Metal
Noctule Bersiap Merilis Album Black Metal Epik Extinguish Thy Flame
Serena Cherry, musisi multi-instrumentalis yang sebelumnya dikenal melalui band post-metal Svalbard, bersiap untuk meluncurkan album solo keduanya di bawah proyek black metal miliknya, Noctule. Album bertajuk Extinguish Thy Flame ini dijadwalkan rilis pada tanggal 25 September mendatang. Karya terbaru ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Serena, menyajikan sebuah mahakarya epik yang memadukan kegelapan musik ekstrem dengan narasi fantasi yang megah.
Melarikan Diri ke Dunia Fantasi Elden Ring
Dalam band lamanya, Svalbard, Serena Cherry sering kali menulis lirik yang sangat personal dan emosional, membahas realitas kehidupan yang keras seperti kesehatan mental, trauma, dan pelecehan. Namun, melalui Noctule, Serena menemukan ruang untuk melarikan diri dari kenyataan pahit tersebut dan masuk ke dalam dunia fantasi yang luas. Jika album debut Noctule pada tahun 2021, Wretched Abyss, sangat dipengaruhi oleh game RPG legendaris Skyrim dan ditulis di tengah masa karantina pandemi Covid-19, maka album kedua ini mengambil inspirasi dari mahakarya game lainnya, yaitu Elden Ring.
Serena mengungkapkan bahwa bermain Elden Ring membantunya melewati masa-masa sulit saat berjuang melawan depresi yang mendalam. Dalam album Extinguish Thy Flame, ia mengambil sudut pandang unik dari para karakter bos tangguh yang ada di dalam game tersebut. Pendekatan tematis ini memberikan kedalaman narasi yang luar biasa, mengubah setiap lagu menjadi sebuah pertempuran epik yang layak menjadi lagu tema film layar lebar beranggaran besar.
Komposisi Mandiri dan Pengaruh Musik Ekstrem
Sama seperti album debutnya, Serena Cherry kembali menunjukkan kehebatannya dengan memainkan seluruh instrumen secara mandiri dalam proses rekaman album ini. Dari departemen gitar, bass, drum, hingga vokal utama, semuanya dikerjakan sendiri oleh Serena di dalam studio. Hal ini membuktikan dedikasi dan bakat luar biasanya sebagai salah satu musisi metal perempuan paling menonjol di kancah musik ekstrem saat ini.
Secara musikal, Extinguish Thy Flame menawarkan identitas yang jauh lebih matang dan berkarakter dibandingkan pendahulunya. Jika album pertama masih terdengar mirip dengan bagian-bagian terberat dari Svalbard, album baru ini berhasil memadukan berbagai pengaruh musik ekstrem dengan sangat apik. Pendengar akan disuguhkan dengan kombinasi permainan gitar yang tajam khas Arch Enemy, yang kemudian dipadukan dengan atmosfer apokaliptik yang megah layaknya legenda black metal asal Norwegia, Emperor.
Lagu pembuka yang berjudul “Devour The Gods” langsung menggebrak dengan teriakan perang yang liar di atas riff death/thrash metal yang agresif. Liriknya yang teatrikal dan penuh citra kolosal menggambarkan pertempuran sengit melawan dewa-dewa penguasa. Sementara itu, lagu “Grafted” mempertegas nuansa simfoni black metal dengan menghadirkan gesekan biola yang mencekam dan keyboard yang gelap, sebelum akhirnya meledak menjadi ketukan tremolo yang dingin. Lagu-lagu lain seperti “Lament Of The Omen King” menampilkan teknik melodeath tapping yang rumit, sedangkan “Age Of The Stars” menyajikan lapisan vokal yang megah dan berlapis-lapis.
Momentum Sempurna Setelah Era Svalbard
Perilisan album Extinguish Thy Flame ini hadir di saat yang sangat krusial bagi perjalanan karier Serena Cherry. Band utamanya, Svalbard, baru saja menyelesaikan penampilan terakhir mereka dan memutuskan untuk tidak aktif lagi, hanya satu bulan sebelum album solo ini dijadwalkan rilis. Album terakhir Svalbard yang bertajuk The Weight Of The Mask dirilis pada tahun 2023 dan mendapat banyak pujian, namun kini fokus sepenuhnya beralih kepada proyek solo Noctule.
Kehadiran album ini membuktikan bahwa Serena mampu berdiri sendiri dan bersinar terang di luar bayang-bayang band lamanya. Dengan aransemen yang lebih megah dan konsep yang matang, Noctule bukan lagi sekadar proyek sampingan untuk mengisi waktu luang, melainkan sebuah kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah musik metal internasional. Bagi para penggemar musik ekstrem yang menyukai perpaduan antara agresi black metal dan keindahan simfoni fantasi, album ini akan menjadi salah satu rilisan paling dinantikan tahun ini.
Secara keseluruhan, Extinguish Thy Flame bukan hanya sebuah album musik biasa, melainkan sebuah perjalanan sinematik yang membawa pendengarnya ke tengah medan pertempuran fantasi yang gelap dan menegangkan. Dengan dedikasi Serena Cherry yang luar biasa dalam meramu musik dan konsep, album ini siap menjadi salah satu karya black metal paling epik di era modern.