakat yang kini bermukim di Bali, menghadirkan perspektif unik dalam dunia seni rupa melalui pameran kelompok ROOTED. Pameran yang berlangsung di ZIN Canggu Resort & Villas dari 11 hingga 31 Juli 2026 ini menampilkan sekitar 15 karya seni yang dikerjakan sepanjang 2025 hingga 2026, dengan fokus pada dialog mendalam antara manusia, alam, dan praktik daur ulang.

Dari Kotak Pizza Bekas Menjadi Kanvas Bermakna

Bagi kebanyakan orang, kotak pizza bekas hanya berakhir di tempat sampah tanpa nilai lebih. Namun di tangan Jeko Fauzy, benda yang dianggap tidak lagi bernilai ini berubah menjadi medium artistik yang kaya makna. Melalui karya-karyanya, ia mengajak penonton untuk melihat kembali relasi yang kerap terlupakan antara manusia dan lingkungan tempat mereka hidup. Figur manusia menjadi elemen dominan dalam setiap karya, dipertemukan dengan tumbuhan, hewan, atau keduanya sekaligus, menciptakan narasi visual yang kompleks dan menyentuh.

Hampir seluruh karya dalam pameran ini dibuat di atas kardus bekas, terutama kotak pizza, menggunakan medium akrilik dan marker. Pilihan material ini bukan sekadar eksperimen artistik semata, melainkan lahir dari kegelisahan mendalam Jeko terhadap persoalan sampah yang semakin nyata di Bali. Sebagai musisi yang rutin tampil di berbagai hotel, restoran, dan venue pertunjukan, Jeko menyaksikan sendiri banyaknya kemasan sekali pakai yang berakhir sebagai limbah. Kotak-kotak pizza yang semula hanya menjadi pembungkus makanan kemudian ia kumpulkan, dibersihkan, dan dijadikan kanvas baru untuk ekspresi artistiknya.

Pendekatan ini menghadirkan lapisan makna yang sangat menarik dan filosofis. Material yang sebelumnya hanya memiliki fungsi sesaat memperoleh kehidupan kedua sebagai karya seni yang bermakna. Alih-alih menyembunyikan asal-usul medianya, Jeko justru mempertahankan karakter permukaan kardus sebagai bagian integral dari identitas visual setiap lukisan. Tekstur, warna, dan keunikan setiap kardus bekas menjadi elemen desain yang disengaja, bukan cacat yang perlu ditutupi.

Improvisasi Musik Diterjemahkan ke Dalam Seni Visual

Sebagai musisi jazz yang telah lama berkarya di Bali, pendekatan Jeko terhadap seni rupa tidak lepas dari pengalaman bermusik yang mendalam. Improvisasi, spontanitas, dan dialog yang lazim ditemukan dalam jazz diterjemahkan ke dalam permainan garis, tekstur, warna, serta komposisi visual. Baginya, melukis merupakan proses yang tidak jauh berbeda dengan berimprovisasi di atas panggung. Kedua medium ini memerlukan keberanian untuk mengambil risiko, kepekaan terhadap momen, dan kemampuan untuk merespons dengan cepat terhadap apa yang muncul di hadapan.

Filosofi ini tercermin dalam setiap goresan dan warna yang ada di karya-karyanya. Tidak ada perencanaan yang terlalu ketat, tetapi ada struktur dan tujuan yang jelas. Setiap elemen visual memiliki alasan keberadaannya, sama seperti setiap nada dalam improvisasi jazz memiliki kontribusinya terhadap keseluruhan komposisi. Pendekatan organik ini membuat karya-karya Jeko terasa hidup dan dinamis, mengundang penonton untuk merasakan proses kreatif yang sama dengan apa yang dialami seniman saat menciptakannya.

Pesan Lingkungan Tanpa Menggurui

Pilihan medium kardus bekas juga menjadi pengingat yang kuat bahwa persoalan lingkungan dapat direspons melalui praktik artistik sehari-hari. Tanpa menggurui atau memberikan pesan moral yang berlebihan, karya-karya Jeko menawarkan refleksi mendalam mengenai konsumsi, limbah, dan kemungkinan lahirnya nilai baru dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna. Ini adalah pendekatan yang jauh lebih efektif daripada kampanye lingkungan tradisional, karena ia berbicara melalui keindahan dan emosi daripada melalui kecaman atau rasa bersalah.

Setiap karya dalam pameran ROOTED menjadi pertanyaan terbuka kepada penonton: bagaimana kita melihat limbah? Apakah ada nilai yang tersembunyi dalam benda-benda yang kita buang? Bagaimana hubungan kita dengan alam dapat diperbaiki melalui tindakan-tindakan kecil namun bermakna? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak dijawab secara langsung oleh Jeko, tetapi dibiarkan untuk dijelajahi oleh setiap penonton sesuai dengan pengalaman dan perspektif mereka sendiri.

ROOTED: Pertemuan Seni Kontemporer dan Keindahan Alam

ROOTED sendiri merupakan pameran yang mempertemukan seni kontemporer dengan keindahan bonsai dalam harmoni yang unik. Selain Jeko Fauzy, pameran ini juga menghadirkan karya dari Bonsai D’Uma, Kendisan, dan Naken Wijaya. Mengusung tema hubungan antara alam, kreativitas, dan pengalaman manusia, pameran ini berlangsung hingga 31 Juli 2026 di ZIN Canggu Resort & Villas, Bali. Kolaborasi antara berbagai seniman ini menciptakan pengalaman yang kaya dan multidimensional bagi pengunjung.

Meski dikenal luas sebagai musisi jazz yang berbakat, kehadiran Jeko dalam ROOTED memperlihatkan sisi lain dari perjalanan kreatifnya yang terus berkembang. Tanpa meninggalkan semangat improvisasi yang menjadi ciri khas seorang musisi, ia menemukan bahasa visual yang tumbuh dari keseharian, dari benda-benda sederhana, dan dari kepeduliannya yang tulus terhadap lingkungan sekitar. Ini menunjukkan bahwa kreativitas sejati tidak terbatas pada satu medium atau disiplin ilmu, tetapi dapat mengalir dan beradaptasi di berbagai bentuk ekspresi.

Bagi mereka yang tertarik untuk hadir di pameran ini, dapat mengisi tautan pendaftaran untuk pembukaan pameran. Selain itu, terdapat juga Workshop Bonsai & Live Drawing yang dijadwalkan pada 12 Juli, yang dapat diikuti dengan menghubungi WhatsApp untuk informasi lebih lanjut. Pameran ROOTED menawarkan kesempatan langka untuk melihat bagaimana seni dapat menjadi medium untuk berbicara tentang isu-isu penting seperti keberlanjutan lingkungan, sambil tetap mempertahankan keindahan dan kedalaman artistik yang autentik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version