Metal

James Hetfield Tegaskan Metallica Tidak Akan Bicara Politik di Panggung

Published

on

Vokalis sekaligus gitaris Metallica, James Hetfield, dengan tegas menyatakan bahwa grup musik heavy metal asal Amerika Serikat tersebut tidak akan pernah menggunakan panggung konser mereka untuk menyampaikan pesan atau orasi politik. Pernyataan ini disampaikan Hetfield di sela-sela pertunjukan residensi Metallica di MSG Sphere, Las Vegas, tempat di mana ia menekankan bahwa tujuan utama band tersebut adalah menghibur penonton dan menyatukan jutaan penggemar melalui musik.

Fokus Menghibur dan Menyatukan Penggemar

Di atas panggung Las Vegas, pria yang akrab disapa Papa Het ini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penggemar yang telah menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan aksi mereka. Ia menyadari sepenuhnya pengorbanan yang dilakukan oleh basis penggemar setia Metallica, yang dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Metallica, baik dari segi waktu maupun finansial demi menghadiri pertunjukan megah tersebut.

Namun, dalam sela-sela interaksinya dengan penonton, Hetfield memberikan sindiran yang cukup tajam kepada sejumlah seniman atau musisi lain yang kerap memanfaatkan panggung hiburan sebagai arena propaganda atau penyampaian opini politik pribadi. Hetfield menekankan bahwa Metallica memilih jalan yang berbeda dengan fokus murni pada aspek musik dan pengalaman emosional penonton.

“Metallica berada di sini bukan untuk mempengaruhi kalian dengan omong kosong politik seperti yang dilakukan beberapa musisi lain,” ujar Hetfield di hadapan ribuan penonton yang memadati lokasi acara. Ia menegaskan bahwa konser Metallica adalah tempat bagi semua orang untuk melupakan sejenak beban dan dinamika masalah dunia luar. Menurutnya, agenda utama Metallica sejak awal berdiri hingga saat ini hanyalah kasih sayang, energi positif, dan musik heavy metal yang bertenaga.

Dilema dan Kontroversi Politik di Dunia Musik

Pernyataan tegas Hetfield ini mengemuka di tengah maraknya perdebatan mengenai sejauh mana musisi boleh atau seharusnya menyuarakan sikap politik mereka di atas panggung. Belakangan ini, industri musik global diwarnai kontroversi terkait aksi beberapa musisi yang membawa isu-isu geopolitik ke dalam pertunjukan langsung mereka, seperti tindakan rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, yang menyuarakan dukungannya terhadap Palestina dalam rangkaian tur konser Ed Sheeran hingga memicu perdebatan publik.

Meskipun Metallica secara historis pernah merilis karya-karya dengan lirik bernuansa kritik sosial dan politik—seperti dalam album legendaris …And Justice for All yang menyoroti korupsi, ketidakadilan, serta kebobrokan sistem hukum—para personelnya secara konsisten memilih untuk menjaga jarak dari narasi politik praktis di luar karya musik mereka.

Hetfield meyakini bahwa keterlibatan aktif dalam retorika politik justru berpotensi memecah belah pendengar yang datang dari berbagai latar belakang. Bagi Metallica, panggung konser harus menjadi ruang inklusif di mana perbedaan pandangan politik, agama, dan latar belakang sosial dapat melebur demi kebersamaan menikmati musik heavy metal.

Filosofi Pribadi dan Hubungan Antarpersonel Metallica

Sikap keras Hetfield terhadap isu politik bukanlah hal baru dalam perjalanan kariernya. Dalam sebuah wawancara dengan media asal Chile, La Tercera, pada tahun 2017, ia pernah mengungkapkan filosofinya mengenai pemisahan yang tegas antara seni dan politik. Hetfield menegaskan bahwa pandangan pribadinya adalah konsumsi pribadi yang tidak perlu dipaksakan kepada publik.

“Pandangan saya tetap menjadi milik saya pribadi. Saya adalah seorang penyanyi dan pemain gitar di sebuah band rock. Saya membenci politik dan tidak ingin membicarakannya karena itu tidak penting bagi saya. Yang paling penting bagi saya adalah menghubungkan banyak orang melalui musik. Politik dan agama hanya akan memisahkan orang-orang,” tutur Hetfield saat itu.

Menariknya, meskipun sang drumer, Lars Ulrich, terkadang lebih terbuka mengenai pandangan pribadinya di media—seperti lelucon yang pernah ia lontarkan terkait niatnya kembali ke Denmark saat dinamika politik Amerika Serikat memanas—isu politik nyatanya tidak pernah menjadi bahan perdebatan di antara para anggota band itu sendiri.

Lars Ulrich pernah mengungkapkan pada tahun 2016 bahwa selama lebih dari tiga dekade bermusik bersama, ia dan Hetfield hampir tidak pernah secara sengaja duduk bersama untuk mendiskusikan pandangan politik masing-masing, seperti masalah layanan kesehatan atau kebijakan pemerintah. Toleransi tinggi dan fokus pada tujuan bersama dalam bermusik menjadi kunci utama keutuhan Metallica selama lebih dari empat dekade.

Dengan terus berlanjutnya rangkaian konser residensi mereka di Las Vegas, Metallica membuktikan bahwa komitmen mereka untuk tetap netral secara politik dan berfokus penuh pada kualitas pertunjukan musik tetap menjadi daya tarik utama yang dicintai oleh jutaan penggemar lintas generasi di seluruh dunia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version