Metal

Jim Root Ungkap Album Baru Slipknot Bakal Bikin Sakit Hati Penggemar

Published

on

Gitaris Slipknot, Jim Root, memberikan kabar terbaru yang sangat menarik mengenai album studio kedelapan band metal bertopeng tersebut melalui media sosial pribadinya. Musisi berusia 54 tahun ini memperingatkan para penggemar bahwa karya terbaru mereka mendatang akan menyakiti perasaan beberapa orang karena arah musik yang sangat eksperimental. Root membagikan video papan pedal gitarnya di Instagram dengan pesan singkat yang memicu antusiasme tinggi, menyatakan bahwa mereka akan segera menjadi sangat sibuk di studio rekaman.

Eksperimen Baru dan Kehadiran Eloy Casagrande

Dalam kolom komentar unggahan tersebut, Root membagikan lebih banyak detail teknis dan filosofis di balik proses kreatif album baru ini. Ia menekankan bahwa fokus utama Slipknot saat ini adalah menghindari pengulangan formula musik yang sudah pernah mereka buat sebelumnya. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk menjaga integritas seni mereka, meskipun mungkin akan memicu reaksi beragam dari para penggemar lama yang mengharapkan replika dari album klasik seperti Slipknot (1999) atau Iowa (2001). Root menegaskan bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam nostalgia masa lalu karena mereka sudah pernah melewati fase tersebut.

Salah satu perubahan paling signifikan dalam proses rekaman kali ini adalah kehadiran drummer baru mereka, Eloy Casagrande, yang sebelumnya bermain untuk band thrash metal legendaris Sepultura. Root mengungkapkan bahwa Slipknot melakukan proses rekaman secara langsung di studio (live on the floor) bersama Casagrande. Metode rekaman langsung seperti ini sudah sangat lama tidak mereka lakukan karena berbagai alasan teknis dan personal di masa lalu. Penggunaan instrumen analog sepenuhnya tanpa polesan digital yang berlebihan diharapkan mampu mengembalikan energi mentah, liar, dan organik yang menjadi ciri khas awal karier mereka.

Root juga mengkritik beberapa materi terbaru Slipknot yang dinilainya terlalu rapi dan diproduksi secara berlebihan (over-produced). Hal ini menjadi sesuatu yang sangat ingin ia hindari dalam proyek terbaru ini. Ia menginginkan album yang terdengar paling menarik dan paling hidup, bukan sekadar album dengan kualitas rekaman yang terdengar paling bersih secara digital.

Kekecewaan Terhadap Album The End, So Far

Kejujuran Root tidak berhenti pada rencana masa depan saja, tetapi juga menyentuh karya masa lalu mereka. Ketika seorang penggemar menulis komentar yang meminta agar Slipknot tidak membuat album seperti The End, So Far (2022) dan memohon agar musik mereka kembali berat tanpa pengaruh melodi ala Stone Sour—proyek sampingan Root dan vokalis Corey Taylor—Root dengan singkat menjawab bahwa ia sangat setuju dengan pendapat tersebut. Pengakuan jujur ini mempertegas ketidakpuasan internal yang sempat dirasakan oleh sang gitaris terhadap album rilisan tahun 2022 tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Root melayangkan kritik terhadap The End, So Far. Menjelang perilisan album tersebut beberapa tahun lalu, ia sempat mengeluhkan kurangnya proses pra-produksi yang matang akibat kendala waktu dan situasi pandemi. Root bahkan mengibaratkan proses pembuatan album tersebut seperti sutradara film yang terpaksa meninggalkan karyanya sebelum benar-benar selesai karena tenggat waktu yang mendesak. Dengan persiapan yang jauh lebih matang kali ini, Slipknot berharap dapat menyajikan produk akhir yang jauh lebih memuaskan bagi diri mereka sendiri dan para pendengar setia musik keras di seluruh dunia.

Era Baru Bersama Label Mandiri dan Tur Kontroversial

Album kedelapan ini juga akan menandai babak baru dalam sejarah bisnis Slipknot. Ini akan menjadi album pertama yang dirilis di bawah label rekaman mandiri milik mereka sendiri, (sic)est Records, setelah kontrak panjang mereka dengan Roadrunner Records resmi berakhir. Untuk memoles materi baru ini, Slipknot bekerja sama dengan produser Matt Wallace, yang terkenal lewat karyanya bersama Faith No More. Meskipun band ini sempat merilis single kejutan berjudul “Arsenal” beberapa waktu lalu, Root mengonfirmasi bahwa lagu tersebut tidak akan dimasukkan ke dalam daftar lagu album baru mendatang.

Di samping persiapan album baru, Slipknot juga telah mengumumkan rencana tur besar-besaran untuk tahun 2027, yang akan dimulai dengan pertunjukan di Stadion Wembley, London, pada 3 Juli 2027. Namun, pengumuman tur ini langsung menuai kontroversi di kalangan komunitas musik dunia setelah Marilyn Manson diumumkan sebagai aksi pendukung utama. Manson saat ini masih menghadapi berbagai tuduhan pelanggaran hukum dan pelecehan seksual dari beberapa wanita, termasuk mantan asisten pribadinya, Ashley Walters, yang kasus hukumnya dijadwalkan masuk persidangan pada November mendatang. Meskipun Manson membantah semua tuduhan tersebut, keputusan Slipknot untuk membawanya dalam tur tetap memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version