Jazz

AMI Awards 2026 Resmi Mengumumkan Nominasi Kategori Jazz Hingga Musik Etno

Published

on

Yayasan Anugerah Musik Indonesia secara resmi mengumumkan daftar lengkap nominator untuk ajang penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Perhelatan industri musik tertinggi di Tanah Air ini kembali menjadi wadah apresiasi bagi para musisi, pencipta lagu, hingga penata musik yang memberikan kontribusi luar biasa sepanjang tahun. Pada edisi kali ini, persaingan di ranah musik kreatif seperti jazz, musik etno global, tradisi, hingga karya produksi instrumentalia menunjukkan perkembangan yang sangat dinamis dan makin berwarna.

Daftar Nominasi Skena Jazz dan Eksplorasi Musik Instrumentalia

Kategori jazz pada AMI Awards 2026 memperlihatkan kolaborasi lintas generasi yang semakin solid, melingkupi proyek big band yang megah, eksplorasi vokal yang menawan, hingga komposisi instrumental yang memukau. Kategori Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik diisi oleh karya-karya berkelas seperti 44 dari Aditya OngTrio (Silver 7 Records), Anagnorisis milik Dwiki Dharmawan (Musikita Records), Provincializing Bebop karya Sri Hanuraga (Divisi62), The Great Indonesian Songbook, Vol.1 dari Kevin Yosua Big 6 (Silver 7 Records), serta Ungkapan oleh Societeit de Harmonie (Kuatimane Records).

Sementara itu, perebutan gelar Artis Jazz Terbaik diramaikan oleh Alonzo Brata lewat lagu “Simple Pleasures”, Dwiki Dharmawan melalui karya “Anagnorisis”, Indra Lesmana dengan “Fainted Light”, Sri Hanuraga lewat “After so What”, serta Tohpati Bigband lewat komposisi “Secret Agent”. Pada kategori Artis Jazz Alternatif Terbaik, nama-nama seperti Arumtala (“Salam Sehat”), Erwin Gutawa (“Parasit”), Hasan Nasution (“Kekacauan di C Major in Bm”), Societeit de Harmonie (“Petir”), dan kolaborasi Song Brothers bersama Annisya serta Tommy Pratomo (“After Glow”) berhasil masuk ke dalam jajaran persaingan.

Tidak kalah bergengsi, kategori Karya Produksi Instrumentalia Terbaik menghadirkan persaingan sengit antara Arumtala (“Salam Sehat”), Erwin Gutawa (“Parasit”), Dwiki Dharmawan (“Anagnorisis”), Indra Lesmana (“Dim Glow”), Isyana Sarasvati dengan karya “The Final Curtain” (Eklektiko), serta Tohpati Bigband (“Secret Agent”). Kategori ini menegaskan betapa musik tanpa vokal tetap memiliki daya pikat dan kualitas teknis yang sangat tinggi di panggung musik nasional.

Preservasi Akar Budaya Lewat Musik Etno, Global, dan Blues

AMI Awards 2026 juga memberikan ruang apresiasi yang luas bagi para penggiat musik tradisi, etnik, dan world music yang konsisten merawat identitas budaya Nusantara dengan sentuhan modern. Pada kategori Karya Produksi Musik Global Terbaik, nominator yang berhasil lolos meliputi Fentiki dengan karya “BABON”, Hasyim Abubakar Yahya bersama Ki Heri Purwono dan Mustafa Debu (“Kidung Walisongo”), Indonesian National Orchestra (“Blues For You (Live At Bimhuis)”), Laskar Dayak (“Baroah”), serta Lombok Ethno Fusion (“Mindu”).

Untuk kategori Karya Produksi Musik Etno Terbaik, persaingan diisi oleh Gamelan Pacifica dengan karya “UMBARAN”, Neo Nolin (“Bali”), Palui Banaran (“Wadian Dadas (Belian Dayak Maanyan)”), Peni Candra Rini (“Kumuda Djiwa Gamelan (Mangkunegaran)”), serta RIRIT CAMPALA (“Babun”). Kehadiran para musisi ini memperlihatkan keberagaman eksplorasi instrumen tradisional seperti gamelan hingga musik adat Dayak dan Banjar yang disajikan secara segar.

Sementara di kategori Karya Produksi Kontemporer Terbaik, karya-karya eksperimental hadir melalui Adi Darmawan (“Arangkak”), Didin Marlin (“Sappo’na Sumange’ Mabali”), Hery Kristian Buana Tanjung (“Prepared No.1 Bukan Gurindam”), KUNTARI (“Penarabadan”), serta Nayaka Farrell bersama Welderahmat (“Tekstil”). Tak ketinggalan, ranah musik blues juga mendapat tempat lewat jajaran nominator Karya Produksi Blues Terbaik yang diisi Arya Novanda feat. Deandra Nadira (“Beri Tahu”), Karina Christy (“Don’t Fall In Love With A Rockstar”), Silampukau feat. Rio Sidik (“Blues Bunga Api (Dan Maut Kian Benderang)”), Spolenk (“Three Black Bird”), dan Stanly Bactian and the Ghetto’s (“You Got to Move”).

Kiprah Lintas Genre Para Musisi Jazz dan Eksplorasi Kreatif

Hal paling menarik dari perhelatan AMI Awards tahun ini adalah bagaimana banyak musisi yang identik dengan skena jazz atau instrumental turut mendominasi dan bersaing di kategori non-jazz. Keahlian musikalitas mereka membawa warna tersendiri di luar pakem genre aslinya. Musisi senior Dwiki Dharmawan menjejakkan namanya pada nominasi kategori Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik lewat lagu “Rukun Sama Teman” yang dinyanyikan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman. Di sisi lain, Tohpati masuk dalam kategori Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik lewat kepiawaiannya meracik ulang aransemen lagu legendaris “Semusim”.

Kehadiran musisi jazz di balik layar produksi populer juga sangat terasa. Yoseph Sitompul, pianis yang kerap mendampingi penampilan penyanyi Tulus, berhasil mendapatkan nominasi sebagai Produser Rekaman Terbaik lewat karya “Teh Hijau”. Selain itu, drummer Dimas Pradipta bersama studionya mencatatkan dominasi besar dalam menggarap berbagai karya yang tersebar di beragam kategori penghargaan. Musisi Mevlied Nahla yang dikenal lewat akun media sosialnya juga menorehkan prestasi lewat nominasi karya “Target Operasi” yang digarap berkolaborasi dengan musisi asal Jepang.

Malam Puncak AMI Awards 2026 dan Penilaian Industri Musik

Pengumuman nominasi ini menegaskan betapa kaya dan beragamnya lanskap musik Indonesia saat ini. Peleburan antara tradisi lokal, teknik jazz modern, eksperimentasi elektro-akustik, hingga produksi pop lintas genre memperlihatkan bahwa kualitas produksi musik nasional semakin mumpuni dan berdaya saing tinggi. Kategori-kategori khusus ini sekaligus menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan musik non-mainstream yang memiliki basis pendengar setia dan nilai artistik mendalam.

Malam puncak perhelatan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 4 November 2026 mendatang di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Acara tersebut dipastikan bakal menjadi ajang selebrasi paling megah bagi para insan musik Tanah Air untuk merayakan pencapaian estetik dan komersial dari karya-karya terbaik bangsa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version