Musik

Etenia Croft Raih Dua Nominasi Bergengsi di AMI Awards 2026

Published

on

Penyanyi belia Etenia Croft berhasil menorehkan pencapaian membanggakan dalam kancah musik tanah air setelah karyanya secara resmi masuk ke dalam dua kategori nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Melalui karya bertajuk “Sahabat Terbaik”, Etenia bersaing ketat di kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik. Tak hanya itu, proyek kolaborasinya bersama vokalis d’Masiv, Rian Ekky Pradipta, dalam membawakan ulang lagu legendaris “Jangan Menyerah” juga mengantarkan nama Dawairama dan Rian ke dalam jajaran nominasi Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik.

Pencapaian Gemilang di Panggung AMI Awards 2026

Pengumuman daftar nominasi AMI Awards ke-29 ini disampaikan secara resmi oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia di Jakarta pada 21 September 2026. Mengusung tema besar “Ruang Nada Nusantara”, perhelatan bergengsi tahun ini menghadirkan persaingan yang sangat ketat dengan total 67 kategori yang diperebutkan. Seluruh nominasi disaring dari sebanyak 5.360 karya musik yang terdaftar dan dirilis secara komersial sepanjang periode 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026. Ajang penganugerahan tertinggi bagi insan musik nasional ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Bagi Etenia Croft, keberhasilan menembus dua kategori nominasi sekaligus dalam ajang sekaliber AMI Awards merupakan momen krusial dalam perjalanan kariernya. Pada usianya yang masih sangat muda dan berada di tahap awal perjalanan bermusik, pencapaian ini menjadi bukti konkret atas konsistensi serta integritas karya yang ia usung. Lagu-lagu yang ia bawakan tidak hanya dikemas dengan aransemen yang memikat, tetapi juga menyimpan kesederhanaan bahasa serta kejujuran pesan mengenai nilai persahabatan, kehangatan keluarga, dan semangat pantang menyerah.

Kisah di Balik Kesuksesan Single “Sahabat Terbaik”

Single “Sahabat Terbaik” pertama kali diluncurkan ke publik pada 21 April 2026. Lagu ini mengangkat narasi tentang pentingnya menghargai setiap detik waktu dan momen-momen kecil bersama orang-orang terdekat sebelum waktu berlalu dan menyisa kenangan. Dalam proses pembuatannya, Etenia kembali menggandeng Marvel Marlon, yang bertindak sebagai pelatih vokal sekaligus kolaborator setianya. Sentuhan aransemen yang megah namun tetap ringan dan mudah dicerna membuat warna vokal jernih milik Etenia dapat tereksplorasi secara maksimal.

Sebelum resmi dirilis, antusiasme pencinta musik anak dan masyarakat luas sudah terlihat sangat tinggi. Cuplikan bagian refrain yang diunggah Etenia di media sosial berhasil menyedot perhatian netizen hingga menuai puluhan ribu komentar positif. Tak butuh waktu lama setelah perilisan resminya, dalam tiga hari saja “Sahabat Terbaik” langsung masuk ke dalam daftar putar terkemuka Spotify, “Women of Indonesia”. Keindahan lagu ini makin disempurnakan oleh video musik sinematik yang digarap langsung di beberapa lokasi eksotis di Eropa pada Maret 2026.

Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Etenia Croft mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya. Ia menuturkan bahwa lagu “Sahabat Terbaik” secara khusus diciptakan untuk mengingatkan semua orang agar senantiasa merayakan waktu bersama sosok yang dikasihi. Menurutnya, masuk dalam daftar nominasi AMI Awards 2026 terasa seperti hadiah berharga atas dukungan para pendengar dan tim yang selalu menyertainya. Di kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik, Etenia akan bersaing dengan jajaran talenta muda berbakat lainnya, yakni Jasmine Ayudhya, Leika Garudita, Mazaya Amania, dan Prince Poetiray.

Kolaborasi Lintas Generasi dalam Lagu “Jangan Menyerah”

Karya kedua yang membawa nama Etenia ke panggung AMI Awards 2026 adalah pembawaan ulang lagu monumental “Jangan Menyerah”. Lagu yang diciptakan oleh Rian Ekky Pradipta dan dipopulerkan oleh grup musik d’Masiv ini telah menjadi lagu penguat hati bagi banyak generasi di Indonesia. Dalam versi terbarunya, lagu ini dikemas sebagai ruang pertemuan lintas generasi, di mana Etenia berduet langsung dengan sang pencipta sekaligus vokalis aslinya.

Tata musik yang digarap oleh Dawairama bersama Rian Ekky Pradipta secara cermat mempertahankan esensi kehangatan dan kekuatan lagu aslinya, sembari memberikan sentuhan segar yang ramah bagi telinga pendengar muda. Kolaborasi ini tidak sekadar menjadi ajang bernyanyi bersama, melainkan simbol regenerasi musik anak di Indonesia. Bagi Rian, keterlibatannya bersama Etenia merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan talenta muda serta membuktikan bahwa pesan moral yang baik akan selalu relevan dan menemukan tempatnya di hati pendengar lintas zaman.

Pada kategori Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik, karya “Jangan Menyerah” ini bersanding dengan para penata musik senior lainnya. Di antaranya adalah karya dari Arsha Composer & Andre Lizt, Dwiki Dharmawan, Laleilmanino, Patrick Effendy & Ben Silaban, serta Zack The Jakman & Michael Soerjonoto.

Harapan Baru bagi Perkembangan Musik Anak Indonesia

Masuknya nama Etenia Croft dalam dua kategori AMI Awards 2026 memberi angin segar bagi industri musik anak-anak di Indonesia yang belakangan ini terus berjuang untuk bangkit kembali. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari musisi senior, lembaga kebudayaan, hingga platform digital, menjadi modal penting agar ekosistem musik anak tetap bertumbuh subur dan menghasilkan karya-karya bermutu tinggi.

Pencapaian Etenia ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak anak-anak Indonesia untuk berani berkarya serta mempopulerkan kembali lagu-lagu bermuatan positif bagi tumbuh kembang generasi muda. Ajang AMI Awards 2026 pun menjadi pembuktian bahwa karya anak bangsa yang dibuat dengan ketulusan dan kualitas produksi yang matang akan selalu mendapat apresiasi tertinggi di tanah air.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version