Metal
Band Nu-Metal Snot Bangkit Kembali dan Bersiap Merilis Album Baru
Band nu-metal legendaris asal Santa Barbara, Snot, secara resmi mengumumkan kembalinya mereka ke industri musik internasional setelah terhenti selama hampir tiga dekade akibat tragedi memilukan. Dengan menggandeng vokalis anyar Andy Knapp, kelompok musik yang sempat diperhitungkan di era 1990-an ini kini kembali tampil di panggung festival besar dan sedang merampungkan album studio terbaru yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027.
Tragedi Memilukan di Balik Puncak Kejayaan Era 90-an
Skena musik nu-metal pada akhir era 1990-an melahirkan banyak nama besar yang kini mendominasi panggung rock dunia, seperti Korn, Deftones, Limp Bizkit, System Of A Down, hingga Slipknot. Di antara deretan nama tersebut, Snot sebenarnya digadang-gadang akan mencapai tingkat kepopuleran yang sama. Pada tahun 1997, mereka merilis album debut bertajuk Get Some, sebuah karya eksperimental yang memadukan elemen rap, heavy metal, funk, dan skate punk secara agresif namun energik.
Namun, impian besar tersebut terhenti secara mendadak pada Desember 1998. Vokalis utama Snot yang karismatik, Lynn Strait, tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang tragis bersama anjing kesayangannya, Dobbs—anjing yang juga menjadi ikon pada sampul album Get Some. Duka mendalam menyelimuti para personel yang tersisa, hingga gitaris Mikey Doling dan kawan-kawan memutuskan untuk membubarkan Snot tepat saat grup musik ini mulai dikenal luas di industri musik global.
Sebelum peristiwa naas tersebut terjadi, Snot sebenarnya telah mengumpulkan beberapa materi lagu untuk album kedua mereka. Pada tahun 2000, materi-materi tersebut akhirnya dirilis dalam album penghormatan bertajuk Strait Up. Album tribute ini menghadirkan deretan vokalis ternama yang juga sahabat mendiang Lynn Strait, seperti Serj Tankian dari System Of A Down, Max Cavalera dari Sepultura/Soulfly, hingga Fred Durst dari Limp Bizkit. Meski sempat beberapa kali mencoba melakukan reunifikasi dengan vokalis pengganti seperti Tommy Vext dan Brandon Espinoza, upaya tersebut tak pernah benar-benar bertahan lama karena para personel merasa belum siap untuk melangkah ke depan tanpa sosok Lynn.
Kebangkitan Tren Nu-Metal dan Penemuan Vokalis Baru
Selama bertahun-tahun, perjalanan Snot seolah telah berakhir dan hanya menjadi bagian dari sejarah kultus musik underground. Namun, kebangkitan kembali popularitas genre nu-metal di kalangan generasi muda dalam beberapa tahun terakhir mengubah segalanya. Gelombang minat baru terhadap musik era 2000-an mendorong para promotor festival musik besar untuk menghubungi Snot agar mau kembali naik ke atas panggung.
Tantangan terbesar yang dihadapi Snot tentu saja mencari sosok yang sanggup mengisi posisi vokalis. Lynn Strait memiliki karakter vokal dan aksi panggung yang sangat khas, sehingga mencari penggantinya bukanlah perkara mudah. Setelah menyaring begitu banyak video audisi tanpa hasil yang memuaskan, para personel Snot hampir saja menyerah. Harapan baru akhirnya muncul saat mereka menyaksikan video audisi terakhir dari Andy Knapp, yang merupakan vokalis dari grup musik Stronger Than Machines.
Mikey Doling mengungkapkan bahwa hanya dalam kurun waktu satu menit menyaksikan video tersebut, seluruh personel Snot langsung menyadari bahwa Andy Knapp adalah sosok yang selama ini mereka cari. Knapp memiliki energi, karakter vokal, dan aura panggung yang selaras dengan spirit asli Snot. Uniknya lagi, Andy Knapp ternyata berasal dari kota yang sama dengan Snot, yaitu Santa Barbara, sehingga mereka merasa telah menemukan bakat lokal yang selama ini berada di dekat mereka.
Garap Album Anyar di Studio Vokalis Korn
Kembalinya Snot ke kancah musik langsung dibuktikan dengan aksi panggung yang eksplosif di berbagai festival papan atas dunia, seperti Sonic Temple dan Download Festival, serta pertunjukan tunggal di Brighton, Inggris. Respons luar biasa dari para penggemar lama maupun pendengar baru makin membakar semangat para personel untuk melangkah lebih jauh di industri musik.
Saat ini, Snot tengah menyiapakan materi lagu baru untuk album mendatang mereka. Proses rekaman dilakukan secara intensif di studio pribadi milik vokalis Korn, Jonathan Davis, yang berlokasi di Bakersfield, California. Snot juga menggandeng produser ternama Chris Collier untuk mengawal produksi album ini. Sebelum memulai tur konser mereka baru-baru ini, Snot telah berhasil merampungkan rekaman sembilan lagu dari total 12 lagu yang direncanakan.
Secara musikalitas, materi baru yang sedang digarap Snot tetap mempertahankan warna musik khas mereka: riff gitar yang berat, alur funk yang elastis, serta raungan vokal Andy Knapp yang mampu menangkap jiwa dan gaya khas Lynn Strait. Langkah ini bukan sekadar upaya nostalgia, melainkan penegasan bahwa Snot siap mengklaim kembali posisi mereka di jajaran terdepan grup musik nu-metal dunia.
Meski kini bersiap mengukir sejarah baru, para personel menegaskan bahwa seluruh langkah kembalinya Snot ke industri musik didedikasikan sebagai bentuk penghormatan atas warisan bakat dan kenangan mendiang Lynn Strait. Album terbaru Snot diproyeksikan akan resmi dirilis pada tahun 2027 mendatang, menandai babak baru perjalanan karier band yang sempat tertunda selama puluhan tahun.