Jazz
JASS Mengumpulkan S$6,3 Juta dalam Perayaan Satu Dekade Musik Jazz
Jazz Association (Singapore) atau yang dikenal luas sebagai JASS merayakan perjalanan satu dekade kiprahnya di dunia musik melalui perhelatan Benefit Gala 2026 bertajuk “When You Wish Upon A Star – A Decade of Dreams”. Acara peringatan ulang tahun ke-10 yang berlangsung penuh khidmat ini menghadirkan Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, sebagai Tamu Kehormatan. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum bersejarah atas keberhasilan organisasi tersebut mengumpulkan total dana dukungan mencapai lebih dari S$6,3 juta sejak pertama kali didirikan.
Pencapaian Dana Hibah dan Penghargaan Filantropi Seni
Selama sepuluh tahun berdiri, JASS secara konsisten menunjukkan peran strategisnya dalam memobilisasi dukungan finansial guna menyokong keberlangsungan ekosistem musik jazz. Pada acara malam gala ulang tahun ke-10 tersebut, JASS berhasil memecahkan rekor penggalangan dana baru dengan mengumpulkan lebih dari S$1,4 juta dalam satu malam. Pencapaian luar biasa ini melengkapi total dana hibah dan donasi yang terkumpul selama satu dekade yang melampaui angka S$6,3 juta. Penggalangan dana ini membuktikan besarnya kepercayaan para donatur dan pemangku kepentingan terhadap misi kebudayaan yang diusung oleh organisasi.
Suasana perayaan malam gala semakin istimewa saat salah satu donatur utama, Bapak Roger Parellada, membawa pulang sebuah gitar listrik langka model Heritage H-535. Gitar yang sangat bernilai tinggi tersebut secara khusus ditandatangani langsung oleh Perdana Menteri Lawrence Wong sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap seni budaya. Momen lelang dan penggalangan dana ini mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni pertunjukan di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai wujud apresiasi mendalam terhadap para penyokong gerakan ini, JASS juga meluncurkan Penghargaan Filantropi JASS untuk pertama kalinya. Penghargaan perdana ini dianugerahkan kepada sejumlah individu dan korporasi yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi tumbuh kembang komunitas jazz di Singapura. Di antara para penerima penghargaan tersebut adalah Albert Chiu, Composers and Authors Society of Singapore Ltd (COMPASS), pasangan Adrian dan Susan Peh, Profesor Jeremy Monteiro, pasangan Julian dan Sandra Chang, serta entitas bisnis Neo Group Limited dan EFG Bank AG.
Transformasi Pendidikan dan Regenerasi Musisi Muda
Perjalanan JASS dimulai pada tanggal 26 September 2016 ketika maestro jazz ternama sekaligus pendidik musik, Profesor Jeremy Monteiro, menggagas pembentukan organisasi ini bersama para tokoh pecinta jazz seperti Albert Chiu, Dr. Edmund Lam, dan Mrs. Susan Peh. Berawal dari visi bersama untuk memajukan seni jazz, JASS dengan cepat berkembang menjadi sebuah organisasi nirlaba dan lembaga amal terkemuka di Singapura. Komitmen utamanya berpusat pada perluasan aksesibilitas musik jazz, pemberian bantuan pendidikan melalui jalur beasiswa, serta pembentukan basis penonton baru di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun, dampak sosial dan pendidikan yang dihasilkan oleh JASS terasa sangat signifikan. Melalui program Beasiswa Musik JASS, investasi senilai lebih dari S$500.000 telah disalurkan kepada 15 penerima beasiswa berbakat hingga bulan Maret 2026. Dukungan finansial dan pelatihan ini membuka jalan bagi para musisi muda untuk mengejar pendidikan musik formal dan memperdalam keahlian profesional mereka di panggung musik dunia.
Tidak hanya itu, JASS juga mendirikan dua badan orkestra utama, yaitu Jazz Association Singapore Orchestra (JASSO) dan orkes pemuda Jazz Association Singapore Youth Orchestra (JASSYO!). Kedua wadah musik ini telah menjadi sarana pelatihan intensif, pengalaman panggung profesional, serta program pendampingan bagi lebih dari 110 musisi muda. Secara keseluruhan, lebih dari 220 musisi profesional maupun pemula telah dilibatkan dalam berbagai proyek konser, festival musik, dan kegiatan edukasi komunitas yang diinisiasi oleh JASS. Dari sisi jangkauan pemirsa, program-program digital JASS berhasil meraih lebih dari 2,5 juta penayangan secara daring, sementara pertunjukan langsungnya telah dinikmati oleh lebih dari 62.800 penonton.
Diplomasi Kebudayaan dan Rencana Strategis Dekade Kedua
Selain memperkuat ekosistem lokal, JASS aktif menjalankan misi diplomasi budaya dengan membawa karya dan bakat musik jazz Singapura ke panggung internasional. Sepanjang dekade pertamanya, JASS tercatat telah menggelar 13 pertunjukan internasional di delapan kota yang tersebar di tujuh negara, termasuk Australia, Korea Selatan, China, Thailand, Malaysia, Britania Raya, hingga Amerika Serikat. Langkah ini berhasil menempatkan posisi Singapura sebagai salah satu simpul penting pertukaran budaya musik jazz di tingkat global.
Reputasi internasional JASS semakin diperkuat lewat kolaborasi tingkat tinggi dengan berbagai tokoh legendaris dan maestro jazz kelas dunia. Nama-nama besar seperti Randy Brecker, Benny Golson, Carmen Bradford, Laura Fygi, Roberta Gambarini, hingga para musisi dari Dizzy Gillespie Band di bawah pimpinan John Lee pernah berbagi panggung dan melakukan proyek kolaboratif bersama para musisi JASS. Kolaborasi ini memberi dampak positif berupa transfer pengetahuan serta peningkatan standar artistik musik jazz regional.
Menginjak dekade kedua perjalanannya, JASS tidak berencana untuk berhenti. Organisasi ini telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis baru untuk memperluas jangkauan dan dampaknya. Salah satu langkah terobosan yang diluncurkan adalah JASS Catalyst Fund, sebuah dana bantuan khusus yang dirancang untuk mendukung pengembangan profesional musisi, pendanaan proyek rekaman album, hingga memfasilitasi pementasan musisi Singapura di luar negeri. Di samping itu, ada pula program JASS Junior yang ditujukan secara khusus untuk pembinaan dan pemanduan bakat musisi muda berusia di bawah 18 tahun.
Melalui berbagai terobosan berkelanjutan ini, JASS optimistis dapat terus memperkokoh posisinya sebagai penggerak utama industri musik jazz. Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya melahirkan generasi musisi jazz baru yang kompetitif secara global, tetapi juga makin mendekatkan visi besar untuk menjadikan Singapura sebagai salah satu pusat keunggulan dan inovasi musik jazz di dunia.