Metal

Metal Hammer Mengungkap Rilisan Lagu Metal Terbaik Akhir September

Published

on

Menutup bulan September, lanskap musik berat dunia kembali bergairah dengan peluncuran deretan karya baru dari ranah heavy metal, death metal, hingga eksperimentasi rock alternatif. Majalah musik ekstrem terkemuka, Metal Hammer, resmi mengumumkan daftar lagu metal terbaik mingguan yang menampilkan jajaran musisi kawakan serta kolaborasi lintas genre yang mengejutkan. Sebelum memasuki pilihan minggu ini, grup musik asal Ukraina, Ignea, berhasil menempati posisi puncak pada pemungutan suara pekan lalu lewat kolaborasi mereka bersama Combichrist, disusul oleh Waterlines dan Evil Invaders di posisi berikutnya.

Kolaborasi Spektakuler dan Kejutan Genre Musik Metal

Pada daftar terbaru minggu ini, salah satu sorotan utama jatuh pada kolaborasi yang tidak terduga antara raksasa power metal Dragonforce dengan vokalis bersuara garang Alissa White-Gluz lewat lagu berjudul “Hunger Of The Beast”. Kehadiran Alissa memberikan sentuhan melodic death metal yang sangat intens di tengah gempuran tempo gitar super cepat yang menjadi ciri khas Dragonforce. Lagu ini menjadi awal dari babak baru perjalanan musikal mereka menjelang peluncuran album penuh yang dijadwalkan hadir pada pertengahan Maret mendatang.

Sementara itu, grup simfoni cello metal asal Finlandia, Apocalyptica, menggandeng penyanyi folk asal Nordik, Kalandra, dalam lagu “Upperhand”. Kombinasi ini melahirkan sebuah komposisi yang dramatis dan megah, di mana vokal Katrine Stenbekk berpadu harmonis dengan aransemen cello yang gelap sebelum meledak dalam elemen symphonic metal yang megah pada pertengahan lagu. Di sisi lain, gitaris legendaris Tom Morello kembali menunjukkan taring politik dan eksplorasi musiknya melalui single “Unconquered” yang menggaet grup hip-hop Kneecap. Lagu ini mengusung nuansa energi rave-rock yang sangat energetik, menjadi bagian penting dari album terbarunya yang rilis hari ini, Everyone Gets Everything They Want.

Kebangkitan Death Metal dan Sentuhan Metalcore Modern

Tak kalah menarik, kancah musik ekstrem juga diwarnai oleh kembalinya unit death metal asal Brasil, Crypta. Lewat lagu “A Portrait Of Decay”, kuartet ini memperkenalkan gitaris anyar mereka, Victoria Villarreal. Lagu berdurasi enam menit tersebut menampilkan keberanian Crypta dalam merambah ranah progressive death metal dengan sentuhan gitar teknikal tanpa kehilangan karakter dasarnya yang pekat, pekat, dan liar. Ini menjadi karya perdana yang menandai kembalinya mereka setelah tiga tahun absen merilis materi album baru.

Dari ranah metal modern, veteran metalcore asal Wales, Bullet For My Valentine, Merilis single gahar “Social Apocalypse”. Melanjutkan eksplorasi distorsi berat yang telah mereka mulai sejak album self-titled pada 2021, lagu ini menegaskan posisi mereka di panggung arena besar sejajar dengan nama-nama raksasa seperti Parkway Drive dan Bring Me The Horizon. Sementara itu, bagi penggemar deathcore murni, Suicide Silence kembali tampil beringas dalam lagu “Make Your Exit”, sebuah karya yang abrasif dan kasar menjelang peluncuran album penuh mereka yang bertajuk Graceless pada bulan November mendatang.

Keragaman Suara dari Math Rock hingga Black Metal

Eksplorasi musik minggu ini semakin kaya dengan kehadiran Polyphia yang membawakan “With Eyes To See”. Grup yang dikenal dengan gaya math rock instrumental ini memadukan riff gitar teknikal dengan alur ritme yang sangat ramah terhadap lantai dansa, menyajikan energi infeksius menjelang album baru mereka bulan Oktober. Di ranah rock klasik, Clutch kembali menunjukkan identitas rock n’ roll yang gagah dan tanpa kompromi lewat single utama album baru mereka, “Wasted Lands”, yang dipenuhi bravado vokal khas Neil Fallon.

Sisi gelap musik ekstrem juga diwakili oleh legenda progressive black metal asal Norwegia, Enslaved, yang merilis lagu “Tale Of Trees”. Lagu ini menandai kembalinya nuansa black metal yang dingin, mentah, dan penuh dengan jeritan parau yang sempat dirindukan oleh para penggemar lamanya. Selain itu, jajaran lagu terbaik minggu ini juga dimeriahkan oleh aksi cepat crust punk dari Wolfbrigade lewat “Doomrunner”, ledakan grindcore ekstrem dari Leng T’che melalui “Hammered Into Collapse”, nuansa punk-metal unik dari Haerdsmaelta dalam “City Of The Dead”, serta agresi gaya subversif milik Brat lewat lagu “Speculum Bleed”.

Kehadiran deretan lagu baru ini membuktikan bahwa industri musik berat tetap produktif dan terus bertransformasi dengan beragam warna musik. Mulai dari eksperimen elektronik, sentuhan folk tradisional, hingga agresi musik ekstrem murni, para musisi terus mendobrak batasan kreatif mereka. Para penikmat musik metal kini diajak untuk memberikan suara mereka dalam jajak pendapat mingguan guna menentukan karya mana yang paling membakar semangat mereka di penghujung tahun ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version