Metal

Steven Wilson Rilis Video Musik “On Chapel Slope” Berkonsep Folk Horror

Published

on

Musisi dan produser musik progresif ternama asal Inggris, Steven Wilson, resmi meluncurkan video musik terbaru untuk lagu berjudul “On Chapel Slope”. Klip yang mengusung atmosfer menyeramkan ini memberikan gambaran lebih mendalam kepada para penggemar mengenai dunia rekaan desa Larkstone, yang menjadi pusat narasi dari album studio kesembilannya yang akan datang, Requiem For A Village. Album tersebut dijadwalkan rilis secara global pada 6 November mendatang di bawah naungan label Fiction Records.

Konsep Visual Menyeramkan dan Inspirasi Folk Horror

Video musik “On Chapel Slope” disutradarai oleh Mike Bennion dan menampilkan nuansa visual yang sangat meresahkan namun memikat. Cerita dalam video ini berfokus pada sebuah pesta pernikahan di pedesaan, di mana karakter utamanya diperankan langsung oleh Steven Wilson bersama pasangan hidupnya di dunia nyata, Rotem. Suasana sukacita pernikahan dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk saat warga desa dan arwah-arwah mati bangkit dari area pemakaman yang mengelilingi gereja lokal.

Visual tersebut dipenuhi dengan citra desa pedesaan Inggris yang tak bernama, melapuk, dan membusuk secara perlahan. Efek pembusukan dan transformasi mengerikan ini kemudian menjalar hingga ke para tamu undangan pernikahan, diiringi oleh aransemen musik khas Steven Wilson yang atmosferik, intens, dan menegangkan. Pendekatan visual ini berhasil membangun suasana ketakutan psikologis yang mendalam bagi para penontonnya.

Judul serta tema utama dari album Requiem For A Village sendiri terinspirasi langsung dari film cult folk horror klasik tahun 1975 karya sutradara David Gladwell dengan judul yang sama. Gladwell sebelumnya dikenal sebagai penyunting gambar untuk film-film monumental garapan Lindsay Anderson seperti If…. dan O Lucky Man!. Dalam film aslinya, seorang pria tua menyaksikan arwah-arwah orang mati bangkit dari kuburnya di pemakaman gereja pedesaan Inggris, sebuah alegori mengenai dampak modernisasi yang mengikis kehidupan tradisional di pedesaan.

Steven Wilson membawa nuansa estetika film tersebut ke dalam karya musiknya. Album ini dideskripsikan berada dalam lanskap ala film The Wicker Man, di mana lukisan-lukisan karya Stanley Spencer terpajang di galeri seni lokal, kisah-kisah horor klasik tulisan M. R. James serta Algernon Blackwood tersusun di rak perpustakaan umum, dan anak-anak bermain di antara batu-batu kuno di alun-alun pasar desa Larkstone.

Detail Format Album dan Eksplorasi Musikal Steven Wilson

Album Requiem For A Village akan dihadirkan dalam berbagai format rilisan fisik yang memanjakan para kolektor musik. Penggemar dapat memiliki album ini dalam format CD standar, Blu-Ray audio berkualitas tinggi, piringan hitam (vinyl) ganda 12 inci seberat 140 gram warna hitam, serta varian vinyl ganda berwarna merah tua (oxblood). Selain itu, terdapat pula edisi super deluxe boxset terbatas yang mencakup dua CD, cakram Blu-Ray, serta buku bersampul tebal (hardback book) setebal 96 halaman yang memuat materi eksklusif.

Untuk melengkapi peluncuran ini, edisi khusus CD dengan tanda tangan langsung dari Steven Wilson akan dijual secara terbatas melalui Amazon. Sementara itu, varian CD dengan kemasan artistik eksklusif juga bakal tersedia secara khusus melalui toko musik ternama HMV.

Sebagai musisi yang dikenal sangat perfeksionis dalam hal kualitas produksi suara, Steven Wilson selalu mengedepankan pengalaman mendengarkan musik yang mendalam (immersive audio). Sepanjang karier solonya maupun saat memimpin grup band rock progresif legendaris Porcupine Tree, Wilson kerap memadukan berbagai elemen musik mulai dari rock progresif, pop eksperimental, ambient, hingga musik elektronik industrial. Album Requiem For A Village diperkirakan akan menjadi salah satu karya paling ambisius dalam narasi konseptualnya.

Konser Spektakuler di Royal Albert Hall London

Sebagai bagian dari rangkaian promosi dan transisi era albumnya, Steven Wilson dijadwalkan menggelar dua pertunjukan spesial yang tiketnya telah habis terjual (sold-out) di gedung pertunjukan megah Royal Albert Hall, London, pada 28 dan 29 Oktober. Dalam konser istimewa tersebut, Wilson tidak hanya tampil bersama band pengiringnya, tetapi juga didukung penuh oleh pertunjukan megah dari Parallax Orchestra serta paduan suara Sansara Choir yang dipimpin oleh dirigen Tom Richards.

Pertunjukan di Royal Albert Hall ini menjadi momen krusial yang menandai penutupan siklus album sebelumnya sekaligus memperkenalkan babak baru dalam perjalanan karier musiknya. Di atas panggung, para musisi akan membawakan gubahan aransemen orkestra terbaru dari materi proyek The Overview, sekaligus membawakan lagu-lagu perdana dari album Requiem For A Village secara langsung untuk pertama kalinya sebelum album tersebut resmi dilepas ke pasaran.

Langkah Steven Wilson merilis “On Chapel Slope” semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu maestro musik progresif modern yang tak pernah berhenti bereksperimen dengan menggabungkan seni visual, sastra, dan narasi sinematik ke dalam karya audio.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version