Jazz

Indomusik Talk 2026 Bakal Menggelar Forum Diskusi Musik Terbesar di PIK 2

Published

on

Forum dialog musik tahunan, Indomusik Talk 2026, dipastikan kembali hadir dengan skala penyelenggaraan yang jauh lebih luas dan megah. Acara yang digagas oleh Indomusikgram ini secara resmi bergabung dalam perhelatan Indonesia International Music Expo (IIME) 2026 dan akan berlangsung di Hall 9, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ekspansi Skala Forum Diskusi Musik Nasional

Langkah ekspansi ini menjadi lompatan besar bagi Indomusik Talk setelah sebelumnya sukses menggelar edisi perdana di Gedung Kesenian Jakarta pada bulan Juni lalu. Pendiri Indomusikgram, Christian Bong, menjelaskan bahwa perluasan skala acara dilakukan guna menjawab tingginya kebutuhan akan ruang diskusi yang inklusif, terbuka, serta edukatif di tengah pesatnya perkembangan industri musik tanah air.

Pada gelaran tahun ini, Indomusik Talk 2026 menyiapkan infrastruktur acara yang sangat komprehensif. Panitia menyediakan empat ruang diskusi simultan yang berjalan secara bersisian, dilengkapi dengan satu panggung utama. Lebih dari 40 pembicara terkemuka dari pelbagai latar belakang dipastikan hadir untuk membagikan wawasan mendalam mengenai dinamika ekosistem musik modern.

Topik bahasan yang disajikan dalam forum ini dirancang merangkul seluruh pilar penting dalam rantai nilai industri musik. Para peserta akan diajak membedah berbagai isu krusial, mulai dari teknik produksi musik modern, tata kelola dan transparansi royalti, peran serta masa depan jurnalisme musik di era digital, hingga eksplorasi inovasi dalam pelestarian musik tradisional Nusantara.

Menghadirkan Tokoh dan Praktisi Industri Musik Indonesia

Indomusik Talk 2026 bakal menjadi titik temu lintas generasi dan disiplin ilmu dalam industri musik Indonesia. Sejumlah praktisi ternama dipastikan mengisi panggung diskusi, salah satunya produser musik ternama Alffy Rev yang dikenal dengan karya-karya visual-audio kolosalnya. Hadir pula kolektif musik genre Hipdut ANTINRML serta komunitas Nyanyi Bareng Jakarta yang merepresentasikan fenomena budaya pop dan kolektivitas bernyanyi bersama di kalangan anak muda.

Dari sisi bisnis dan pengelolaan talenta, perwakilan dari label rekaman seperti Trinity Optima, Redrose Records, dan Nagaswara turut berpartisipasi untuk membagikan pandangan mendalam mengenai strategi pemasaran, pengembangan artis, dan navigasi bisnis rekaman di tengah dominasi platform streaming digital.

Sektor jurnalisme dan media musik juga mendapat porsi pembahasan khusus yang sangat signifikan. Para pendiri media musik Indonesia, yakni Mudya Mustamin dari Musikeras, Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz, serta Igun Sudarmono dari Music On Friday, akan duduk bersama dalam satu panel untuk membahas tantangan, adaptasi, dan keberlanjutan jurnalisme musik di era digital saat ini.

Isu komunikasi dan strategi publikasi musik juga dikupas secara mendalam oleh dua praktisi publisis musik berpengalaman, Erik Sabeni dan Jeffrey Winanda. Kedua narasumber ini akan membedah mekanisme kerja komunikasi publik, strategi hubungan media (media relations), serta pentingnya penataan citra bagi musisi maupun rilisan musik baru di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Pelestarian Tradisi dan Perjuangan Musisi Jalanan

Tidak hanya berfokus pada industri komersial arus utama, Indomusik Talk 2026 memberikan perhatian besar pada pelestarian akar budaya dan inklusivitas sosial. Forum ini akan menghadirkan inovator musik tradisional yang memamerkan terobosan teknologi seperti angklung robotik, sebuah penggabungan antara nilai warisan budaya dan perkembangan teknologi modern.

Ketua Lembaga Irama Nasional Indonesia (LINI), Rudy Octave, bersama jajaran tim LINI juga dijadwalkan hadir untuk memimpin sesi diskusi mengenai strategi pelestarian serta penggalian kembali irama musik tradisional Nusantara agar tetap relevan bagi generasi muda. Sesi ini diharapkan mampu memberikan ide-ide segar bagi para komposer dan musisi muda dalam mengolah kekayaan tradisi menjadi karya berkelas internasional.

Sisi kemanusiaan dan hak-hak pekerja musik di ruang publik turut diangkat melalui sesi khusus bersama Institut Musik Jalanan (IMJ). Rektor IMJ, Andi Malewa, S.T., bersama Khamanyak yang merupakan pegiat Instrumental Buskers IMJ, akan mengulas secara mendalam perjuangan kesetaraan hak, legalitas ruang tampil, serta pengakuan profesi bagi para musisi jalanan di Indonesia.

Aksesibilitas dan Informasi Tiket Acara

Rangkaian acara Indomusik Talk 2026 direncanakan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Acara ini sengaja dirancang agar dapat diakses oleh seluruh kalangan, baik pelajar, akademisi, musisi independen, hingga para profesional yang ingin memperluas jejaring maupun mendalami seluk-beluk ekosistem musik tanah air.

Untuk menghadiri perhelatan ini, pengunjung cukup membeli tiket seharga Rp100.000. Harga tiket tersebut sudah mencakup akses penuh ke seluruh empat sesi diskusi simultan, panggung utama, serta tiket masuk ke area pameran Indonesia International Music Expo (IIME) 2026 pada hari yang sama. Pembelian tiket resmi dapat dilakukan secara daring melalui platform Joytix atau dengan mengakses tautan resmi yang tertera pada akun Instagram @indomusikgram dan @indomusiktalk.

Dengan sajian program yang kaya, deretan pembicara yang kompeten, serta kolaborasi bersama IIME 2026, Indomusik Talk 2026 diharapkan dapat menjadi stimulus penting bagi kemajuan industri musik nasional yang lebih berkelanjutan, adil, dan berdaya saing global.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version